Cinta Santri Dan Guru Sekolah

Cinta Santri Dan Guru Sekolah
Bab Dua Puluh Satu. di sekolah


__ADS_3

(Author POV)


keesokan harinya di sekolah. sesuai saran ridho, cintya meniatkan untuk memberi jawaban kepada pak Rian agar tidak ada salah faham dikemudian hari.


"pak maaf, saya mau bicara" ucap Cintya ketika berpapasan dengan pak Rian.


"iya Bu, soal apa?" tanyanya ramah.


"soal kedatangan bapak kerumah saya kapan hari, saya ma-" ucap Cintya dengan pelan yang kemudian di potong oleh pak Rian.


"soal itu? nanti aja ya kita ketemu di kantin biar enak" potongnya sambil tersenyum.


"eh kenapa nggak disini saja pak?" protes Cintya.


"sekarang waktunya mepet, nanti aja kan kita sama-sama senggang" sambil matanya mengedip.


"tapi pak" Cintya coba meneruskan permbicaraan di antara mereka.


"nanti aja lah Bu Cintya, kamu udah nggak sabar banget ya mau bilang menerima ku? kan kalau diwaktu senggang lebih enak kan?" sambil tangannya memegang lengan Cintya dan tersenyum kearahnya.


"tolong jangan pegang-pagang pak. malu di lihat orang lain" Cintya menepis tangan itu untuk menyingkir.


"ya nggak apa-apa kan Bu? namanya sama calon sendiri orang lain pasti memaklumninya kan?" lanjut pak Rian menggodanya.


"sudah ya Bu, nanti aja istirahat kita ke kantin. sampai bertemu lagi nanti ya?" matanya mengerling kearahnya.


Cintya hanya terdiam bingung melihat punggung pria itu sudah berlalu dari depannya.


'lah kok jadi gini? PD banget deh itu orang? heran" gerutu Cintya sambil berjalan menuju kantor.


"tapi gimana ya? kasihan juga kalau aku tolak mentah-mentah, tapi aku memang tidak menginginkannya' Cintya sedang duduk mengurung keningnya.


"sudah Cintya, kamu harus jujur kepadanya, kamu harus menyelesaikan ini, jangan buat kesalah fahaman dengan Akrom di waktu nanti" Cintya meyakinkan dirinya sendiri.


"kenapa kamu Bu? kok kelihatan murung begitu?" tegur Bu Amel yang baru masuk kantor.


"eh, Bu Amel, nggak kenapa-kenapa Bu" jawabnya sambil tersenyum dipaksakan


"kamu sakit Bu?" khawatir Bu Amel.


"enggak Bu, cuma lagi kefikiran sesuatu aja"


"lagi mikirin jodohnya ya?" goda Bu Amel.


"ah enggak Bu, saya mau ke toilet dulu Bu" pamit Cintya untuk menghindari pertanyaan Bu Amel lebih jauh.


 


sedang didalam kelas. ridho berjalan menuju mejanya,. disana sudah ada Akrom yang sudah terlebih dahulu datang.


"eh si Abang ganteng sudah datang" sapa ridho sambil bersalaman kepada Akrom.


"hmmmm, lebay amat dho?" tanyanya heran.


"yah si Abang malah ngatain lebay" dengan alis dinaik turunkan sambil sikunya menyenggol tangan Akrom.

__ADS_1


"kerasukan setan ya dho?" Akrom menjauhkan badannya dari ridho, seperti orang yang jijik.


"hahahaha" hanya tertawa yang menjadi jawaban ridho.


"heh, awas kamu ya kalo nyakitin kakakku" bisik ridho tegas, sambil kepalanya menoleh kiri-kanan memastikan tidak ada orang yang dengar.


"hah, maksudnya?" Akrom kaget.


"pake pura-pura segala krom, ketahuan kamu kemarin bolos" jawabnya pelan.


"hah, apaan?" tanyanya lagi.


"cplas" suara ridho mendaratkan keras telapak tangannya dilengan Akrom.


"aduh apaan sih demit?" tangannya menggosok-gosok bekas tamparan tangan ridho.


"masih pura-pura aja sih kau" gerutu ridho.


"emang kamu tau?" tanya Akrom kaget.


"iyalah, ponakan si Connan aku mah" balas sambil tertawa pelan.


Akrom hanya tertawa nyengir. mendengar pengakuan temennya itu.


"tapi jangan bilang siapa-siapa ya bro?" bisik Akrom.


