Cinta Santri Dan Guru Sekolah

Cinta Santri Dan Guru Sekolah
Bab Sembilan Belas.


__ADS_3

sadangkan dari tempat tak jauh dari mereka berdua, ada sepasang mata yang sejak tadi fokus memperhatikan keduanya balik pohon besar yang memisahkan.


Flashback on.


saat pulang sekolah ridho mendapati Vespa Akrom dan motor matic mbak Cintya terparkir dipinggir jalan waktu Ia melewati taman kota.


"lah si Akrom masa bolos disini? kok ada motor mbak Tya juga?" tanya ridho pada diri sendiri.


kemudian ia parkirkan juga motornya dan segera mencari mereka berdua.


dikejauhan dilihatnya mereka berdua sedang duduk bersebelahan tapi dengan arah berlawanan.


dengan pelan-pelan sambil mengendap-endap ridho mencoba mendekat agar tahu apa yang mereka bicarakan.


untuk disamping mereka ada pohon besar dan dikelilingi tanaman bunga yang dibentuk serupa pagar pemisah.


ridho segera mencari tempat terdekat namun masih tertutup dari arah mereka berdua.


"ngapain sih berduaan disini? tumbenan Akrom bolos? jangan-jangan dia ngajak mbak Tya kesini?" bermacam pertanyaan muncul di otaknya.


namun dia tak mau gegabah, di perhatikan dulu apa yang sebenarnya tengah terjadi.


Flashback off


.


'lah mereka pacaran?, kurang ajar si Akrom? kenapa dia tidak cerita sama aku? bukankah aku teman dekatnya?' ucap dalam hatinya.


'tapi aku juga bodoh banget, kenapa dengan orang yang dekat denganku aku bisa tidak menyadarinya?' lanjutnya menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa mengerti apa yang terjadi dengan kakak dan sahabatnya.


setelah di rasa cukup jelas apa yang di lihatnya. ridho segera pergi pulang agar tidak ketahuan.


(Akrom POV)


"mbak, kalau boleh tau sejak kapan rasa mbak itu muncul?" kuberanikan diri menanyai hal sungguh membuatku kaget juga.


"sejak pertama bertemu kamu juga" jawabnya sambil kulihat malu-malu.


"memang kenapa?" godaku.


"ish kok nanya gitu sih?" gerutunya.


"ya boleh donk. kan tadi mbak juga nangmya gitu? jadi boleh donk gantian?" belaku.


"hmmm, dasar Suka balas dendam"


"dikit aja juga" jawabku enteng.


"mmm, gak tau ya krom, pertama lihat wajahmu aku jadi selalu menggangguku"


"emang aku hantu? kok mengganggu?"


"iya kamu hantu, makanya gentayangan terus" jawabnya sewot.


"mana ada hantu ganteng kaya aku mbak?" sambil menahan senyum kulihat arah langit.


"ish pede banget sih jadi orang?"


"lah emang iya. buktinya guruku aja terbayang-bayang terus sama aku" ucapku dengan nada bangga.

__ADS_1


"Duh Gusti sepertinya aku salah omong" ucapnya lemas dengan tangan mengelus keningnya.


aku hanya terkekeh mendengar jawabannya merayakan kemenanganku.


"krom?" tegurnya.


"iya mbak? kenapa?" tanyaku tanpa memandang ke arahnya.


"kok mbak sih?" nadanya sewot.


"lah. la trus? budhe?" tanyaku balik.


"tau ah. males ngobrol sama kamu, nggak bisa serius ih"


"mbak, biarlah mbak-dek, juga nak-bu yang menjadi panggilan kita. hingga takdir lain yang bisa merubahnya" jawabku dengan mataku memandang jauh ke arah depan.


kulirik Cintya hanya mengangguk saja.


"sudah mau sore mbak, ayo pulang. nanti malah di cariin orang rumah" ajakku untuk pulang.


"yasudah, ayok" sambil berdiri mengambil tasnya.


kami berjalan menuju parkiran dengan aku ada di belakangnya.


"mbak, kita mampir masjid dulu yuk? sepertinya nggak keburu Dhuhur kalau nunggu sampai rumah" tawarku sambil memakai helm.


"yaudah ayok, didepan kan ada masjid?" tanyanya balik.


"yaudah kesana aja"


lalu kami melajukan motor kearah masjid, dengan posisiku tetap dibelakangnya.


"krom, kamu yang jadi Imam ya?" pinta Cintya sambil memakai mukena.


