
"kamu tidur nyenyak ya? jangan lupa doa dulu nanti kalau mau tidur" ucap Akrom saat sampai di depan hotel.
"kamu nggak tidur didalam?" tanya Cintya heran.
"nggak ah, di mushola aja. biar nggak kegoda syetan" balas akrom.
Cintya hanya mengangguk menandakan setuju.
"yaudah aku kedalam dulu ya? kamu hati-hati krom"
"iya Tya, yaudah aku duluan, assalamualaikum" pamit Akrom.
"wa'alaikumsalam" jawab Cintya melangkahkan kakinya masuk kembali ke kamar hotel. sedangkan Akrom kembali ke mushola untuk tidur.
keesokan harinya, Akrom dan Cintya sudah bersiap untuk kembali melakukan perjalanan pulang. setelah mencari sarapan akhirnya mereka benar-benar melakukan perjalanan pulang yang sempat tertunda karena hujan semalam.
"kamu udah izin krom?" tanya Cintya saat keduanya kini sudah berada di atas motor.
"udah tadi nitip sama ridho, kalau kamu?" tanya balik Akrom.
"udah, nitip sama ridho juga" jawab Cintya sambil meringis.
"kasih tuh anak, hehe" ucap Akrom yang di iringi tertawa oleh mereka berdua.
...-----...
Di tempat lain, ridho pagi-pagi sudah repot sendiri membuat surat izin titipan dari Akrom dan Cintya.
"awas aja kalau pulang nggak bawa oleh-oleh". gerutu ridho saat mengeprint surat izin mereka berdua.
Lalu ridho mengantar surat izin Cintya ke ruang guru, dan mengantar surat Akrom ke ruang BK untuk meminta persetujuan sebelum dibawa ke kelas.
"Akrom kemana dho?" tanya Agus melihat ridho membawa surat izin Akrom.
"lagi di luar kota" jawabnya singkat.
"emang nggak di pesantren tuh bocah?"
"nggak tau, lagi jalan-jalan kali" jawabnya enteng berpura-pura tidak tahu.
"Oalah, trus tadi kamu ke ruang guru ngapain?"
"itu kakakku izin nggak masuk"
"jadi nanti pelajaran matematika kosong dong?" tanya Agus kegirangan.
Ridho hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"emang Bu Cintya kemana dho?" tanya temannya yang lain.
"lagi keluar kota dia. nggak keburu mau balik" jawab ridho.
"wih kok bisa barengan gitu tuh dua anak manusia?" Agus penasaran.
"ya kebetulan aja kali" jawab ridho enteng.
"eh dho, aku lihat si Akrom sama mbakmu kaya sering ke kantin berduaan. mereka ada apa-apa ya?" tanya Agus sedikit berbisik.
__ADS_1
"ada apa-apa gimana maksudnya?" tanya ridho balik.
"ya ada hubungan spesial mungkin" tebak Agus.
"iya ada hubungan guru dan murid"
"nggak mungkin lah kalau cuma guru dan murid doang?"
"sini aku kasih tau" ridho memberi isyarat Agus untuk mendekat.
"tapi harus janji jangan bilang siapa-siapa kau Gus" bisik ridho namun dengan nada tegas.
"iya, apaan sih?" tanya Agus penasaran.
"mereka berdua pacaran, tapi nggak pacaran, gimana sih bingung nyebutinnya" bisik ridho.
"intinya ada hubungan aja deh" lanjut ridho.
"hah serius Lo?" ucap Agus sedikit keras.
"eh buset ini bocah, pelan Napa kampret?" ridho membungkam mulut Agus.
"sorry cuy kelepasan. serius kau?" tanyanya tidak percaya.
"iya, mereka sendiri yang bilang. tapi jangan bilang siapa-siapa". jawab ridho memperingatkan.
"iya nggak aku kasih tau siapa-siapa" jawab Agus.
"gila tuh bocah, kagak pernah deket sama cewek, di deketin juga di tolak Mulu, sekali deket malah sama gurunya sendiri" lanjut Agus dengan sedikit menggerutu.
"aku sendiri aja juga kaget sama pengakuan mereka berdua" balas ridho.
"ya nggak gimana-gimana sih, yang penting tuh bocah bisa jagain kakakku" jawabnya enteng.
"eh bentar, jangan-jangan si Akrom keluar kota sama Bu cintya? tadi kamu bilang mereka keluar kota kan?" tanya Agus menebak.