"tenang, cuma aku doang yang tau, tapi awas kau nyakitin mbakku" melotot matanya tajam melihat Akrom


"iya, Insya'ALLOH aku jagain broo" sambil tersenyum dia menjawabnya.


"kok bisa sih kau suka mbakku? dia kan cerewet dan galak krom?" goda ridho.


"serah kau aja deh krom. cuma kaget aja aku kemarin"


"kaget kenapa?" Akrom menoleh heran.


"ya gimana nggak heran, kamu aja sama cewek lain kayak jijik gitu krom, sama mbakku mau kau?" tanyanya pelan.


"yang penting nggak aneh-aneh aja sih" Akrom tersenyum memamerkan giginya.


"iya deh, percaya sama kamu krom"


"nah gitu, adik yang pintar, nurut sama masmu ya?" goda Akrom balik.


"yah kamu masih calon bro ah" gerutu ridho.


lalu Akrom tertawa mendengare gerutu temannya "iya deh iya".


lalu mereka mengikuti pelajaran hari ini.


setelah terdengar bel istirahat, "kemana dho?" tanya Akrom saat ridho beranjak dari kursinya.


"mau ke kelas sebelah, nyariin Miko" jawabnya meninggalkan Akrom yang sedang meneruskan tugasnya.


"yuk bro ke kantin, laper nih" ajak agus kepada Akrom.

__ADS_1


"bentar gus, nyelesaiin ini bentar. nanggung" matanya masih fokus mengerjakan tugas di atas mejanya.


"yaudah aku tunggu, nanti nyontek ya?"


"dih, enak amat hidupmu? males ah"


"pelit amat krom? dikit aja ntar ya?" rengek Agus.


"yaudah iya, ntar nangis kau?" ledek Akrom.


"ah kampret kau krom" jawabnya bersungut-sungut.


setelah tugas selesai, lalu ia merapikan buku-buku dimejanya.


"yaudah yuk, keburu habis ntar" ajak Akrom.


"berangkat lah. gas" sahut agus semangat.


sesampainya di kantin mereka langsung memesan makanan dan duduk di kursi yang masih kosong.


"krom Bu Cintya makin cantik aja ya? udah pinter, manis. cuma sayang kesempatanku godain sudah sirna" celetuk Agus mengagetkannya.


"hah, masa Agus juga tahu soal hubunganku dengan Cintya?" cemas Akrom dalam hati.


"maksudmu?" Akrom coba memastikan.


"nah itu lihat" jawab Agus sambil menunjukan meja di ujung kantin dengan sorot matanya.


Akrom mengikuti arah mata Agus yang sedang menunjuk kearah dua orang pria dan wanita saling duduk berhadapan menikmati sajian di meja kantin.


matanya melotot memandang mereka. hatinya terasa panas menyaksikan itu kejadian didepan matanya.


"pak Rian tempel ketat terus sama Bu Cintya, tau aja sih guru satu itu ada barang bagus?" gerutu Agus yang cuek sambil memakan sotonya.


"lah krom, kenapa itu mata melotot kaya gitu? kesurupan kau?" lanjut Agus yang melihat Akrom bengong dengan wajah memerahnya.


"eh, nggak apa-apa Gus, cuma mau ke toilet aja rasanya" jawab Akrom beralasan.


"yah krom, Baru juga makanan Dateng masak udah di tinggal itu?"


"nggak, aku habisin dulu habis itu ke toilet" jawab Akrom cepat-cepat menghabiskan makanannya.


"aku ke toilet duluan gus, nitip bayarnya ya?" pamit Akrom sambil memberi uang seharga makanan yang tadi dipesannya.


Akrom menuju arah toilet yang kebetulan melewati depan meja yang sedang di duduki Cintya dan pak Rian.


Akrom berjalan didepan mereka dan milirik sinis kearah Cintya yang sedang fokus berbicara dengan orang yang ada di depannya.


"brugh, prak" Akrom menabrak meja yang ada disebelah meja Cintya, dan membuat perhatian sekitarnya tertuju kepadanya.


"sorry bro, nggak sengaja" kata Akrom pada siswa-siswa meja itu.


"ya bro, nggak apa-apa. lain kali hati-hati" jawab salah satu dari mereka.


lalu diliriknya Cintya yang kini melihatnya dengan wajah bengong, seperti ada kecemasan.

__ADS_1


lalu Akrom berjalan begitu saja menuju toilet.


"


__ADS_2