Cinta Santri Dan Guru Sekolah

Cinta Santri Dan Guru Sekolah
Parkiran Sekolah


__ADS_3

"Alhamdulillah, semoga istiqomah bu" tegur seorang bersuara laki-laki dari ujung lorong saat Cintya juga tengah berjalan di lorong kelas.


Sontak Cintya menoleh ke arah sumber suara berasal. terlihat dari kejauhan seorang siswa putra berjalan ke arahnya dengan pandangan fokus memperhatikan setiap inchi pakaian yang ia kenakan.


"murid jam segini masih kelayapan. nggak ada pelajaran?" tanya balik Cintya dengan nada tegas sembari melirik jam tangannya.


"dari toilet bu, malah bertemu guru yang hari ini jadi anggun banget" jawab lirih murid itu yang tidak lain adalah Akrom saat jarak mereka berdua sudah dekat.


"ish. bokis banget" balas Cintya tersipu malu.


"tetap begini ya bu? please" pinta Akrom memohon.


"iya krom, doakan istiqomah ya?" pinta Cintya balik.


"selalu" jawab Akrom dengan senyum yang tidak pudar menghiasi wajah teduhnya.


"yasudah, saya balik kelas dulu ya? manis" pamit Akrom.


"ha? apa kamu bilang?" tanya Cintya kaget tidak di jawab oleh Akrom yang langsung pergi meninggalkan dirinya dengan langkah cepat.


Hari sudah semakin siang, pelajaran telah usai dan kegiatan belajar mengajarpun usai untuk hari ini. Akrom pulang akhir setelah ia memutuskan untuk mengerjakan tugas di sekolah karena malam nanti ada ujian di pondok pesantren.


Saat sedang asyik mengerjakan tugas, sayup-sayup terdengar suara orang sedang mengobrol di tempat parkir sepeda yang tidak jauh dari kelasnya.


"wah bro, sayang banget nih bu Cintya sekarang pakai jilbab syari bro, padahal dulu bodynya tuh aduhai banget lo" ucap salah satu murid bernama Dio yang juga di kenal ketua geng di angkatan kelas XI.


"wah iya bos, jadi gak bisa lihat bentuk badannya sekarang ya?" balas teman se'gengnya sambil tertawa cekikikan.


"iya tuh, padahal jadi bahan banget tuh, masih muda dan cantik lagi, di tambah bodynya yang aduhai" timpal teman lainnya.


"idaman banget tuh ya?" balas Dio dengan nada tertawa yang merendahkan.


Serta masih banyak lagi ujaran asusila yang mereka lontarkan tentang tubuh Cintya. Akrom yang semula tidak peduli kini menjadi sakit hati dan semakin meninggi amarahnya.


"ah coba bayangin aja kalau lagi di tempat sepi, ingin ku peluk aja itu gu-..." suara ketua geng yang sedang membayangkan tubuh Cintya.


"bruk" sebuah bogeman mentah bersarang tepat di pipi sebelah kanan Dio membuatnya seketika tersungkur.


"kalau ngomong di jaga bro" teriak Akrom setelah bangkit dari meninju Dio.


"gak usah sok jagoan kau, di kira aku takut sama kelas 3?" bentak balik Dio.


Akrom langsung menendang tubuh Dio hingga membuatnya kembali tersungkur. dan kedua anak lainnya langsung menyerang Akrom namun berhasil di tepis dan serang balik oleh Akrom. hingga tanpa sadar Dio bangkit dan diam-diam membawa balok kayu yang ada di dekatnya dan mengayunkan ke arah punggung Akrom.


"Akhh" erang Akrom saat balok kayu sudah mendarat keras di punggungnya hingga membuat dirinya menjadi tersungkur.


Dio dan kedua temannya lari tunggang langgang saat di teriaki oleh satpam sekolah yang menyadari ada kegaduhan di tempat parkiran.

__ADS_1


"woi berhenti kalian!!" pekik pak satpam mengejar Dio dan temannya yang sudah berlari kencang dan tak terkejar.


"waduh, kamu nggak apa-apa?" tanya pak satpam menarik tubuh Akrom untuk bangkit.


"nggak apa-apa pak, terimakasih banyak ya" balas Akrom merenggangkan tangan dan dadanya untuk menghilangkan nyeri di punggungnya.


