Cinta Santri Dan Guru Sekolah

Cinta Santri Dan Guru Sekolah
Cafe


__ADS_3

"eh bang Akrom, silahkan bang" sapa seorang karyawan cafe itu menyambut mereka berdua.


"aku long black aja, kamu apa?" tanyanya ke Cintya.


"mmm, juice semangka aja" jawab Cintya setelah melihat-lihat isi dalam menu.


"camilannya?" lanjut Akrom.


"ngikut kamu aja"


"yaudah, French fries aja 1" kata Akrom kepada pelayan cafe tersebut.


"siap bang, tunggu ya?"


"siap"


Setelah pelayan itu kembali kedapur. Cintya memberanikan diri untuk bertanya tujuan Akrom mengajaknya kesini.


"kamu mau ngomong apa?" tanya Cintya dengan wajah serius.


"hah? ngomong apa?" tanya balik Akrom memamerkan wajah polosnya.


"hah, trus nggak ada yang mau di omongin kenapa ngajak kesini?" ketus Cintya.


Akrom hanya meringis melihat wajah Cintya yang sedang cemberut seperti itu justru makin membuatnya imut.


"kalau kamu cemberut gitu makin nggemesin" lanjut Akrom menggoda Cintya.


"aku serius krom, mau biacarain apa?" dengan nada tegas memelototkan matanya untuk menyembunyikan kegugupaannya mendapat godaan dari Akrom.


"mmm. a-aku, aku..." Akrom mendadak tergagap dengan pertanyaan Cintya.


"kamu kenapa?" Cintya mengernyitkan keningnya.


"a-aku mau minta maaf soal semalam, bukan maksud saya seperti yang kamu tangkap. tapi-"


"tapi apa?" Cintya memotong kalimat Akrom.


"kebiasaan kalau ada orang ngomong mesti di potong" protes Akrom.


"yaudah lanjut" sergah Cintya dengan nada yang menjadi datar.


"lah kok jadi kamu yang berubah datar?"


"emang kenapa? nggak boleh? yang boleh dingin dan datar cuma kamu doank?" tanya datar dengan menahan tawanya.


"hemmm, tapi maksudku adalah aku ingin menjaga hatiku buat satu orang saja yang ingin kujadikan istri"


"lalu?" dahi Cintya mengerut menunggu lanjutan ucapan Akrom.


"lalu aku menemukan sesorang yang kurasa itulah yang mendapat alasanku menjaga diriku" Akrom berkata lembut sambil matanya fokus kepada Cintya.


Wajah Cintya tiba-tiba memerah mendapat ungkapan yang tidak disangka-sangka dari Akrom yang tiba-tiba begitu manis, dan mendadak menjadi terus melihat kearahnya dengan tatapan teduh. hanya bisa membuatnya senyum-senyum dengan hati tak karuan.


"kok diem? aku minta maaf lo" ujar Akrom dengan nada ketus.


"kamu kok bisa krom? tiba-tiba manis, mendadak jadi judes, begitupun seterusnya" tanya Cintya dengan senyum dikulumnya.


"ditanya malah ganti tanya, buruan jawab" Akrom tak sabar dengan godaan Cintya.


"emang ada minta maaf maksa gitu?"

__ADS_1


"yaudah, di maafin nggak intinya?"


"minta di maafin tapi kamu aja lupa sama syaratku yang kemarin krom" Cintya mencibirkan bibirnya kesal memalingkan wajah ke luar jendela.


"silahkan bang, Bu. pesanannya" ujar pelayan cafe memberikan pesanan mereka keatas meja.


"terimakasih" jawab Akrom sambil tersenyum.


"sama-sama" jawabnya sambil melangkah pergi meninggal meja mereka.


Kini tersisa Akrom yang seakan menjadi terdakwa dengan Cintya yang berperan sebagai pendakwa.


Lama mereka terdiam. Akrom yang sudah tidak tahan akhirnya buka suara.


"Tya" panggil Akrom.


"hmmmm" jawabnya dengan wajah dipalingkan dari wajah Akrom.


"mmm. Bu Cintya yang manis, saya manggil Lo" kini suara Akrom berubah menjadi manis dengan senyum mengembang dibibirnya.


Cintya mendadak menjadi senyum-senyum dengan tersipu di raut wajahnya.


"kenapa manggil saya bocah judes? ada perlu apa muridku yang paling dingin?" jawab Cintya membalas godaan Akrom.


"s-saya minta maaf ya soal perkataan saya semalam Bu?" mohon Akrom dengan wajah teduhnya.


