
Kilometer demi kilometer terlampaui, hari semakin gelap membatasi langkah matahari. terdengar sayup-sayup bait demi bait yang luar biasa indah mengalun manis menemani putaran roda berpacu di atas aspal.
"berhenti dulu ya? udah mau adzan Maghrib nih" ajak Akrom.
"iya krom, cari masjid sekalian ya?" jawab Cintya menyetujui.
Akrom menepikan kuda besinya di parkiran sebuah mushola yang berada di tepi jalan, terlihat sepi hanya ada beberapa anak kecil yang sedang bersiap untuk mengumandangkan adzan.
Tak berselang lama, waktu masuk sholat Maghrib sudah tiba. Salah satu anak yang sejak tadi sudah masuk masjid segera mengumandangkan adzan.
Selesai adzan dan melantunkan bait-bait pujian kepada Tuhan sambil menunggu datang jamaah lain, Mereka saling pandang resah seperti menunggu seorang yang tidak kunjung datang.
"pak Imam kemana kok belum datang?" tanya salah satu anak kepada temannya.
"nggak tau juga, jamaah sudah banyak ini juga" jawabnya lainnya sambil melihat-lihat sekitar.
Lalu mereka saling pandang satu sama lain dan berbisik.
"bang, ngimamin jamaah ya?" kata salah satu dari mereka mendatangi Akrom yang sedang duduk di shof belakang.
"yang biasanya ngimamin aja dek" tolak Akrom halus.
"nggak datang kayanya bang, udah lama? nunggunya juga" sahut temannya.
"yang lainnya lagi nggak ada?" tolak Akrom lagi.
"nggak ada bang, kita juga masih baru baligh. Abang disini paling gede" pinta anak yang tadi emgumandangkan adzan.
Akhirnya Akrom mengiyakan karena memang dirasa tidak ada yang lain lagi.
Akrom berjalan maju ketempat imam dan segera iqomah di kumandangkan.
Sedang di tempat jamaah wanita, Cintya merapatkan barisan shof bersiap untuk sholat berjamaah setelah mendengar iqomah.
"ALLOHUAKBAR" terdengar suara takbiratul ikhrom dari imam yang suaranya sudah tidak lagi bagi Cintya.
"Akrom yang mengimami?" gumam Cintya dalam hatinya.
Terdengar Akrom mengalunkan surat al-fatikhah dengan merdunya meski tempo sedikit cepat. Setelah selesai surat al-fatikhah dan disahuti "Aaaaaamiin" oleh semua jamaah, Akrom diam sejenak untuk memberi waktu jamaah membaca surat al-fatikhah dalam hati masing-masing.
Setelah dirasa waktu cukup untuk menyelesaikan. Akrom melanjutkan dengan membaca surat pendek. Hanya satu ayat namun sedikit panjang dengan nada merdunya.
Begitupun rokaat kedua dengan surat pendek yang tetap merdu di lantunkan Akrom.
Setelah selesai Akrom beserta Cintya segera bersiap-siap. ketika sedang akan mengenakan sepatu tiba-tiba hujan turun dengan berangsur semakin deras.
"yaah kok hujan sih? mana jalan masih jauh lahi"
"yaudah tunggu reda aja" jawab Akrom.
"nanti kalau kemaleman gimana krom?" tanya Cintya khawatir.
"kamu telfon orang rumah, bilang kalau masih hujan" Akrom menyarankan.
Cintya mengambil ponselnya untuk menghubungi ibunya.
-ibu-
__ADS_1
"*Assalamu'alaikum nduk"
-cintya-
"wa'alaikumsalam buk, buk Cintya kayaknya pulangnya kemaleman deh, ini lagi hujan deres banget. mana masih jauh lagi"
-ibu-
"kamu masih sama Akrom kan nduk*?" tanya Bu Wiwid cemas.
-cintya-
"ya masih buk"
-ibu-
"haduh gimana ya? coba ibu bilang bapak dulu ya?"
-bapak-
"hallo, gimana nduk?"
-cintya-
"ini Lo pak, Cintya masih jauh tapi ini lagi hujan deres. Cintya mau izin nyampai rumah kemaleman" Ucap Cintya cemas.
-bapak-
"mana Akrom?"
Lantas Cintya memberikan ponselnya kepada Akrom atas permintaan bapaknya.
