
"siapa dia?" tanya Akrom masih dengan nada seperti orang sedang menahan emosinya saat mereka sudah sampai parkiran.
"dia kak Rizky" jawab Cintya takut-takut.
"siapa kamu? ada hubungan sama kamu?"
"dia memang dari dulu suka aku, tapi aku nggak pernah nanggapi dia" jawabnya dengan wajah memelas.
"kamu nggak apa-apa?" tanya Cintya tangannya hendak menyentuh bibir Akrom yang berdarah.
Dengan cepat Akrom menahan tangan cintya agar tidak menyentuhnya. "nggak apa-apa" jawab Akrom mengangguk tanda baik-baik saja.
"tapi itu berdarah krom, kita ke apotik beli obat dulu ya?" ucap Cintya khawatir.
"nggak usah, nanti juga kering sendiri. nih helm kamu" jawab Akrom memberikan helm kepada cintya.
Saat Cintya dan Akrom sudah bersiap untuk keluar parkiran. tiba-tiba Rizky datang dari arah belakang mereka dan menendang tubuh akrom hingga mereka berdua jatuh tertimpa motor.
"auww. kakiku" pekik Cintya mengerang kesakitan.
Akrom segera mendirikan vespanya dan mendudukan Cintya yang masih kesakitan.
"ayo Lo bocah, tadi nantang-nantang. sini ayo kalau berani" tantang Rizky sambil menendang motor Akrom.
"kalau ngajak saingan juga lihat-lihat bocah kecil, motor Vespa butut gini berani macam-macam. sok jagoan loe?" teriak Rizky dengan nada mengejek.
Tanpa banyak bicara ataupun menjawab, Akrom langsung memberikan bogem mentahnya kearah bawah telinga Rizky hingga ia terkapar.
"ayo berdiri bang? gitu doang mulutmu?" ajak Akrom sambil melambaikan tangannya keatas untuk memanggil Rizky bangkit.
"Akrom sudah!" Cintya memeluk Akrom dari belakang sambil menangis.
Sontak Akrom menegang badannya, lalu ia memegang tangan Cintya untuk melepaskan pelukannya.
"nggak, aku nggak lepasin kalau kamu masih marah kaya gitu" ancam Cintya masih dengan air mata di pipinya.
"oke, tolong lepasin" jawab Akrom pasrah.
Melihat ada keributan di parkiran. Para satpam mall tersebut segera menghampiri mereka.
"ada apa ini ribut-ribut? apa yang loe lakuin woy?" bentak salah satu satpam sambil menarik tangan Akrom.
"dia yang duluan pak" tunjuk nindi kearah Rizky, nindi datang menyadari Cintya dan Akrom terdiam kaget dengan kedatangan satpam.
"apa masalahnya? kok dia sampe terkapar gini? nggak mungkin dia yang mulai dia langsung tepar!" gertak satpam.
"udah lah pak, mall ini punya cctv kan? buka aja lihat gimana kronologinya. gampang kan?" jawab Akrom yang sudah tenang.
__ADS_1
Lalu mereka mereka membangunkan Rizky, setelah sadar mereka di giring ke pos keamanan mall untuk melihat cctv parkiran tersebut.
"bapak lihat sendiri kan?" tanya Akrom.
"baiklah, kalian jangan ulangi lagi bikin keributan disini!" satpam memperingatkan mereka berdua.
"dan kamu jangan ulangi lagi, daripada bikin malu diri sendiri" tunjuk satpam sedikit mengejek ke arah Rizky.
Rizky hanya bisa menundukan kepalanya, takut dan malu ketika tatapan Akrom masih tajam kearahnya.
"yasudah, kalau gitu kami permisi pak" pamit Akrom berdiri dari kursinya.
"baik silahkan, dan kamu perlu kami periksa dulu" sambil menunjuk arah Rizky.
Mereka bertiga segera meninggalkan parkiran mall menuju kost nindi.
Sepanjang perjalanan Akrom hanya diam saja mencoba mengendalikan emosinya, sedang Cintya sedikit takut atas emosi Akrom.
"kamu nggak kenapa-napa mbak?" tanya akrom melihat ke arah kaki Cintya.
"nggak apa-apa krom. kamu?" balik tanya Cintya memperhatikan sudut bibir Akrom dan tangannya.