"kenapa tadi kalian berantem?" tanya pak satpam membantu Akrom berdiri.


"nggak kenapa-kenapa pak, salah faham aja" jawab Akrom sambil membersihkan bajunya dari kotor tanah dan rumput.


"ya sudah kamu cepat pulang aja. itu lukanya di obati"


"baik pak terimakasih, saya siapin buku saya dulu di kelas" Akrom pamit kembali ke kelas untuk merapikan tugasnya.


"yasudah, jangan lama-lama" perintah pak satpam.


Akrom kembali ke kelasnya merapikan buku dan memasukan ke dalam tas, lalu kembali lagi ke tempat parkir untuk menghampiri motornya.


Baru sesaat berjalan bahu dan tangan Akrom terasa berat mengendarai motornya karena efek benturan di punggungnya, lalu ia berhenti di pos satpam.


"kenapa?" tanya pak satpam yang melihat Akrom sedang meringis menahan sakit.


"nggak apa-apa pak, agak nyeri aja" jawab Akrom yang turun dari motornya untuk duduk di kursi depan pos satpam.


"saya antar aja kamu. rumahmu mana?" tawar pak satpam satunya.


"terimakasih pak, saya naik angkutan saja. saya titip motor nanti di ambil teman saya" tolak Akrom halus lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi bang Safi'i.


"Assalamualaikum bang, lagi sibuk?-


-bang Safi'i-


"waalaikumsalam bro, lagi ngawasi anak-anak aja nih, ada apa?"


-Akrom-


"maaf bang, saya bisa minta tolong bang? minta tolong ambil vespa saya di sekolah bang? di bawa ke bengkel aja. soalnya aku lagi nggak enak badan bang mau bawa pulang, besok aja saya ambil di bengkel bang"


-bang Safi'i-


"oke siap, kamu nggak sekalian aja di anter krom?"


-Akrom-


"nggak usah bang, terimakasih, aku naik angkutan aja bang.


-bang Safi'i-

__ADS_1


"serius nih? nggak apa-apa aku anterin, mumpung lagi nggak repot nih"


-Akrom-


"enggak bang, terimakasih banyak bang.


-bang Safi'i-


"yasudah kalau gitu. kamu bilang orang di situ aja kalau nanti aku yang ambil"


-Akrom-


"siap bang, terimakasih banyak ya? maaf kalau ngrepotin"


-bang Safi'i-


"sama-sama bro, santai aja gitu aja juga"


-Akrom-


"baik bang, Assalamualaikum"


-bang Safi'i-


"waalaikumsalam*"


Akrom menutup telfonnya dan memasukan ponsel di dalam saku celananya.


"pak saya nitip ya? nanti di ambil teman saya namanya bang Safi'i" ucap Akrom kepada pak satpam.


"oke, kamu hati-hati kalau pulang ya" jawab pak satpam.


"iya pak, terimakasih, saya duluan pak. Assalamualaikum" pamit Akrom berjalan meninggalkan sekolahnya menuju tempat menunggu angkutan.


"walaikumsalam" jawab pak satpam.


Akrom menunggu angkutan bis untuk mengantarkan ke rumah sakit memerikasakan kondisi badannya.


"bagaimana dok?" tanya Akrom pada Dokter usai memeriksa badannya.


"semuanya bagus, hanya ada Shock di otot kamu saja. tapi itu akan recover secara alami, tidak ada yang mengkhawatirkan" jawab Dokter memeperlihatkan hasil rontgen.


"Syukurlah Dok" Akrom bernafas lega dengan hasil pemeriksaan.


"untuk membantu recover lebih cepat saya kasih obat ya?" Dokter menuliskan surat resep untuk di tukarkan apoteker di Rumah Sakit itu.


"baik Dok. terimakasih banyak. kalau gitu saya pamit dulu" pamit Akrom meninggalkan ruang praktek Dokter untuk menuju apotek dan kasir menyelesaikan pembayaran pengobatannya.

__ADS_1


"sama-sama. semoga lekas sembuh" jawab Dokter itu.


Akrom menyelesaikan segala keperluannya dan segera kembali menunggu bis di depan Rumah Sakit untuk mengantarnya pulang kembali ke pondok pesantren.


__ADS_2