"baik, tapi kamu harus dapat hukuman dari ibu guru ya nak?" goda Cintya mengerlingkan sebelah matanya.


"lah kok pakai hukuman segala?" protes Akrom.


"mau di maafin nggak? karena kalah cuma pakai syarat kaya kemarin sih kamu ngulangi lagi"


"hehehe, maaf" ucapnya sambil nyengir kuda.


"iya deh iya, apa hukumannya?" tanya Akrom.


"mmmm, hukumannya kamu harus ngajak saya jalan-jalan naik Vespa kamu sampai aku capek" jawab Cintya dengan nada tegas.


"yah, kalau hari ini saya nggak bisa, karena nanti habis ashar harus balik ke pondok" Akrom memelas padanya.


"serius kamu udah mau balik pondok?" tanya Cintya melongo kaget.


"iya Bu, udah waktunya kegiatan" balasnya lesu.


"jadi kamu nggak saya maafin" Cintya menatapnya kesal.


"kalau Minggu aja gimana? dari pagi sampai sore saya bersedia mengantar Bu guru kemana saja yang di mau" tawar Akrom dengan senyum termanisnya.


"mmmm gimana ya?" Cintya mengetuk-ngetukan jarinya ke dagu seakan sedang menimbang sesuatu.


"gimana?" Akrom menggidikan bahunya keatas.


"yasudah, tapi nggak boleh protes ya kemana tujuannya?"


"Insya'ALLOH Bu, asal nggak macem-macem aja"


"macem-macem giamana maksudnya? kamu kira aku cewek apaan?" gerutunya.


"iya deh nggak" senyum Akrom.


"jadi di maafin kan ini?" lanjutnya.

__ADS_1


"ya lihat besok lah" jawabnya sambil meminum juice yang sudah ada di depannya.


"hemmm, iya deh iya"


Lalu hening menghinggapi meja mereka berdua.


"kamu bilang tadi hari ini mau berangkat pondok?" Cintya membuka pembicaraan diantara mereka.


"iya Bu, nanti sore"


"jadi kamu nggak pegang hp donk?" Cintya bertanya dengan nada lemah.


"kenapa? kangen ya?" goda Akrom.


"nggak, ngapain juga ngangenin murid yang nyebelin kaya kamu?" bibir Cintya mengerucut.


"ya kali aja, tapi kalau dibawah Maghrib masih boleh kok pegang hp" ucap Akrom tenang.


"yang bener?" mata cintya berbinar mendengar penuturan Akrom


"iya, jadi kamu masih bisa tuh hubungiku kalau kangen, cuma siang aja" goda Akrom lagi yang kini menandang fokus kearahnya. sontak membuat Cintya menjadi makin salah tingkah.


"ish apaan sih?" balas Cintya tersipu.


Mereka menyelesaikan makan dan minum mereka di cafe itu sambil nunggu vespa Akrom yang sedang di service.


"yaudah balik yuk? udah selesai kayaknya" sambil melirik jam tangannya.


"yaudah yuk" lalu ia beranjang dari kursinya. mengikuti Akrom berjalan menuju kasih dan membayar pesanan mereka.


"udah bang?" tanya Akrom ke bang Safi'i saat mereka sudah di depan bengkel.


"eh ini udah, tinggal test ride aja. nih"


"yaudah aku jalan dulu bang, percaya deh sama Abang" Akrom memberikan uang jasa service lalu pamit.


"yaudah Akrom duluan bang, mau siap-siap ke pesantren"


"yo'i, salam buat ayahmu krom"


"siap, assalamu'alaikum bang" sambil berjabat tangan dengan bang Safi'i.


"sip. hati-hati, wa'alaikumsalam"


Lalu Akrom memajukan motornya mengikuti Cintya yang sudah melaju di depannya.


"kamu nggak mampir krom?" tanya Cintya saat di lampu merah yang memisahkan mereka.


"kapan-kapan aja, masih ada perlu aku soalnya" jawab Akrom.


"yasudah aku duluan ya? makasih buat traktirannya" Cintya memberikan senyum terbaiknya.


"iya, hati-hati ya Tya? salam buat orang rumah"


"iya kamu juga, assalamu'alaikum" Tya melajukan motornya belok ke arah kiri saat lampu lalu lintas sudah hijau.


"wa'alaikumsalam"


Dan mereka berpisah untuk menuju rumah masing-masing.


 

__ADS_1


Maaf baru sempat up lagi, kemarin masih agak sibuk kerjaan.


terimakasih untuk pembaca yang setia. tinggalkan jejak ya untuk sarannya.


__ADS_2