Cinta Santri Dan Guru Sekolah

Cinta Santri Dan Guru Sekolah
Mengantar Cintya Pulang


__ADS_3

"ngomongin apa kok serius banget" tegur Bu maftukhah yang sudah datang menghampiri mereka.


"nggak ngomongin apa-apa kok Bu" jawab Akrom enteng.


"nduk, tolong di maklumi ya kalau ayahnya Akrom suka to the point kalau ngomong, gak pakai basa-basi" ujar Bu maftukhah.


"iya Bu, nggak apa-apa. beliau sepertinya begitu karena sayang dengan keluarga dan saya juga merasa di perhatikan Bu" jawab Cintya.


"ya begitulah, selalu memiliki cara tersendiri untuk mencintai keluarganya. kaya Akrom itu, kamu besok-besok harus ekstra sabar menghadapi laki-laki macam anak ibu ini susah di tebak" ujar Bu maftukhah lagi dengan menyenggol tangan Akrom yang berada di atas meja.


"iya bu, Insya'ALLOH. tolong ajari saya ya Bu?" pinta Cintya.


"makanya besok kamu mesti sering-sering kesini biar ibu ajari semua tips dan trik menghadapi orang model Akrom"


"tergantung di ajak kesini apa enggak Bu, sama itu" Cintya menunjuk Akrom dengan tatapan matanya.


"lah, itu kan acara kalian kok mesti saya yang harus di libatkan?" protes Akrom kepada Cintya.


"kalau mengharapkan bocah ini nggak jadi-jadi malahan nduk, kamu kan sudah tahu rumah ini. langsung aja kesini ya?"


"iya Bu, Insya'ALLOH Cintya akan kesini kalau sedang tidak sibuk Bu" ujar Cintya yang di balas usapan tangan di bahunya oleh Bu maftukhah.


"mbak kamu disini dulu atau gimana? aku mau balik pondok, udah sore nih" sela akrom melihat jam ditangan kirinya.


"aku sekalian aja deh krom, kapan-kapan saya main kesini lagi ya Bu?" jawab Cintya menoleh ke arah Bu maftukhah.


"yasudah. kamu berangkat krom, tapi antar Bu Cintya pulang dulu baru balik pondok" ujar Bu maftukhah dengan ramah.


"Akrom siap-siap dulu" pamit Akrom menuju kamarnya untuk bersiap-siap.


Sedang Cintya dan Bu Maftukhah sudah beralih ke ruang keluarga untuk berbincang disela waktu menunggu Akrom. yang tak la berselang Akrom sudah kembali dengan setelan sarung dan kemeja serba hitam kesukaannya dan seragam sekolah sudah dimasukan ke dalam tas yang telah bertengger di punggungnya.


"ayo mbak?" ajak Akrom menghampiri mereka berdua yang tengah duduk di sofa ruang tengah itu.


"iya, Cintya pamit dulu ya Bu?" pamit Cintya meraih tangan Bu Maftukhah untuk mencium tangannya.


"iya nduk, hati-hati ya? salam buat bapak ibu sama ridho ya?" jawab Bu Maftukhah yang lalu mencium kedua pipi Cintya dengan rasa penuh kasih sayang, membuat Cintya sedikit grogi dengan perlakuan ibunya Akrom itu.


"Insya'ALLOH Cintya sampaikan Bu, terimakasih banyak buat jamuan hari ini ya? Cintya senang sekali Bu. salam juga buat bapak" balas Cintya ramah.

__ADS_1


"iya nanti ibu sampaikan. kamu juga sering-sering main ya walaupun nggak sama Akrom kesininya?" pinta Bu Maftukhah lagi.


"iya Bu, Insya'ALLOH" Cintya tersenyum manis dengan keramahan Bu Maftukhah.


"udah ah, keburu sore nih. besok kesini lagi aja" gerutu Akrom yang sejak tadi hanya menjadi penonton drama kolosal mereka berdua.


"iya deh iya sana. nggak sabaran banget?" jawab Bu Maftukhah tertawa geli dengan tingkah Akrom.


"yasudah, Akrom balik duluan Bu, salam buat ayah" pamit Akrom mencium tangan ibunya.


Lalu di susul Cintya yang melakukan hal sama sekali lagi.


"krom, inget ya? antar sampai rumah, pastikan Bu Cintya baik-baik saja sampai tujuan" tegas Bu Maftukhah memperingatkan.


"iya Bu siap. Akrom pamit, assalamualaikum" pamit Akrom dan di ikuti Cintya tersenyum menundukan kepala.


