Cinta Santri Dan Guru Sekolah

Cinta Santri Dan Guru Sekolah
Menjelang Petang


__ADS_3

Roda masih berputar seiring senja menjelang di pelupuk langit. mengejar petang tak terlalu gelap dijalan.


"suka bebek?" tanya Akrom saat sudah tiba di area jejeran warung di tempat itu.


"boleh krom" jawab Cintya.


Setelah sampai di warung yang menjual bebek goreng, lalu Akrom menghentikan motornya dan brdua segera turun untuk menunaikan makan siang yang tertunda.


Lalu mereka bergegas pulang setelah selesai makan. "kamu langsung ke pesantren atau ke bengkel Krom?" tanya Cintya setelah berlalu dari temoat makan.


"aku turun depan gang rumahmu aja mbak, aku naik bus ke pesantren" jawab Akrom.


"nggak, kalau gitu kamu ke pesantren aja aku antar. toh jalannya kerumah juga rame kan?" protes Cintya.


"nggak usah mbak, kamu kejauhhan nanti pulangnya. masa iya cewek jalan sendiri sore-sore gv iini?" tolak Akrom yang juga tidak mau meninggalkan Cintya sendirian.


"nggak mau, aku mau nganter kamu ke pesantren, setidaknya ini mungkin aku terakhir antar kamu kesana saat kamu masih jadi santri disana" pinta Cintya.


"tapi mbak, kan jauh?" masih dengan penolakan Akrom untuk tidak mereppotkan seorang wanita yang ia ajak keuar setengah hari ini.


"sekali nurut kenapa sih Krom? seharian aku sudah nurutin kamu lo" gemas Cintya pada Akrom.


Akhirnya Akrom haya bisa pasrah menuruti permintaan Cintya kali ini. Laju motor ia arahkan menuju pesantrennya, tidak menuju rumah Cintya seperti rencana awalnya.


"kamu serius ini gak apa-apa ngantter aku kesini? gak ke rumah aja?" tanya Akrom lagi meyakinkan Cintya.


"iya Krom, bawel banget sih?" geram Cintya yang masih ribet saja untuk menuruti permiintaanya.


"yasudah disini aja ya? jangan deket depan gerbang, gak enak sama keamanan" pinta Akrom.


"iya nggak apa-apa" jawab Cintya dengan senyumnya karena permintaanya kali ini di turuti oleh Akrom.


"kamu nggak sembahyang maghrib dulu? sudah mau waktunya ini" tanya Akrom sembari melihat jam di tangan kirinya.


"memang boleh orang luar pondok sembahyang di masjid?" tanya Cintya.


"ya boleh lah, masa nggak boleh sembahyang di masjid?" jawab Akrom.


"yasudah aku ke masjid duluan Krom" Cintya bergantian duduk di jok motornya setelah Akrom turun.


"iya mbak, terimakasih banyak ya untuk hari ini?" senyum tulus mereka berdua saling beradu.


"yaudah, aku masuk duluan mbak. Assalamualaikum." pamit Akrom hendak berjalan menuju lingkungan asrama putra yang telah menjadi rumah keduanya.


"iya Krom, Waalaikumsalam" jawab Cintya lalu berlalu beserta sepeda motornya untuk masuk lingkungan masjid dan memarkirkannya di tempat parkir depan masjid.

__ADS_1


Disana telah ada banyak santri baik putra maupun putri, ada yang tengah santai-santai, ada yang sedang lalaran ataupun tengah ngobrol antar sesama santri.


Cintya segera menuju tempat wudhu untuk mengantri, karena Akrom telah memberi tahunnya kalau waktu sholat sudah dekat akan banyak santri yang datang makan akan semakin ramai dan panjang antriannya.


Benar saja, setelah datang waktu maghrib tiba, mendadak masjid di sesaki oleh para santri, dan tetap ada pemisah untuk putra dan putri. Cintya merasakan sangat nyaman sekali dengan keramaian sholatnya berjamaah kali ini,


Seusai Sholat dan berdoa bersama hampir semua santri telah membubarkan diri, lalu Cintyapun juga ikut membubarkan diri stelah selesai merapikah mukenanya. saat berjalan menuju parkiran ia melihat Akrom yang baru keluar masjid bersama satu temannya yang akan kembali menuju kelasnya untuk memulai rutinitas mempelajari ilmu agama.


