Cinta Santri Dan Guru Sekolah

Cinta Santri Dan Guru Sekolah
"Pulang" by: Float


__ADS_3

Senyum manis masih setia menghiasi wajah Cintya. kenyamanan saat bersama Akrom adalah sebuah hadiah yang indah dari Tuhan. juga dengan berbagai keterbatasannya.


"ayo mbak pulang? sudah sore" ajak Akrom setelah melirik jam tangan yang berada di tangannya.


"iya Krom" jawab Cintya menuruti ajakan Akrom.


Lalu mereka berdua turun dari tebing tempat mereka menikmati siang itu, menuju parkiran untuk mengambil motor Cintya yang mengantar mereka sampai di tempat itu tadi siang.


"Krom kamu yang bawa ya?" pinta Cintya sambil meringis memelas.


"iya mbak" jawab Akrom lalu mengambil kunci yang di serahkan oleh Cintya.


Dengan tanpa mengenakan helm, Akrom mengendarai motor bersama Cintya yang berada di belakang, yang beratribut lengkap termasuk helm. karena memang tanpa persiapan Akrom diajak oleh Cintya kesini.


"mbak, mampir bengkel ya? ambil motor. nanti aku antar kamu pulang bareng-bareng" ujar Akrom di tengah perjalanan mereka.


"iya Krom" jawab Cintya.


"kamu belum bilang sama ibu kamu Krom?" lanjut Cintya menanyakan perihal izinnya ke ibunda Akrom.


"belum, belum mampir rumah. besok aja" jawabnya sambil konsentrasi menyetir motor.


"awas aja kalau nggak cepet-cepet bilang" ancam Cintya dengan mata melotot yang bisa di lihat Akrom dari kaca spion.


"iya mbak, iya aku cepet-cepet bilang" balas Akrom sambil tertawa ringan melihat ekspresi Cintya.


Setelah masuk di area kota. Akrom membelokan motor kearah bengkel bang Safi'i untuk mengambil motornya terlebih dahulu.


"Assalamualaikum bang" salam Akrom dan Cintya hampir bersamaan.


"waalaikumsalam" jawab bang Safi'i kemudian menyalami mereka berdua.


"wah bu, yang di cari-cari sudah ketemu ya?" tanya bang Safi'i sambil tersenyum-senyum menggoda.


"eh, hehe iya bang" jawab Cintya malu-malu.


"siapa yang di cari?" tanya Akrom yang tidak tahu menahu dengan yang mereka maksud.


"bocah ilang bro" ledek bang Safi'i di iringi oleh tertawanya.


"sudah nggak penting. ayo Krom sudah sore nih" ujar Cintya menyudahi pembicaraan mereka.


"eh iya, bang mau ambil vespa" Akrom mengutarakan maksud mereka berdua datang ke bengkel.


"oh, itu bro. emang udah sehat kau?" tanya bang Safi'i sambil menunjuk ke pojok bengkel tempat vespa Akrom terparkir.


"aku ambil ya bang?" izin Akrom mengambil vespanya.


"iyalah kau ambil Krom. kalau nggak menuhin bengkel aja" seloro bang Safi'i dengan gurauannya yang khas.

__ADS_1


"ya ampun nitip sebentar doang kali bang" gerutu Akrom sambil menuntun vespanya keluar.


Disana terlihat helm Akrom juga masih menggantung dengan manisnya di vespa miliknya.


"yuk mbak?" ajak Akrom untuk cepat-cepat pulang dimana hari sudah menuju petang.


Setelah berpamitan dengan bang Safi'i, Akrom kembali melajukan motornya tepat berada di belakang motor Cintya untuk mengantarnya pulang.


...-----...


Dan lalu


Rasa itu tak mungkin lagi kini


Tersimpan di hati


Bawa aku pulang, rindu Bersamamu Mm-hmm


Dan lalu


Air mata tak mungkin lagi kini


Bicara tentang rasa


Bawa aku pulang, rindu Segera


Jelajahi waktu


hati kala biru


Dan lalu


Sekitarku tak mungkin lagi kini


Meringankan lara


Bawa aku pulang, rindu Segera


Dan lalu


Oh, langkahku tak lagi jauh kini


Memudar biruku


Jangan lagi pulang


Jangan lagi datang


Jangan lagi pulang, rindu Pergi jauh

__ADS_1


Song by: Float "Pulang"


...----...