"hah, nggak boleh lah, belum muhrim. mana cuma berdua lagi" tolakku.


"emang iya? kok di film-film gitu sholat jamaah sama pacarnya?" jawabnya dengan wajah polos.


"yah itu mah di tivi mbak. demi adegan aja. udah ayok sholat sendiri-sendiri aja keburu ashar nanti" kataku sambil melangkah kaki kearah dalam tempat untuk jamaah putra yang tertutup tirai dengan tempat jamaah putri.


selesai menunaikan sholat, aku segera keluar memilih menunggu Cintya di depan masjid.


"krom?"


"iya mbak?" aku yang sibuk mekai kaos kaki dan sepatu.


"kalau aku ada salah soal agama tolong ingatkan ya?" ucapnya pelan dengan wajahnya memandang wajahku.


"iya mbak, bukankah tugas kita saling mengingatkan kepada kebaikan?" jawabku.


"terimakasih krom"


"sama-sama mbak" aku yang sudah selesai memakai sepatu.


"krom?" ucapnya lagi


"Hem?"


"kamu nggak menyesal dengan bungamu yang kurasa kurang dalam hal agama?" tanyanya dengan nada pelan dan wajah tertunduk.

__ADS_1


ku lepaskan nafasku dengan pelan. "mbak, semua manusia punya kekurangan. tugas kita salah satunya adalah berbenah. dan tidak ada kata penyesalan ketika masih mau berbenah" ucapku hati-hati agar tidak menyinggungnya.


"sekali lagi terimakasih krom, tolong bantu aku" masih dengan wajah yang menunduk.


"iya mbak. udah ayok Balik, kelamaan berduaan nanti ada yang ketiga" ucapku mencoba menenangkannya.


"setannya takut sama kamu krom. kamu kan hantu" celetuk Cintya yang kini sudah tersenyum manis.


"hemmm mulai lagi deh. udah ayok pulang, udah mulai kerasukan setan lagi itu" ledekku sambil berjalan kearah motor kami.


....


"kamu duluan mbak, saya antar dari belakang sampai perempatan kearah rumahku" ucapku sebelum melajukan motor.


"iya krom" jawabnya dengan senyum manis yang membuat pipi tembem itu semakin menggemaskan.


kami berjalan berjajar kebelakang. aku memilih dibelakang untuk berjaga-jaga saja.


saat akan sampai di perempatan yang memisahkan arah rumah kami, kumajukan motorku menjejerkan dengan motornya.


"mbak saya duluan, hati-hati ya? Assalamualaikum" pamitku sedikit berteriak.


"iya krom, kamu juga hati-hati ya, wa'alaikumsalam" balas Cintya yang juga agak berteriak.


kulihat dari kaca spion setelah aku mendahuluinya. iya sudah belok kearah rumahnya.


(Cintya POV)


saat sampai rumah langsung ku parkirkan motorku di depan teras dan melepas helm sebelum masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum" salamku.


"wa'alaikumsalam nduk, dari mana aja Sampai sore gini? mana pulang senyum-sendiri lagi? kesambet apa kamu nduk?" celoteh ibuku.


"hehe nggak dari mana-mana Bu, cuma mampir di taman kota aja" jawabku sambil nyengir kuda.


"ngapain? sama siapa?" tanya ibuku lagi.


"ada deeeh Bu. kapan-kapan aja Tya kasih tau, biar ibu penasaran" godaku sama ibuku.


"eeeeh anak ini, berani-beraninya bikin ibu penasaran. awas ya kalau kamu macam-macam di luar sana!" ancam ibuku dengan matanya melotot.


"tenang Bu, santai aja, yang nemenin Tya tadi bisa jagain Tya kok" jawabku santai.


"huh dasar anak ini, yasduah sana ganti baju, bersih-bersih trus sholat lalu makan" perintah ibuku.


"siap Bu. oh iya ridho sudah pulang Bu?" tanyaku balik.


"sudah, tapi keluar lagi kerumah temannya" jawab ibuku sambil melipat baju yang baru diangkat dari jemuran.


"oh yaudah Tya ke kamar dulu Bu"


"iya sana nduk" jawab ibuku.


...-----...


...halloo. Author lumayan update banyak nih...


...lagi on-fire kayaknya...

__ADS_1


...terimakasih lagi untuk kesekian kali kepada pengunjung yang berkenan membaca tulisan ini...


__ADS_2