"hey" spontan sapa Cintya pada seorang lelaki bersarung yang lewat di hadapannya itu.


"eh, aku duluan mbak" balas lelaki itu yang kaget atas sapaan itu, karena ia selalu menunduk ketika bertemu lawan jenisnya.


"iya" senyum Cintya menyadari bahwa ia sedang berada di lingkungan pesantren.


Lalu Cintya segera berdiap diri untuk pulang ke rumahnya.


Sedang disana, Akrom yang menjadi bulan-bulanan Dimas dengan pertanyaannya, "siapa Krom?"


"guruku sekolah" jawab Akrom singkat.


"kok panggil mbak? kenapa nggak bu?" tanya Dimas lagi yang masih penassran.


Akrom hanya diam enggan menjawab.


"oh itu guru yang kamu ceritakan tempo hari?" tebak Dimas yang masih tidak dijawab oleh Akrom.


"iya benar, aku sangat beruntung. makanya aku tidak ingin orang tahu, agartidak ada yang mengganggunya" jawaban Akrom membenarkan.


"Lah, mana iya aku ganggu milik temanku sendiri?" protes Dimas.


"bukan kamu, tapi kamu tahu maksudku" ucap Akrom.


"oh, aku paham maksudmu. diganggu karena kamu" tebak Dimas lagi.


"iya, sebaiknya kamu juga menolongku untuk tidak memberi tahu siapa-siapa" pinta Akrom.


"yess. bukan perkara sulit" setuju Dimas.


 ------


Hari berganti dan waktu sekolaah menjadi sebuah rutinitas untuk kedua insan itu bertemu.


"Krom, mulai sekarang belajar lebih rajin ya? minggu depan kan ujian?" ujar Cintya saat bertemu Akrom di parkiran sekolah.


"baik bu, kamu nunggu ujian?" tanya bali Akrom.

__ADS_1


"iya Krom, tapi di sekolah lain" jawab Cintya.


"oh, kalau gitu kamu berangkat sama pulang aku jemout dan antar" pinta Akrom.


"hah, nngapain? konsentrasi ujian deh" tolak Cinntya.


"udah, nurut aja deh toh juga gak di sekolah sendiri gak ada yang tahu" paksa Akrom.


"hemmm, terserah kamu deh Krom" pasrah Cintya menuruti keinginan Akrom.


"oke, mulai senin aku jemput kamu kerumah" ujar Akrom hendak menyelesaikan pembicaraan mereka.


"tumben kamu bawa motor ini?" tanya Cintya yang belum ingin usai pemcakapan mereka.


"kan vespaku belum masih di bengkel buk?"


"oh iya, emang belum rampung?" tanya Cintya lagi.


"sudah sih, cuma belum aku ambil" jawab Akrom.


"mau nggak nanti kita ambil? aku anterin" tawar Cintya.


"emang kamu nggak repot nanti?" tanya Akrom balik.


"enggak ada" jawab Cintya.


"yasudah nanti aku kabari bu, aku duluan ke kelas" ujar Akrom hendak pamit.


"iya Krom, ini juga sudah mau bel masuk"


"iya bu, Assalamualaiikum" pamit Akrom.


"waalaikumsalam" jawab Cintya yang bersamaan pergi ke tempatnya masing-maasing.


Waktu pelajaran berlangsung dengan seksama, dimana semua siswa kelas tiga kali ini sangat serius untuk menghadapi ujian nasional yang akan dihelat dalam hitungan hari lagi,


"nanti aku tunggu di depan sekolah" ketik Akrom dalam ponselnya akan ia kirim pesan itu untuk Cintya.


"oke bos" jawab Cintya yang tidak lama setelah Akrom mengirimkannya.


Seusai jam pelajaran hingga siang, sesuai janji mereka berdua. Akrom benar menunggu Cintya di depan sekolahnya untuk berdua mengambil vespa Akrom di bengkel.


"yuk" sapa Cintya yang menghentikan motornya di sebelah Akrom.


"kerumahku dulu ya? ngantar motorku ini baru ke bengkel" pinta Akrom persetujuan dari Cintya.

__ADS_1


"oke Krom" jawabnya lalu berdua berjalan beriringan di atas motor masing-masing.


__ADS_2