
Setelah kurang lebih perjalanan dua jam. akhirnya mereka sampai di tujuan.
"ini kita kemana?" tanya Akrom.
"ke tempat kost ku dulu ya? kamu lurus aja dulu" jawab Cintya menunjukan arah.
"oke, emang teman-temanmu masih ada yang disini?"
"ya masih, junior sama teman-teman yang lanjut S2 krom"
Lalu Akrom melajukan motornya menuju tempat kost Cintya waktu masih kuliah dulu.
"Assalamualaikum mbak Nindi" Cintya mengetuk salah satu pintu kamar kost tersebut.
"wa'alaikumsalam. ya ampun Cintya!" seru penghuni kamar itu sambil memeluk erat Cintya.
"kok nggak kabar-kabar sih?" lanjut nindi.
"biar surprise ajah" jawabnya enteng.
"dasar ya?"
"anak-anak pada kemana? pulang?" tanya Cintya sambil melihat kamar yang kosong tidak ada orang lain.
"anak-anak pada jalan, gebetan kamu lagi ulang tahun anak-anak pada di traktir tuh, ohiya. kamu kesini pasti karena di undang ya?" goda nindi mengerlingkan sebelah matanya.
Cintya mengernyitkan dahinya mencoba mencari jawaban siapa orang yang dimaksud nindi.
"gaya kamu udah lupa, si Rizky Tya" kata nindi memberi tahu.
"oh, kak Rizky" jawab Cintya menganggukan kepalanya.
"kamu sama siapa kesini?" nindi celingukan kearah depan mencari-cari orang di depan.
"itu sama temannya adiku, muridku di sekolah" jawabnya santai.
",murid atau murid nih?"
"kapan-kapan deh aku ceritain" jawabnya malu-malu.
"janji ya? kamu punya hutang ceritain ke aku Lo Tya"
"iya nindi sayang"
"yaudah ayo kedepan, pengen lihat aku" nindi menarik lengan Cintya untuk kedepan ke ruang tamu kost.
"krom, kenalin ini nindi temanku kost dulu," Cintya memperkenalkan nindi.
"nindi" ia mengulurkan tangannya.
"Akrom" jawabnya sambil menyatukan telapak tangannya tanpa menyentuh tangan nindi.
Nindi yang sudah mengulurkan tangannya menjadi salah tingkah atas balasan salam dari Akrom.
__ADS_1
",eh iya maaf" nindi tersenyum.
"gila kamu bisa aja dapat barang Tya, buat aku aja ya? kamu cari yang lain. cakep banget" bisik nindi pelan di telinga Cintya.
"just! enak aja" balas Cintya sambil bergerak duduk di kursi ruang tamu dan di ikuti nindi.
"istirahat dulu ya krom? habis ini kita jalan lagi cari makan" ajak Cintya.
"iya mbak" Akrom menjawab pelan.
"kamu sekalian ikut yuk?" ajak Cintya kepada nindi.
"iya deh, aku tadi nggak ikut anak-anak karena ngerjain tugas. tapi kebetulan juga baru selesai. jadi ya Ayuk lah" jawab nindi bersemangat.
Cintya dan nindi bercerita banyak soal keseharian mereka setelah Cintya sudah pulang dari Surabaya tempatnya menghabiskan waktunya untuk kuliah, Akrom hanya diam menyimak cerita mereka.
"berangkat yuk nin? nanti kesiangan" ajak Cintya ditengah-tengah perbincangan mereka.
"oke, aku siap-siap Bentaran ya?" nindi meninggalkan mereka ke kamarnya untuk siap-siap.
Lalu mereka bertiga berangkat bersama menuju salah satu mall yang tidak jauh dari tempat mereka, mall yang menjadi tempat Cintya dulu sering main bersama teman-temannya. Cintya masih boncengan dengan akrom sedang nindi mengendarai motornya sendiri.
"kamu mau makan apa krom?" tanya Cintya.
"ngikut kalian aja mbak" jawabnya.
"iga bakar aja yuk? udah lama nggak makan iga bakar"
Lalu mereka memesan makanan dan menikmatinya bersama.
Saat sedang asyik makan dan ngobrol satu dengan lainnya, tiba-tiba di kejutkan oleh satu panggilan menyebut nama Cintya.
"Cintya kan?" panggil seorang pria yang sudah berdiri disamping meeja mereka.
