Cinta Santri Dan Guru Sekolah

Cinta Santri Dan Guru Sekolah
Membuka Hadiah Dari Akrom


__ADS_3

“terus gimana nduk? Certain sama ibu dong?” Tanya Bu Wiwid penasaran.


“cerita apa bu?” jawab Cintya menggoda.


“ya cerita kamu waktu kerumah Akrom lah, Gimana orang tua mereka?” sambung Bu Wiwid tidak sabaran.


“mereka baik bu, ramah. Nyaman banget pokoknya. Kan Ibu juga suah ernah bertemu Bu Maftukhah?”


“sudah ya? Oh iya ibu lupa nduk” jawab Bu Wiwid sambil tersenyum.


“ya sama dengan itulah orangnya asyik kalau Ayahnya Akrom kurang lebih sama, hanya lebih tegas setiap perkataanya” cerita Cintya yang isimak secara antusias oleh Bu Wiwid.


“terus kamu ditanyai apa saja?”


“ya soal hubungan kami bu” jawab Cintya menundukan kepala.


“langsung to the point seperti itu?” Tanya Bu Wiwid kaget yang dijawab anggukan kepala oleh Cintya.


“nggak Tanya kamu lulusan mana? Rumahnya mana? Orang Tua kerja apa gitu?” sambung Bu Wiwid heran.


“Enggak bu. Selanjutnya yang aku tahu dari ibunya Akrom bahwa ayahnya tidak menanyakan itu karena yang mereka tahu aku dari keluarga yang sama dengan Ridho, jadinya sedikit banyak mereka sudah tahu.” Ujar Cintya panjang lebar.


“Terus soal hubungan kalian apa yang kalian bahas?” Tanya Bu Wiwid lagi.


“ya Ayahnya Akrom Tanya soal aku yang benar-benar bersedia nunggu Akrom atau tidak? Karena pertimbangannya adalah usia Cintya yang dimana usia sebayanya sudah pantas untuk menikah”


“jadi ayahnya Akrom tidak ingin karena hubungan ini jainya aku terpaksa menunggu lama sedangkan usia sebaya sudah beberapa menikah” lanjut Cintya menceritakan percakapnnya tadi siang dirumah Akrom.


“oh gitu. Terus apa lagi?” anya Bu Wiwid lagi yang masih penasaran dengan kunjungan putrinya itu.


“terus kalaupun Cintya ingin menikah cepat mereka tidak masalah, hanya mereka khawatir kalau Akrom mengurungkan cita-citanya akan berpengaruh pada kelarga anaknya nanti.” Ucap cintya melanjutkan ceritanya.


“dan kamu bersedia?” Tanya Bu Wiwid dengan suara yang serius.


“Cintya tidak ada masalah dengan itu bu” jawab cintya yang juga serius.


“yang benar?” Tanya Bu Wiwid lagi.


“apa di wajah Cintya ada kebohongan bu?” Tanya balik Cintya yang kini sorot matanya tajam mengarah ke ibunya.


“baiklah, kalau itu pilihan kamu ibu dukung, ibu selalu doakan yang terbaik untuk kalian. Dan ibu yakin kamu pasti sudah memikirkan matang-matang konsekuensinya” tutur bu Wiwid yang Kini sudah bernada lembut.


“iya bu, terimakasih ya selalu mendukung Tya?” ucap Cintya Memeluk Bu Wiwid.


“nduk masa anak sendiri nggak ibu dukung? Selama yang kamu sama Ridho lakukan itu baik, tanpa kalian minta bapak sama ibu pasti mendukung” jawab Bu Wiwid mengencangkan pelukannya ke Cintya.

__ADS_1


“yasudah ganti baju dulu sana, bersih-bersih. Sudah sholat dan makan belum?” ujar bu Wiwid melirik jam dinding.


“sudah kok bu, Sholat dan makan dirumah Akrom tadi. Yasudah Tya ke kamar dulu bu” pamit Cintya hendak menuju kamar.


“yasudah syukurlah” jawab Bu Wiwid yang juga bangkit hendak ke dapur meletakan kotak oleh-oleh dari Akrom kedalam kulkas.


Sesampainya di kamar, Cintya mengganti seragamnya dengan baju santai dan membaringkan tubuhnya di atas kasur. Matanya memandang ke langit-langit kamar, seakan disana sedang terlukis wajah-wajah yang ramah dan hangat selain keluarganya, yakni wajah-wajah Akrom dan Orang Tuanya.


