
Sedang di tempat lain, Cintya sedang duduk dan sibuk dengan tumpukan tugas siswanya. pagi ini ia tidak ada jadwal jam pelajaran.
"bu, kenapa Akrom?" tanya bu Amel menghampiri Cintya.
"hah? kenapa Akrom? emang kenapa bu?" tanya balik Cintya yang heran dengan pertanyaan bu Amel.
"enggak, tadi pagi-pagi di panggil ke BK dan sekarang lagi ke ruang kepala sekolah" jawab bu Amel menceritakan apa yang di lihatnya.
"itu tuh" lanjut bu Amel menunjuk arah ruang kepala sekolah yang bersebelahan dengan ruang guru.
"emang ada apa bu?" tanya Cintya yang masih bingung dan belum tahu atas apa yang terjadi dengan Akrom.
"kemarin Akrom tiba-tiba nyerang anak kelas 2 bu. buktinya ada di CCTV. sekarang sedang di urus. mana udah kelas 3 mau ujian lagi" lanjut bu Amel.
"hah kok bisa?" Cintya kaget mendengar cerita dari bu Amel.
"ya nggak tahu saya bu. eh saya balik kelas dulu" pamit bu Amel setelah selesai keperluannya mengambil buku yang tertinggal di ruang guru.
"iya bu, terimakasih informasinya" jawab Cintya pelan.
"sama-sama. saya duluan" Bu Amel pergi keluar ruang guru.
Cintya yang heran dan penasaran dengan apa yang di lakukan Akrom. fikirannya di penuhi pertanyaan mengapa dan bagaimana.
Gelisah menyelimuti dirinya yang terdiam tak berkutik, meskipun bertanya juga kepada siapa.
-Cintya-
"dek Akrom kenapa?"
Tulis pesan Cintya yang di kirimkan menuju Ridho.
-*Ridho-
"nggak tahu mbak, lagi ke ruang BK kan?"
-Cintya-
"sekarang lagi di ruang kepala sekolah dek, katanya habis berantem sama anak kelas 2"
__ADS_1
-Ridho-
"wah nggak tahu kalau iru mbak, nanti deh aku tanyain*"
Cintya semakin gusar karena belum mendapatkan jawaban yang ia inginkan.
"bapak tahu masalah Akrom anak kelas 3 itu?" tanya Cintya saat bertemu guru lain setelah terlihat keluar dari ruang BK.
"ya itu bu, dari rekaman CCTV kemarin Akrom memulai berkelahi sama anak kelas 2. ini sedang di usut" jawab guru tersebut menerangkan kejadian yang di bicarakan di ruang guru.
"memang masalahnya apa pak?" tanya Cintya penasaran.
"kalau anak kelas 2 sih bilang nggak tahu kenapa tiba-tiba Akrom nyerang duluan. kalau menurut Akrom karena anak kelas 2 lagi membicarakan hal tidak senonoh tentang guru di sini. makanya dia marah"
"memang apa yang di bicarakan? dan tentang siapa?" tanya Cintya lagi yang kini semakin dibuat penasaran.
"kalau soal itu belum tahu bu, masih di selidiki. dan Akrom tidak mau memberi tahu" jawab guru tersebut sambil meneruskan langkahnya menuju koperasi.
"saya duluan ya bu? mau ke koperasi" pamitnya.
"baik pak, silahkan. terimakasih banyak informasinya" jawab Cintya sedikit terobati rasa penasarannya.
Saat Cintya sedang mondar-mandir cemas dengan masalah Akrom. terlihat kepala sekolah keluar ruangannya dan di ikuti oleh Akrom melewati ruang guru.
Saat mereka berdua melewati ruang guru, Cintya dan Akrom bertemu pandangan mata mengabaikan orang di sebelahnya.
Seperti ada kecemasan dan ketakutan dari sorot mata Cintya dengan Akrom meyakini bahwa ia telah mengetahui jika dirinya sedang ada masalah. dan Akrom memandang dengan sorot yang tenang, bermaksud mengutarakn bahwa dirinya sedang baik-baik saja.
Sementara di ruang BK semua sedang antusias menunggu hasil dari pembicaraan dari kedua orang tersebut.
