Cinta Santri Dan Guru Sekolah

Cinta Santri Dan Guru Sekolah
Dipanggil Ke Ruang BK.


__ADS_3

Keesokan harinya, saat sedang pelajaran Akrom di panggil oleh guru BK untuk menuju ruangannya.


"ada apa Krom?" tanya Agus dan Ridho bersamaan.


"nggak tahu" Akrom mengangkat kedua bahunya.


Semua murid seisi kelas serta guru yang tengah mengajar kaget dan heran. Dimana mereka mengenal Akrom adalah siswa yang pendiam tidak pernah berbuat masalah, namun pada hari ini ada panggilan dari guru BK.


"Assalamualaikum" sapa Akrom saat akan memasuki ruang BK tersebut.


"waalaikumsalam, silahkan masuk" jawab guru BK dan kepala sekolah. sedang di dalam ruangan sudah ada kepala sekolah, guru BK, beberapa guru, satpam yang kemarin sore menolongnya di parkiran serta Dio dan kedua temannya.


"silahkan duduk, langsung ke topik pembicaraan saja ya? kalian kenapa kemarin sore berantem di sekolahan?" tanya guru BK kearah Akrom dan Dio CS.


"dia yang nyerang saya dulu pak" jawab Dio langsung.


"bisa bapak ceck di CCTV pak, siapa yang nyerang dulu" imbuh teman Dio dengan senyuman sinis.


Akrom hanya diam saja tidak menjawab karena jika di lihat dari gambar CCTV saja maka memang terlihat jelas Akromlah yang memulai perkelahian dengan menyerang Dio terlebih dahulu.


"baik, coba kita lihat bersama-sama bagaimana yang terekam oleh CCTV" ucap guru lainnya.


Semua yang ada di ruangan itu melihat rekaman CCTV dengan seksama, disana terlihat Dio beserta kedua temannya sedang asyik mengobrol di parkiran tiba-tiba Akrom datang dan tanpa basa-basi menghantam Dio hingga tersungkur.


"sudah jelas kan pak? kami tidak memulai?" ucap Dio dengan senyum sinis penuh kemenangan.


"lalu apa alasan kamu melakukan itu Krom?" tanya guru BK kepada Akrom.


"kamu dan kalian tahu sendiri kan? kalau berkelahi sangsinya apa? tidak naik kelas sampai bisa di keluarkan dari sekolah. apa lagi kamu kelas tiga. mau tidak lulus?" lanjut guru BK dengan nada sedikit tinggi menghakimi.


Akrom tidak menjawab ke arah guru BK yang menanyainya. namun ia berkata ke arah kepala sekolah.


"maaf pak, sedikit masukan dari saya. mohon kedepannya CCTV di sekolah ini di lengkapi yang ada audionya. jangan hanya menangkap gambar saja. karena anda semua tidak akan tahu apa yang sedang di bicarakan" ucap Akrom sopan namun sangat terlihat serius.

__ADS_1


"kalau saya menjelaskan apa yang saya dengar dari pembicaraan mereka yang menjadi alasan saya menyerang mereka, saya tidak yakin akan membuat anda semua percaya. toh saya sendirian dan mereka bertiga. tidak akan ada yang mau mengalah dan jujur dari argumen ini" lanjut Akrom menunjuk ketiga adik kelasnya itu.


Sedangkan kepala sekolah yang mendapat perkataan seperti itu dari muridnya hanya bisa terdiam, perkataan itu terasa seperti tamparan keras untuk kondisi fasilitas sekolahnya.


"terimakasih untuk masukannya nak, akan kami tingkatkan kedepannya" jawab kepala sekolah.


"lalu apa alasanmu menyerang mereka?" lanjut kepala sekolah menunjuk Dio cs.


"kalau menurut mereka karena apa pak?" tanya balik Akrom menatap tajam ke arah Dio.


"baik, kalian bertiga berbicara apa?" tanya kepala sekolah kepada Dio cs sambil menghembuskan nafasnya berusaha sabar dengan jawaban Akrom.


"kami nggak bicara apa-apa pak, hanya ngomongin mau nongkrong aja, bener nggak?" jawab Dio yang lalu bertanya kepada temannya.