Cintya menoleh kaget ke arah sumber suara tersebut "kak Rizky?"
"wah makin cakep aja kamu, apa kabar?" langsung saja ia menggenggam tangan Cintya.
"Alhamdulillah baik, tapi tolong lepasin tanganku kak" jawab Cintya yan sedang kaget mendapat perlakuan seperti itu dari Rizky.
Akrom yang melihat seperti sedang menahan emosinya, yang jelas bisa dilihat oleh Cintya.
"maaf, aku kangen banget sama kamu soalnya. kapan kamu datang?" Rizky sudah duduk di kursi samping Cintya.
"tadi siang" jawabnya pelan sambil melirik ke arah Akrom yang tengah menyuapkan makanannya kedalam mulut.
"sampai kapan disini? kok nggak ngabari aku?"
"nanti juga balik, besok udah ngajar lagi" jawabnya malas.
"kok cepet banget? yuk nanti kita jalan dulu trus aku antar kamu pulang" ajak Rizky tanpa mempedulikan orang yang ada di sekitarnya.
"maaf kak, aku tadi kesini sama dia" tolak Cintya menunjuk kearah Akrom.
__ADS_1
"siapa dia?" tanyanya.
"itu teman adiku" jawab Cintya.
"oh, sama aku aja kamu pulangnya, sama anak kecil nanti kamu malah nggak ada yang jagain, nanti aku nanti sekalian mau kenalan sama orang tuamu" balas Rizky dengan nada mengejek kearah Akrom.
"maaf kak, tadi pamit sama orang tuaku jalan bareng dia, jadi aku pulang juga sama dia" Cintya menggeser kursi sedikit menjauh dari Rizky.
i
"aku tahun ini selesai kuliahnya, aku lamar kamu ya?"
Cintya yang mendengar itu langsung tersedak. Akrom langsung menyodorkan air mineral yang di belinya tadi.
"makasih krom" Cintya tersenyum ke arahnya.
"maaf kak, aku udah punya pacar dan aku nyaman dengannya, tolong kak Rizky nggak usah berharap lebih, sejak dulu aku menganggap kamu sebagai kakakku, tidak lebih" tegas Cintya.
"siapa?" tanya Rizky dengan wajah memerah marah.
"siapapun itu bukan urusan kamu kak" Cintya segera merapikan tasnya.
"ayok krom, kita jalan lagi. yuk nin" lanjut Cintya menarik lengan kaos Akrom. dan di ikuti Ninda meninggalkan Rizky yang membuat makin meluap amarahnya.
"Tya tunggu" panggil Rizky memegang erat tangan Cintya yang membuatnya mengerang kesakitan.
"bang, lepasin tangan kau!" perintah Akrom dengan nada dingin namun terdengar tegas.
"eh bocah kecil jangan ikut-ikutan ya?" jawab Rizky memelototkan matanya.
"kalau kamu ngaku udah dewasa. masa iya cowok dewasa beraninya kasar sama cewek? lepasin!" sahut Akrom dengan dingin di iringi senyum mengejek.
"sialan kamu, anak kecil jangan ikut campur!" bentak Rizky.
"udah deh, apaan sih kak ribut aja? kurang jelas aku bilang tadi?" Cintya berusaha melerai kedua lelaki di depannya.
"udah ya bang, kalau ngaku jadi cowok dewasa harusnya malu ngejar cewek yang jelas-jelas bilang kalau dia sudah punya cowok!" balas Akrom dengan nada dingin berusaha menahan emosinya.
"diem lu bocah" teriak Rizky memukul ke arah Akrom tepat ke arah pipinya. membuat sedikit luka robek di suruh bibirnya.
Cintya dan nindi menjerit histeris dengan perlakuan Rizky.
"segitu doang bang?" senyum sinis Akrom.
"mau lagi lu? ayo" Rizky sudah mengayunkan tangannya lagi kearah Akrom, tapi langsung di tangkapnya.
"kalau mau berantem, ayok di luar aja bang, cari tempat yang sepi" Akrom melotot ke arah Rizky.
"udah! Akrom lepasin, dan kak Rizky sudah jelas kan aku bilang kan? jangan ganggu aku lagi!" tegas Cintya.
Segera ia menarik tangan Akrom agar melepaskan tangannya menggenggam kepalan tangan Rizky.
Segera ia mengajak pergi ke parkiran dan meninggalkan mall tersebut.
__ADS_1