Begitu tenang lagu yang di putar melaui earphone Akrom menemaninya mengarungi jalanan menuju rumah Cintya.


"Assalamualaikum" salam Cintya sembari masuk ke ruang tamu rumahnya.


"masuk Krom" ajak Cintya meminta Akrom untuk mampir terlebih dahulu.


"iya mbak" jawabnya lantas duduk di kursi ruang tamu. Cintya meninggalkannya masuk ke dalam rumah untuk memanggil orang tuanya ada Akrom datang kerumah. berikut juga dengan Ridho.


"yah, dirumah nggak ada orang Krom" ujar Cintya setelah balik dari dalam rumahnya.


"yaudah, aku pulang aja mbak, salam buat orang rumah" pamit Akrom buru-buru setelah tahu tidak ada orang dirumah selain mereka berdua.


"gitu ya? nggak nungguin mereka?" tanya Cintya yang dibaliknya ada pengharapan untuk Akrom sejenak singgah dan bercengkrama bersama. namun ia juga tahu bahwa pengharapannya untuk ini tidak begitu bisa terwujud.


"kapan-kapan aja deh mbak, aku mampir lagi Insya'ALLOH" tolak Akrom dengan halus.


"Assalamualaikum mbak" salam Akrom sembari berjalan keluar untuk memakai sepatunya lagi.


"waalaikumsalam" jawab Cintya memandangi punggung muridnya yang tengah berjalan keluar dari rumahnya.


"Krom jaketnya" ujar Cintya sedikit berteriak hendak melepas jaket yang sejak tadi masih nyaman mendekap tubuhnya.


"pakai aja mbak, kamu tiap pagi kesekolah jarang pakai jaket, itu waterproofing kok. aman kalau nembus embun pagi" jawab Akrom secara tidak langsung menghadiahkan jaketnya untuk Cintya.


"hehe, yaudah makasih ya?" ucap Cintya tersenyum riang dengan manjanya.


"iya mbak, duluan" balas Akrom yang kini sudah benar-benar berjalan keluar dari halaman rumah Cintya dengan Vespanya.


"hati-hati" teriak Cintya saat Akrom sudah hampir keluar dari halaman rumahnya. bersama lambaian tangannya.


Cintya tersenyum dengan manisnya melihat sosok Akrom yang kian lama kian jauh dan menghilang dari penglihatannya. rasa nyaman di hatinya menjalar memenuhi relung jiwa.


Saat hendak berbalik kedalam rumah, tak sengaja tangan Cintya menyentuh saku jaket Akrom yang dirasanya ada sesuatu kotak yang berada di dalamnya.


"apa nih?" Gumamnya menerka benda apa yang terdapat di dalam saku jaket Akrom.


Cintya membuka resleting saku dan merogoh ke dalamnya. dan menemukan dua benda yang terdapat di dalamnya. dengan segera ia mengeluarkannya. "Rok*k?" pekik Cintya sedikit keras mengetahui apa yang ada di dalam jaket Akrom.


"Akrom ngerok*k?" tanya Cintya pada dirinya sendiri. muncul rasa kecewa bercampur kaget setelah menemukan sebungkus rok*k yang tinggal separuh dan sebuah korek dari saku jaket milik Akrom.


Cepat-cepat ia menuju kamarnya. memasukan rok*k yang terdapat di saku jaket miliknya kedalam tas milik Cintya. Untuk ia konfirmasikan besok kepada Akrom saat mereka bertemu di sekolah.


Benar saja. keesokan pagi sebelum bel istirahat berbunyi, Cintya mengirim pesan untuk Akrom berisi ajakan untuk bertemu di kantin. namun oleh Akrom di balas kalau hari ini ia tidak ingin makan. dan ketika di tanya oleh Cintya alasannya. Akrom tidak membalasnya. hanya menyisakan sebuah tanda bahwa ia telah membaca pesan dari Cintya. namun lama di tunggu tidak muncul jawaban.


Cintya merasa curiga, apakah Akrom menyadari kalau rok*knya tertinggal di jaket yang dikenakan Cintya? hingga menghindari untuk bertemu karena Akrom enggan untuk di introgasi kesekian kalinya dalam hari-hari ini? atau ia tidak ingin ketahuan lebih jauh.

__ADS_1


Berbagai spekulasi muncul dalam benak Cintya atas jawaban dari pesan yang ia kirimkan menuju Akrom. Terkesan menghindarinya.


__ADS_2