"tolong kamu dio ikut saya ke ruangan saya, kamu Budi ke kantin sama pak Fahmi, kan kamu Diki disini saja. tolong pak Fahmi dan pak Sutomo beri pertanyaan kepada anak ini dengan yang tertulis di kertas ini. jangan di buka sekarang" perintah kepala sekolah menyodorkan selembar kertas kepada rekan guru yang di utus.
"baik pak" jawab pak Fahmi menerima selembar kertas itu.
"kamu ikut saya" lanjut pak Fahmi mengajak Budi menuju kantin.
"ayo kamu ikut ke ruangan saya" perintah kepala sekolah mengajak Dio.
Akrom menunggi mereka di ruang BK bersama guru lainnya dan melihat Diki di tanyai sesuai apa yang ada di dalam kertas itu.
__ADS_1
"oh iya tunggu, ponsel kalian di taruh sini dulu. nanti kalian ambil setelah selesai ditanyai pertanyaan ini" pinta kepala sekolah.
Lalu Dio dan Budi mengeluarkan ponsel dan diletakan di atas meja ruangan itu. begitu pula dengan Budi.
Selang beberapa menit, mereka berempat kembali menuju ruang BK untuk memeriksa hasil dari pertanyaan yang di berikan kepala sekolah dan memeriksa bersama.
"hemmm," komentar kepala sekolah dengan mengaggukan kepala pelan setelah memeriksa jawaban dari ketiga murid tersebut. dan di kembalikan lagi kertasnya kepada pak Fahmi dan pak Sutomo.
Dio, Diki dan Budi saling melirik satu sama lainnya dengan mimik wajah yang gugup.
"oke, kita evaluasi. kalian kan bilang kalau sebelum kejadian Akrom menyerang kalian, kalian membantah tuduhan Akrom yang menyebutkan kalau kalian membahas hal tidak senonoh soal guru di sini. dan bilang kalau kalian membicarakan rencana jalan setelah sekolah" buka kepala sekolah.
"baik, tolong bacakan pertanyaan dan jawaban nomor 1 pak Fahmi" pinta kepala sekolah.
"baik pak" jawab pak Fahmi.
"apakah sepulang sekolah kalian jadi jalan?" pak Fahmi membacakan pertanyaan yang di ajukan.
"di sini Budi menjawab Tidak, karena sepulang sekolah mereka pulang kerumah masing-masing" lanjut pak Fahmk membacakan jawaban dari Budi.
"kalau dari Diki apa pak jawabannya?" kepala sekolah beralih bertanya kepada pak Sutomo.
"disini di jawab bahwa mereka langsung berangkat ke taman kota bersama pak" jawab pak Sutomo membacakan jawaban Diki.
"hemm. kalau jawaban Dio disini sih cuma nongkrong di rumahnya sampai sore" kepala sekolah membacakan jawaban dari Dio.
Semua yang ada di ruangan tersebut kaget dan heran dengan usulan Akrom untuk mencari tahu kebenaran dari masalah ini.
"baik, sekarang pertanyaan kedua, kalian membicarakan soal nongkrong sepulang sekolah kan? lalu rencana final kalian nongkrong dimana?" tanya sepala sekolah.
"Dio bilang rencana mau mancing" lanjut kepala sekolah.
"Budi bilang rencana mereka ke kafe pak" sambung pak Fahmi.
"kalau Diki menjawab bahwa sebenarnya mereka berencana akan ke taman kota sesuai jawaban pertama" pak Sutomo menyahutinya.
Mereka bertiga terdiam dan saling melirik satu sama lainnya. raut kecemasan semakin terlihat jelas di wajah mereka. mereka tidak menyangka maksud pertanyaan yang di ajukan ke mereka bersamaan.
"kalian ini, pertanyaan yang sama kok jawabannya beda-beda? dari awal saya sebenarnya sudah curiga dengan keterangan kalian di awal tadi" ucap kepala sekolah datar namun menakutkan.
__ADS_1
"anda semua di sini jadi saksi atas jawaban mereka bertiga. apakah kalian bisa menyimpulkan dengan maksud dari kedua pertanyaan tadi?" lanjut kepala sekolah berbicara dengan para guru.