"hati-hati, wa'alaikumsalam" balas Bu maftukhah melambaikan tangan dengan tengah berdiri di teras depan rumah.


Akrom dan Cintya menuju motor masing-masing untuk meninggalkan rumah itu menuju rumah Cintya yang dilanjutkan Akrom menuju pondok pesantrennya.


"Assalamualaikum" salam Akrom dan Cintya berbarengan membuat mereka saling pandang salah tingkah saat mereka hendak masuk dirumah Cintya.


"eh ada Akrom, masuk nak" lanjut Bu Wiwid mempersilahkan Akrom untuk masuk kerumah.


"baik Bu, terimakasih. ini ada titipan dari ibu saya" Akrom memberikan kantong kresek berisi kotak kue.


"loh, emang kapan ibu kamu ngasihnya krom? kok aku nggak tahu?" sela Cintya yang kaget.


"ya tadi sebelum pulang. kamu aja yang nggak tau mbak" balas Akrom.


"jadi kamu dari rumah Akrom nduk?" tanya Bu Wiwid penasaran.


Sontak saja Akrom kaget dengan pertanyaan itu, 'jadi tadi belum pamit?' gumam Akrom dalam hati lalu menoleh ke arah Cintya seakan meminta jawaban. dan Cintya hanya nyengir kuda atas kekhilafannya yang tidak berpamitan dulu.


",hehe, iya Bu maaf. tadi Cintya belum sempat pamitan sama ibu" jawab Cintya manja masih dengan senyumnya yang memamerkan gigi rapinya.


"ya lain kali pamit to nduk kalau kemana-mana. masih untuk ke rumah Akrom. kalau kelain tempat dan kamu kenapa-napa gimana?" omel Bu Wiwid mencubit hidung Cintya.


"auw, sakit Bu. iya Cintya minta maaf. lain kali Cintya pasti pamit Bu" jawab Cintya lagi meringis kesakitan.

__ADS_1


"yasudah kamu ganti baju dulu. ini oleh-olehnya ibu terima ya krom? salam buat ibu kamu. terimakasih banyak ya?" ucap Bu Wiwid dengan senyum ramah.


"iya Bu, sama-sama. ridho kemana Bu?" tanya Akrom.


"dari tadi pulang sekolah sudah tidur itu anak krom, belum bangun juga sampai jam segini" jawab Bu Wiwid dengan raut kesal.


"kecapekan mungkin Bu, yasudah kalau begitu Akrom langsung pamit ya Bu? mau ke pondok dulu" ucap Akrom sambil tersenyum.


"loh kamu nggak istirahat dulu krom? minum es sebentar ibu bikinin" cegah Bu Wiwid.


"terimakasih Bu, tapi ini sudah sore Bu, nanti takut telat malah kena takziran saya" ucap Akrom ramah disusul tertawa ringan.


"yasudah, hati-hati ya krom? lancar mondoknya, semoga barokah. sekali lagi ibu ngucapin terimakasih banyak" jawab Bu Wiwid.


"iya Bu, sama-sama. Akrom duluan Bu, salam buat bapak sama ridho." ucap Akrom mencium tangan Bu Wiwid.


"iya krom, nanti ibu sampaikan ya?" jawab Bu Wiwid. lalu Cintya dan Akrom bersalaman jarak jauh tanpa bersentuhan.


"Assalamualaikum" ucap Akrom.


"wa'alaikumsalam" jawab Bu Wiwid dan Cintya bersamaan dengan tersenyum riang ke arah Akrom.


Lalu Akrom menuju motornya dan melajukan keluar halaman rumah Cintya untuk mengantarnya menuju pondok pesantren yang masih berada di kota yang sama dengan rumah Cintya.


Sedang dirumahnya Cintya tidak langsung menuju kamarnya untuk ganti baju, ia bermalas-malasan di kursi ruang tengah rumahnya.


"habis ngapain kamu nduk kerumah Akrom?" tanya Bu Wiwid yang menghampiri Cintya.


"di minta orang tua Akrom buat main Bu" jawab Cintya tersenyum-senyum mengingat pertemuan pertamanya dengan keluarga Akrom yang di rasanya sangat ramah itu.


...----------...


...Maaf kakak semua....


...beberapa hari belakangan jarang sekali up. karena sangat sibuk di kerjaan akhirnya drop jatuh sakit....


...untuk kedepan author usahakan lebih rajin up'nya....


...terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2