Cinta Santri Dan Guru Sekolah

Cinta Santri Dan Guru Sekolah
Bab Tiga Belas. Kunjungan Rindu


__ADS_3

hari ini sibuk bagi keluarga pak Rohmad. setelah berkunjung ke rumah saudara-saudara. mereka juga menerima banyak tamu dari para tetangga.


selepas Maghrib ridho telah keluar rumah menuju rumah para tetangga untuk silaturahmi bersama teman-teman kampungnya.


Cintya bersama orang tuanya bagian jaga rumah.


malam hari setelah tamu dirasa sudah tidak ada yang berkunjung. pak Rohmad menutup pintu rumahnya.


"kayaknya sudah tidak ada yang datang buk, ditutup aja ya?" ucap pak Rohmad kepada Bu wiwid.


"iya pak, ibuk juga capek"


"yaudah ayo istirahat dulu buk" ajak pak Rohmad.


"ayo pak, tapi sholat isya dulu" Bu Wiwid memperingati suaminya.


"kamu Ndak istirahat nduk?" tanya Bu Wiwid kepada Cintya yang masih duduk sambil nonton tv.


"nanti aja buk, sekalian nunggu ridho pulang"


"kemana sih itu anak belum pulang-pulang?" omel Bu Wiwid.


"ya biarin Bu anak muda, yang penting nggak aneh-aneh aja" pak Rohmad mencoba menenangkan istrinya.


"yaudah, kamu telfon adikmu suruh cepat pulang nduk" perintah Bu Wiwid.


"injih Bu. siap" jawab Cintya sambil tangannya menunjukan sikap hormat upacara.


"hish kamu ini. ibu serius"


"iya Bu, ini mau Tya telfon" jawab Cintya cengengesan.


"yaudah ibu kedalam dulu"


"iya Bu"


lalu Cintya membuka ponselnya, segera dicari kontak adiknya lalu dipencet layar untuk menelponnya.


"dek kamu dimana?"


"dirumah Eko mbak"


"cepet pulang. di omelin ibu kamu nggak cepet pulang"


"iya mbak, ini mau pulang"


"oke mbak tunggu"


lalu matikan ponselnya dan di letakan di atas meja.


tak berselang lama, ridho sudah sampai rumah.


"Assalamualaikum" uluk salamnya.


"wa'alaikumsalam" jawab Cintya.


"dari mana aja dek? malem banget? " lanjut Cintya.


"dari rumah Eko mbak, bapak ibu udah tidur?" jawabnya sambil mendudukan diri di atas kursi sebelah kakaknya.


"udah" jawabnya singkat.


"eh mbak, besok Akrom mau main kesini?" kata ridho fokus memainkan ponselnya.

__ADS_1


sontak membuat Cintya kaget mendengar nama itu.


"hah.. iya kah?" tanya Cintya berdebar.


"iya, biasa aja lagi itu wajahnya, kaya Nemu harta Karun aja" ledek ridho heran.


"ah ya nggak, kan aku cuma nanya aja dek?" gerutu Cintya.


"nanya ya nanya mbak. tapi ya nggak usah gitu banget juga" balas ridho.


Cintya yang girang tentu tidak ingin adiknya tau, akhirnya ia pergi menuju kamar untuk menyembunyikan wajah malu-malunya agar tidak jadi bahan ledekan adiknya.


"yaudah mbak ngantuk, mbak tidur dulu" selorohnya lalu pergi ke kamar.


"yeee, di temenin malah ditinggal tidur" balas ridho.


l. Cintya tidak menjawab hanya langkah kakinya dengan pasti meninggalkan adiknya yang masih diam didepan TV.


didalam kamar Cintya senyum-senyum sendiri, mendengar kabar dari adiknya terasa seperti mendapat hadiah doorprize. membuatnya bahagia.


bagaimana tidak, besok ia akan bertemu dengan orang yang selalu ada di fikirannya.


ada rasa rindu setelah beberapa hari tidak bertemu. sedangkan biasanya mereka sering bertemu di sekolah.


lalu iapun iseng mencari nama Akrom di Instagram. di lihatnya list nama itu dan perhatikan satu per satu setiap nama Akrom yang muncul.


lalu muncul nama Akrom yang tertulis di ikuti oleh akun ridho di klik lah foto itu.


setelah terbuka, foto-foto postingannya hanya terdiri dari foto pemandangan, sudut ruang dan vespanya saja. tidak ada fotonya sama sekali.


'yaaah kok nggak ada sih foto orangnya?' gerutu Cintya


lalu ia tutup ponselnya. dan segera tertidur.


keesokan harinya, saat sarapan Cintya berbisik kepada ridho.


