Cinta Santri Dan Guru Sekolah

Cinta Santri Dan Guru Sekolah
Gara-Gara Cintya.


__ADS_3

Keesokan hari di sekolah, ridho berangkat sekolah nebeng dengan Cintya. Karena kebetulan tidak ada acara kemana-mana setelah pulang sekolah.


"ayo mbak masuk" ajak ridho setelah mereka sampai di parkiran sekolah.


"duluan aja dek, habis ini mbak masuk" sambungnya sambil melepas jaket dari badannya.


"dih ngapain nongkrong disini? dikira mau nyuri helm nanti ah"


"enak aja, masih bisa beli helm sendiri kali dho" ucap Cintya malas.


"ya lagian ngapain disini? nunggu siapa?" ridho melirik ke arah Cintya tajam.


"kepo aja kamu anak kecil nggak boleh ikut campur" jawabnya judes.


"dih resek, nunggu pak Rian ya?" goda ridho.


"nggak lah, ngapain nunggu dia juga?" tanya Cintya menggidikan bahunya.


"ya kali aja, oh iya aku tahu mbak lagi nunggu siapa" pungkas ridho sambil tersenyum dan menaik turunkan mata sebelahnya.


"dih sok tahu, kaya dukun aja lama-lama"


"nah itu tuh yang di tungguin Dateng" senyum ridho menggoda Cintya ketika keduanya melihat Akrom datang dengan vespanya menuju parkiran.


"eh si Abang keren datang, parkir sini bang" ucap ridho sambil senyum-senyum menunjuk lokasi parkir sebelah motor mereka.


"makasih dho" Akrom memarkirkan vespanya sejajar dengan motor Cintya.


"iyaa, nih di tungguin Bu guru yang cantik ini kamu krom" diliriknya Cintya yang sudah merah merona wajahnya.


"ish apaan sih dho?" gerutu Cintya.


"ya mbak diem aja, makanya aku bantu untuk menyampaikan, ya nggak krom?" tangan ridho menepuk pundak sahabatnya itu dengan senyum tengilnya.


"ngomong apaan dho?" tanya Akrom heran.


"ah pake sok polos kalian berdua, ah udah lah males. ke kelas dulu lah, daripada disini jadi obat nyamuk kalian" gerutu ridho hendak melangkahkan kakinya menuju kelas.


"eh brooo, tunggu bentar" Akrom menarik tas ridho yang membuatnya hampir terjengkang ke belakang.


"apaan sih krom? ah hampir kejengkang nih" balas ridho.


"ya tungguin, ke kelasnya kita barengan. masa aku berduaan disini?" pinta Akrom kepada ridho.


"yaudah gih buruan, mau ngomong apa aku tungguin tiga menit" ridho menyilang kan kedua tangan ke dadanya.


"eh, mmmm" Akrom dan Cintya berbicara barengan.


"kamu dulu aja" ujar Cintya.


"kamu aja Bu duluan" jawab Akrom.


"nggak, kamu aja dulu krom, aku habis kamu" balas Cintya.


"kamu dulu aja Bu, nanti baru aku"

__ADS_1


"stop stop stop. dih rebutan suruh duluan, lama nih aku tinggal kalian" gertak ridho yang geram dengan percakapan mereka berdua.


"hmmm yaudah nanti aku hubungi kamu Bu" ucap Akrom dengan malu-malu.


"he'em" Cintya menjawab dengan senyum manisnya.


"hah? gitu doang? setelah ? perdebatan itu tadi?" protes ridho dengan tingkah kakak dan sahabatnya itu.


"hehe. udah ayok balik kelas, brisik kamu dho" ajak Akrom mendorong bahu ridho untuk jalan menuju kelas.


Cintya yang melihat kekonyolan ridho dan sahabatnya itu hanya bisa tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Saat berbalik arah menuju ruang guru, tiba-tiba langkahnya terhenti ketika mendapati pak Rian yang tengah berdiri tidak jauh darinya dan memandang dengan pandangan marah.


"kamu ada hubungan apa dengan anak itu?" tanyanya dengan nada tidak suka.


"oh dia adikku" jawab Cintya acuh.


"yang Akrom?" tanyanya lagi dengan mata sedikit mendelik.


"dia teman adikku, suka-suka lah" Cintya hendak melangkahkan kakinya pergi menuju ruang guru.