"bener pak, nggak ada hubungannya sama dia" imbuh teman Dio menunjuk Akrom.


"baiklah. kalau versimu apa kok sampai kamu menyerang mereka?" kini kepala sekolah bertanya lagi kepada Akrom.


"namun saya tidak berharap anda akan percaya, karena mereka bertiga bisa mengelak dan memenangkan jumlah vote untuk kesaksian" lanjut Akrom setelah dirinya lebih tenang.


"di tempat itu tidak ada saksi lain?" tanya kepala sekolah kepada Akrom.


"saya tidak mengetahui, saat itu saya sedang mengerjakan tugas saya sendirian di kelas. saya tidak melihat di sekitar, saya keluar hanya perlu menghampiri mereka" jawab Akrom tenang.


"pak satpam juga tidak ada disana?" kini ganti guru BK yang bertanya.


"saat itu saya sedang di pos satpam pak, saya datang ketika sudah terjadi keributan dan saya melerai mereka" jawab pak satpam.


"saya jadi bingung dengan masalah ini. karena saya tidak yakin kamu berbuat tanpa alasan" ucap guru BK kepada Akrom yang di kenal memang murid pendiam tidak suka membuat ulah.


"dan kalau kalian juga memang suka bikin onar di sekolah. hanya saja masih tidak ada bukti" lanjut guru BK memijit keningnya.


Semua guru dan satpam di ruang itu terdiam bingung dengan masalah ini, juga karena tidak bisa lebih mendalaminya karena kendala bukti.

__ADS_1


"boleh saya bantu memecahkan masalah ini?" ucap Akrom mengagetkan semua hadirin.


"silahkan" kepala sekolah mempersilahkan Akrom untuk mengutarakan idenya.


"maaf. bisa minta waktunya dulu kita bicara berdua pak di ruang lain?" tanya Akrom kepada kepala sekolah.


"baiklah" kepala sekolah bangkit mendatangi Akrom yang berdiri di depan meja.


"yah pak, kalau dia bicara privat bisa aja dong bicara yang tidak-tidak tentang kami tanpa bisa kami tahu mana yang benar mana yang mengada-ada" protes Dio.


"tenang saja. silahkan pak, ini bapak bawa dan dokumentasikan apa saja yang kita bicarakan di ruang lain. ini menjadi bukti dan akan saya tunjukan setelah selesai ide saya di jalankan" balas Akrom menyerahkan ponselnya kepada kepala sekolah setelah ia membuka aplikasi kamera dan siap merekam video untuk mendokumentasikan percakapannya dengan kepala sekolah agar bisa digunakan sebagai barang bukti mereka tidak membicarakan selain ide Akrom.


"benar, saya rasa itu sudah cukup impas. Akrom bisa memberikan idenya untuk masalah ini dengan privat namun nanti setelah selesai menjalankan idenya dan tahu hasilnya, kita lihat video rekaman ini bersama untuk menentukan hasil akhir dari masalah ini. gimana?" kepala sekolah membenarkan solusi Akrom agar sama-sama bisa di temukan bagaimana kenyataan sebenarnya.


"benar pak, saya juga merasa itu impas" jawab guru BK.


"saya juga setuju pak" imbuh guru lainnya juga pak satpam.


Sementara Dio cs hanya terdiam tidak lagi bisa membantah keputusan dari kepala sekolah.


"baik kalau begitu, kami akan membicarakan dulu. ayo Krom" ajak kepala sekolah menuju ruangannya untuk membicarakan ide.


"maaf pak sebelumnya, bisa bapak rekam mulai sekarang karena pembicaraan kita setelah keluar ruangan hanya antara bapak dan saya. tidak ada orang lain yang tahu" jawab Akrom.


"oke. ini saya pegang karena kamu yang di curigai bersalah" tagas kepala sekolah meminta kendali ponsel Akrom.


"silahkan pak, saya tidak akan mengintervensi" jawab Akrom tenang.


"baik, sudah saya rekam. kita jalan ke ruangan saya" ajak kepala sekolah.


"baik pak, mari" jawab Akrom.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju ruang kepala sekolah dengan ponsel Akrom masih setia aktif merekam semua tindakan dan ucapan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2