Ridho hanya menjetikan jari jempol dan telunjuk ke depan wajah Agus sebagai jawaban.
"wah gila sih itu anak, sampai di belain izin"
"awalnya sih rencana malam sampai rumah, cuma di tengah jalan kena hujan deres, nunggu bis nggak dapat, akhirnya nginep di hotel" ridho menceritakan kronologi semalam.
"what? berani banget tuh si Akrom ngehotel bareng mbakmu?"
Ridho menjitak kepala Agus yang membuatnya meringis kesakitan.
"apaan sih kampret. sakit tau" gerutu Agus.
"lagian tuh mulut nggak di sekolahin, mereka sewa kamar sendiri-sendiri"
"oh kirain, maaf bro kagak tau" balas Agus cengengesan.
...-----...
Setelah selesai jam sekolah ridho segera pulang tanpa ada niatan kemana-mana.
Sesampainya halaman rumah telah terparkir motor Akrom di depan teras.
__ADS_1
"Assalamualaikum" salam ridho saat masuk rumah namun tidak ada jawaban.
"eh buset pada kemana tuh orang berdua? di ruang tamu kagak ada. ngapain tuh berdua?" gumam ridho melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.
Sesampainya di ruang keluarga. di dapatinya Akrom sedang tertidur sendirian di atas sofa. Belum sempat ia membangunkan Akrom Cintya sudah muncul dari dapur.
"eh adikku yang ganteng udah pulang" ucap Cintya dengan senyumannya.
"habis ngrepoti aja bilang adik ganteng. biasanya juga nyebelin" gerutu ridho memajukan bibirnya.
"hehehe, nih es biar nggak ngambekan gitu" Cintya menawarkan es jeruk ke ridho.
"mana oleh-oleh buatku?" tagih ridho.
"noh itu di kulkas. mbak bawain kue" jawab Cintya.
"baguuusss. itu baru mbak yang baik hati" puji ridho dengan kedua jempolnya di arahkan ke Cintya.
Mendengar suara ribut membuat Akrom terusik dan bangun dari tidurnya.
"bro bangun, ah sue' habis piknik langsung molor. mana ngrepotin orang lagi" ridho menepuk kaki Akrom.
"Eh ada adik yang ganteng bagai pangeran sudah pulang sekolah. gimana sekolah hari ini? lancar?" ucap Akrom dengan senyum-senyum.
"ah sialan, bangun tidur langsung bisa ngeselin ya kau?" protes ridho.
"hehe, maaf bro, karena ada masalah tehnis dari alam, jadi semalam nggak bisa pulang" ucap Akrom.
"mbakku aman kan?" tanya ridho.
"Alhamdulillah aman" jawab akrom singkat.
"iyalah aman, orang kaya singa betina gitu genderuwo juga takut dengan sendirinya" ledek ridho yang langsung dibalas dengan tatapan tajam Cintya. sedang Akrom hanya tertawa kecil mendengar kalimat ridho.
"wah kurang ajar nih bocah, berani ya ngatain mbaknya macan betina?" Cintya melempar bantal sofa kearah kepala ridho.
"ampun mbak" ridho berusaha menepis serangan Cintya.
"bapak sama ibu kemana?" tanya Akrom melerai kedua kakak-adik itu.
"ya nggak tau bro, tau sendiri yang datang duluan siapa? malah tanya aku?" jawab ridho.
"iya juga ya?" Akrom cengengesan menjawab ridho.
Tak berselang lama terdengar salam dari luar yang lalu mereka jawab serentak.
"ya ampun anak ibuk, baru pulang nduk?" ucap Bu Wiwid memeluk putrinya.
"anak ibu cuma mbak Cintya ya?" protes ridho.
"iya iya, kamu juga anak ibuk" jawab Bu Wiwid sambil mengacak-acak rambut ridho.
"datang jam berapa krom?" tanya pak Rohmad.
"jam 11 tadi pak, maaf ya pak Akrom semalam nggak bisa langsung bawa mbak Cintya pulang" jawab Akrom dengan kepala menunduk.
"udah nggak apa-apa. yang penting kalian nggak kenapa-kenapa, yang penting kamu bisa bertanggung jawab jaga Cintya krom" balas pak Rohmad menepuk pundaknya.
__ADS_1
"terimakasih pak" ucap Akrom pelan.
Lalu mereka berlima ngobrol di ruang tengah. sebelum akhirnya Akrom pamit pulang ke pondok setelah hari menjelang sore.