"dek temenmu jadi datang nanti?"


"jadi mbak, katanya jam 10 pagi sih"


"oh. oke"


"kenapa emang?"


"ya nggak kenapa-napa dek. tanya aja"


lalu mereka meneruskan makannya sampai habis.


setelah mandi, Cintya segera mengunci kamarnya dari dalam. dia memilih-milih baju muslimahnya dari dalam lemari.


setelah menemukan yang cocok segera ia memoleskan makeup-nya ke wajah manis itu.


'kok aku dandan kaya berlebihan gini sih?' Gumam Cintya lalu menghapus makeup-nya dan mencoba lagi dengan layer yang lebih tipis


sampai akhirnya sudah sesuai keinginannya. makeup tipis yang dipadu padankan dengan busana yang ia pakai. terlihat pantas untuk dikenakan.


ia berjalan menuju ruang keluarga yang dimana ridho sedang disana sendirian.


"bapak sama ibuk kemana dek?" tanya Cintya heran.


"kerumah tetangga mbak. mbak mau kemana?" tanya balik ridho.


"nggak kemana-mana sih. emang kenapa?" tanyanya bingung.

__ADS_1


"nggak kemana-mana kok dandannya gitu amat?" ledek ridho sambil terkekeh.


"ya nggak, eh nggak kenapa-napa sih?" jawab Cintya salah tingkah.


"apa ada janji sama tamu spesial yang mau datang mbak?" godanya.


"nggak ada dek, siapa juga?" jawab Cintya.


"ya aneh banget sih mbak. orang nggak ada apa-apa kok tiba-tiba dandan cantik banget?" canda ridho semakin membuat Cintya salah tingkah dibuatnya


'tok tok tok. Assalamualaikum"


suara ketukan dan salam dari pintu ruang tamu menghentikan prosesi ridho menggoda kakaknya dan segera menuju ruang tamu untuk menemui tamunya.


"wa'alaikumsalam my Broo. masuk masuk" sapa ridho dengan sedikit teriak mengulurkan tangan bersalaman kepada temannya.


"maafkan lahir batin ya dho?" jawab tamu itu kepada ridho.


"sama-sama bro, minal aidzin wal faizin" lalu mempersilahkan temannya untuk duduk.


"bapak sama ibumu kemana dho?" lanjutnya bertanya.


"lagi kerumah tetangga. oh iya bentar... mbak Tya, sini mbak" teriak ridho memanggil kakaknya diruang tv.


lalu Cintya datang sambil membawa minuman sirup untuk suguhan mereka.


Akrom yang melihat Cintya yang tidak seperti biasanya, dengan setelan busana terusan berwarna krem dan kerudung syar'i berwarna coklat. dengan sentuhan makeup tipis. hanya bisa menganga memandangi kakak dari temannya tersebut.


ridho yang menyadari reaksi temannya langsung menyenggol lengannya.


"Krom, lihatnya biasa aja" tegurnya sambil tertawa


"eh astaghfirulloh. sorry dho. maaf Bu?" jawab Akrom langsung memalingkan wajahnya menuju ridho


Cintya yang sadar dan malu-malu langsung memerah wajahnya. beruntung masih tertutup makeup-nya.


"kamu ini krom, kaya nggak biasanya deh. baru pertama kali aku tau kamu lihatin cewek" goda ridho


"ah. eh anu" jawab Akrom gelagapan.


"udah-udah. di makan suguhannya krom" pungkas ridho mencoba cairkan suasana.


"iya dho makasih. oh iya Bu. mohon maaf lahir batin ya?" dengan wajah yang kini jadi menunduk.


"iya krom, aku juga mohon maaf lahir batin ya?" jawab Cintya.


"kalau lagi nggak di sekolah panggil mbak aja krom, kan kamu temen si ridho" lanjutnya.


"iya Bu. eh maaf mbak" jawab Akrom gugup.


"kamu bawa apa krom?" tanya ridho yang melihat bungkusan ditangan Akrom.


"oh iya. ini titipan dari ibukku dho. buat keluarga sini" Akrom menyerahkan bingkisan itu kepada ridho.


"wah makasih krom" jawab ridho kegirangan.


ridho dan Akrom berbicara banyak hal,. dan Cintya lebih memilih hanya menyimak dan sekali-kali ikut nyambung ke pembicaraan mereka. sekali-kali juga diam-diam ia mencuri pandang kearah Akrom.


begitupun Akrom, dan ketika mata mereka bertemu wajahnya langsung memerah, lalu memalingkan wajahnya kearah lain atau kearah ridho.


****


terimakasih sudah setia membaca tulisan Author ya?

__ADS_1


love you all


__ADS_2