"tunggu dulu, aku mau ngomong" cegah pak Rian dengan menarik tangan sebelah kiri Cintya.


"aduh sakit pak, tolong lepaskan!" tangan kanannya menarik tangan pak Rian agar melepaskan tangannya.


"maaf Bu" pak Rian berkata pelan sambil melepaskan tangan Cintya.


"maaf ya pak? saya tidak ada urusan dengan anda. saya menghormati anda sebagai guru disini yang lebih senior dari saya. sebatas itu. tolong jangan ikut campur urusan saya!" ucap Cintya tegas dan meninggalkan pak Rian yang diam mematung ditempatnya.


"maaf Bu, mungkin saya belum bisa sepenuhnya menerima jawaban kamu yang tidak menerimaku!" renung pak Rian dalam hatinya.


Saat sedang menenangkan hatinya, terdengar ponselnya bergetar ada pesan masuk. diambilnya ponsel itu kemudian dibuka pesan yang masuk di sana.


-akrom-


"*kenapa?"


-cintya-


"Kenapa apanya?"


-akrom-


"pak Rian"


-cintya-


"ya gitulah marah-marah gak jelas waktu aku deket sama kamu tadi"


-akrom-


"bukannya udah kamu kasih tau kalau kamu udah nolak dia?"


-cintya-

__ADS_1


"ya gak tau krom, buktinya dia masih kaya ngejar gitu terus?"


-,akrom-


"ya habis kamu sih"


-cintya-


"kok aku? kenapa emang*?"


Kemudian Akrom tidak membalas pesan yang dikirim Cintya. membuatnya penasaran atas kesalahan apa yang menurut Akrom bisa membuat pak Rian terus mengejarnya.


-cintya-


"aku salah apa krom? ih nyebelin nggak dibales"


Pesan itu hanya memberi keterangan sudah dibaca. tapi tidak dibalas oleh Akrom.


"ih beneran ya ini anak nyebelin banget? bikin orang penasaran, pesan nggak dibalas, di baca doang" gemas Cintya dalam hatinya atas perlakuan Akrom.


"Bu Cintya saya minta maaf kelancangan saya tadi" pak Akrom berdiri di depan meja cintya.


"iya nggak papa" jawab Cintya ketus.


"maaf pak saya mau masuk ke kelas" lanjut Cintya tepat saat terdengar bel masuk pelajaran.


Ia berlalu meninggalkan pak Rian yang tengah terdiam mematung di depan meja Cintya tanpa mempedulikannya.


Dia berjalan menuju kelas yang akan diisinya pelajaran sesuai jadwalnya.


Saat sedang mengajar dia masih terfikirkan akan pesan Akrom yang terakhir dikirim. "apa aku ada salah ya hingga pak Rian masih begitu terus? tapi apa? kenapa Akrom nggak ngasih tau?" cemas Cintya dalam hatinya.


Setelah jam istirahat Cintya berencana mencari Akrom, tanpa ia peduli kemungkinan pak Rian melakukan hal seperti pagi tadi.


Saat menyusuri lorong kelas, ia sampai ke kelas Akrom, namun dilihatnya tidak ada Akrom disana. hanya beberapa murid saja yang masih tersisa.


Ketika akan kembali dari kelasnya, Cintya berpapasan dengan ridho yang sedang jalan menuju teras kelas menghampiri teman-temannya.


"dari mana dek?" tanya Cintya.


"eh. dari toilet Bu, ada apa?"


"lihat Akrom?"


"lagi dikantin kayanya. aku tadi ke toiletnya bareng dia ke kantin" jawab ridho.


"yaudah mbak ke kantin dulu" pamit Cintya.


"lah nggak ngajak aku mbak?" tanya ridho dengan wajah bengong.


"nggak, kamu suka makan banyak, habisin uang mbak aja" ejek Cintya sambil menjulurkan lidahnya.


"terserah deh, sana aja lah, nyari orang lain sana aja, adiknya di lupain nggak apa-apa kok. aku kuat" ridho berpura-pura seperti sedang terisak tangis.


"ih lebay kamu dek, jijik deh" Cintya berjalan meninggalkan ridho.

__ADS_1


Dia berjalan cepat menuju kantin dengan harapan Akrom masih disana.


c


__ADS_2