-*akrom-
-bapak-
"wa'alaikumsalam, gimana krom?"
-akrom-
"maaf pak, saya kemungkinan ngantar mbak Cintya pulangnya larut malam pak, karena ini hujan. atau mungkin saya antar mbak Cintya pulang dulu naik bis pak, motor saya di titipkan disini*" tawar Akrom.
-bapak-
"yasudah gimana baiknya aja krom. kamu juga harus tanggung jawab karena kamu yang bawa Cintya!" tegas pak Rohmad.
-*akrom-
"nggih pak, maaf kalau sudah membuat khawatir. Insya'ALLOH saya jaga Cintya pak"
-bapak-
"iya nggak apa-apa. bapak titip Cintya krom"
-akrom-
"nggih pak kalau gitu saya tutup dulu ya? assalamualaikum"
__ADS_1
-bapak-
"iya hati-hati. wa'alaikumsalam*"
Akrom memutus telfonnya dan memberikan ponsel kepada Cintya.
"kalau kamu antar aku naik bis, terus ngambil motormu gimana?" tanya Cintya.
"ya besok di ambil kesini kan bisa?" jawab Akrom.
"kamu bawa sendiri?" tanya Cintya lagi. yang hanya di jawab dengan anggukannya.
"nggak nggak, nggak mau aku nanti kamu malah repot bolak-balik, kita tunggu aja hujan reda" protes Cintya.
"nggak apa-apa. cuma disini aja kan gak jauh banget?"
"pokoknya nggak, aku nggak mau. kalau kamu tetep ngeyel gitu aku harus ikut waktu kamu ambil motor kesini!"
"ya nggak bisa donk, kamu malah capek nanti. lagian aku cowok jam berapa aja oke, kalau kamu cewek Tya" ucap Akrom berusaha meyakinkan.
"emang kalau cewek kenapa? emang yang bisa terdampak kemungkinan-kemungkinan buruk cuma cewek doang? cowok nggak bisa?" balas Cintya.
"gini deh, aku janji ngajak kamu kalau aku ambil motor kesini. cuma mungkin bukan besok tapi Minggu depan pas libur sekolah. sekarang kita naik bis pulang. gimana?" akrom memberi penawaran sekaligus jalan tengah.
"janji?" tatapan Cintya garang.
"iya janji, yasudah nunggu agak reda kita cari penitipan motor trus kita cari bis arah pulang ya?" ajak Akrom.
"iya" jawab Cintya.
... ------...
Ditempat lain, di rumah Cintya. Pak Rohmad dan Bu Wiwid tampak cemas dengan putrinya yang masih di tengah perjalanan pulang di tengah hujan deras malam ini.
"aduh gimana pak Cintya ini?" cemas Bu Wiwid kepada suaminya.
"udah ibu tenang dong jangan nambah bikin panik, kita doakan mereka berdua baik-baik saja" jawab pak Rohmad mencoba menenangkan istrinya.
"tapi ini sudah masuk malam pak, mana Cintya masih jauh lagi. hujan deras disana" Bu Wiwid berjalan mondar-mandir dengan wajah panik.
"ish ibu ini, mereka juga udah gede kali buk, bisa mikir cari solusi" kini ridho angkat suara karena sudah pusing melihat ibunya berjalan mondar-mandir.
"benar kata ridho, lagian Akrom masa juga berani macam-macam buk? udah ya ibu tenang aja. doain mereka baik-baik saja" sambung pak Rohmad dengan memeluk pundak istrinya itu.
"iya pak, ibuk tetap aja khawatir"
"bapak juga khawatir buk, nggak cuma ibu aja. cuma ya kita doakan saja mereka, insya'ALLOH Akrom bisa jagain Cintya" ucap pak Rohmad meyakinkan.
"iya deh, semoga mereka baik-baik saja ya pak?" Bu Wiwid memandang iba kepada suaminya.
"Aaaaaamiin" jawab pak Rohmad.
"dho, nanti bilang sama Akrom suruh jagain mbak'mu. jangan macam-macam" lanjut pak Rohmad memerintah putranya.
"iya pak, ridho kirim pesan ke Akrom sesuai pesan bapak" jawab ridho sambil mengeluarkan ponsel dari saku nya. untuk mengetikan pesan dan di kirimkan kepada Akrom.
-
__ADS_1
-