"nggak apa-apa" balasnya singkat.
"maafin aku ya?" ucap Cintya menundukan wajahnya dengan suara bergetar seperti sedang menangis.
"tapi gara-gara aku, kamu jadi begini"
"kamu nggak usah khawatirkan aku, insya'ALLOH aku selalu usahain jaga kamu mbak" Akrom memberi air putih kedepan Cintya.
Nindi datang dari kamarnya membawa kotak P3K untuk mengobati Akrom.
"ini dek, kamu obati lukamu" tawar nindi menyodorkan kotak P3K.
"makasih mbak" Akrom meraih kotak itu dan segera mencari alkohol dan obat merah serta kapas untuk digunakan mengobati lukanya.
"bantuin ngapa Tya?" kata nindi memperhatikan Akrom mengobati sudut bibirnya sendiri.
"nggak usah mbak, saya bisa sendiri" tolak Akrom langsung.
"mana dia mau di sentuh cewek nin?" jawab Cintya.
Nindi hanya membulatkan matanya dan mengangguk-anggukan kepalanya.
"emang tepat nih kamu dapat dia Tya" goda nindi melirik ke arah Akrom.
"ish apaan sih kamu nin?" Cintya tersipu malu. sedang Akrom hanya diam meneruskan kegiatan mengobati luka di bibirnya.
__ADS_1
"iyalah, dia aja nggak berani nyentuh kamu karena belum muhrim, beda tuh sama kak Rizky. frontal amat jadi orang?" jawab nindi melipat tangannya ke dada.
Cintya dan Akrom hanya tersenyum malu-malu dengan ucapan nindi.
...----...
"assalamualaikum" salam dua orang perempuan yang masuk ke rumah kost.
"waalaikumsalam Rika, Dinda" jawab Cintya sambil berdiri memeluk kedua temannya itu.
"aaa Cintya. kangen banget tau nggak sih? nggak pernah ngasih kabar juga" celoteh Dinda saat berpelukan.
"iya nih, makin cantik aja kamu" ucap Rika.
"maaf, aku lagi sibuk ngajar sekarang" jawab Cintya sambil nyengir kuda.
"dih nggak pernah ngabarin tau-tau udah dapat gandengan aja?" goda Dinda melirik kearah Akrom.
"eh oh iya, kenalin Din, rik, ini Akrom" ucap Cintya memperkenalkan.
"krom, ini Dinda, ini Rika" lanjut Cintya menunjuk kepada dua temannya itu.
Seperti biasa, Akrom tidak membalas menjabat tangan wanita. meskipun mereka sudah mengulurkan tangannya.
"salam kenal mbak, Akrom" jawabnya singkat.
Sontak Dinda dan Rika hanya saling pandang dan salah tingkah.
"kasian kalian berdua, di cuekin" nindi tertawa melihat sikap mereka.
"aku aja tadi juga di gituin. belum muhrim sist. ingat" lanjut nindi.
"eh iya bener juga. hehe, beruntung kamu Tya dapat cowok kaya dia jaman begini. mana cakep banget tadi" puji Rika.
"oh pantesan tadi kak Rizky langsung pergi ninggalin kita-kita sambil wajahnya kaya orang marah" lanjut Dinda sambil mengingat ingat waktu di mall.
"emang kenapa?" sela nindi penasaran.
"ya tadi kan waktu lagi makan, dia bilang ke toilet. tapi lama banget gak balik, begitu balik tiba-tiba mukanya di tekuk dan di tanyain sama si Dinda katanya dia ketemu Cintya. trus di tanya ketemu dimana dia nggak jawab. trus langsung pergi gitu aja" jawab Rika panjang lebar.
"ya iyalah dia buru-buru pergi. ngejar mereka berdua tuh, tiba-tiba aja langsung nendang Akrom dari belakang" ucap nindi enteng.
"hah seriusan kamu? wah emang nekat sih itu orang. trus gimana?" tanya Dinda penasaran.
"ya seperti biasa, dia banyak omong. habis nantangin kena tonjok sekali Akrom sekali juga udah tepar itu orang" jawab nindi dengan senyum sinisnya.
Mereka kembali mengobrol kan berbagai macam hal yang terjadi sekalian untuk temu kangen. Akrom hanya diam memperhatikan obrolan Cintya dan ketiga temannya.
__ADS_1