Saat sedang tersenyum mengingat-ingat setiap detail yang terjadi di rumah Akrom siang tadi tiba-tiba Cintya teringat oleh kotak pemberian Akrom yang ia simpan di dalam tas ranselnya.


Cintya segera bangkit meraih tas yang ia taruh di kursi belajar dan membukanya, meraih sebuah kotak berwarna putih di dalamnya. Lalu ia membuka bungkusnya dan menemukan secarik kertas di dalamnya.


Maaf, hanya ini yang bisa ku beri saat ini.


Kurasa belum sepadan dengan kesediaanmu menungguku.


Namun kuharap kamu apang dada menerima.


Dan tetaplah menjadi melati pujaan hati.


Begitu tulisan di kertas itu. Dan dibawahnya ada sebuah print BarCode dan di bawahnya ada tulisan “Scan Ya Cantik?”. Cintya yang menemukan tulisan itu tersenyum geli sekaligus merasa seperti terbang ke angkasa. “dasar sok manis” ucap Cintya Tersenyum.


Cintya menaruh dulu kertas itu dan membuka isi dari kotak itu. Ternyata berisi sebuah sepatu yang ia sangat hafal sepatu itu mirip dengan kepunyaan Akrom yang sering ia pakai. Sebuah sepatu kets bertype OldSkul berwarna hitam berpadu putih. Dan di sol sepatu ada sebuah tulisan “KEEP WALKING”.


Cintya tersenyum senang seakan tahu apa maksud dari Akrom memberikan sepatu ini. Lalu cinya meraih lagi kertas ang tadi ia taruh, diraihnya juga ponselnya dan men’scan BarCode yang terpampang disitu.


melati pujaan hati


kau harum mewangi


menyejukkan hatiku


kau bagai cahaya rembulan


dalam kegelapan


tunjukkan arahku


jangan pernah kau sakiti


cinta yang tlah kumiliki untukmu


sucikan aku


bawalah aku dimana tercipta damai

__ADS_1


sucikan aku


tebarkan wangi cintamu untukku


melati pujaan hati


teruslah mewangi


menyejukkan hatiku


kau bagai cahaya rembulan


dalam kegelapan


tunjukkan arahku


jangan pernah kau sakiti


cinta yang tlah kumiliki untukmu


Oleh: Five Minutes “Pujaan Hati”


Cintya senyum-senyum manis mendengarkan lagu itu bait per bait. Sekali lagi ia sedang menemukan sisi lain dari diri Akrom. Membuatnya sangat bersyukur telah diperkenalkan oleh Tuhan dengan seorang laki-laki yang sepintas hanya seorang murid yang masih kanak-kanak, namun disisi lain ia juga seorang pria penuh kelembutan dan taggung jawab seperti halnya seorang pria dewasa.


“Wih sepatu baru nih” seru Ridho yang sudah tiba-tiba masuk kedalam kamar Cintya meraih sepasang sepatu yang ada di atas kasur.


“ih rese an? Kalau mau masuk ketuk pintu dulu Ridho” ucap Cinya dengan nada tinggi.


“iya mbak maaf lupa. Hehe” jawab Ridho meringis.


“kebiasaan” gerutu Cintya kesal.


“dari pacar mbak?” Tanya Ridho meneliti setiap sudut sepatu itu. Cintya menjawabnya dengan anggukan kepala dan sebuah senyuman yang manis.


“aku kok jadi khawatir ya mbak?” lanjut Ridho dengan kalimat terhenti menggantung.


“khawatir soal apa dho?” Tanya Cintya penasaran.


“Akrom itu dari keluarga orang kaya lo mbak, meskipun kemana-mana dia Cuma vespaan, tapi sebenarnya digarasi rumahnya ada beberapa mobil. Meskipun Akrom orangnya memang tulus tapi aku khawatir orang tuanya” ujar Ridho dengan nada hati-hati.


“kenapa orang tua Akrom?”


“ya nggak kenapa-kenapa sih. Mereka baik. Cuma aku khawatir kalau tahu yang pacaran dengan anaknya dari keluarga yang biasa seperti kita nanti sedikit kecewa gimana? Meskipun aku yakin sih mereka tidak mempunyai fikiran seperti itu”jawab Ridho.


“telat kamu dho. Mbak baru kesana malah” Kata Cintya dengan sedikit tertawa.

__ADS_1


“hah? Serius mbak? Jadi pulang sekolah nggak ada itu baru dari sana? Gimana respon mereka?” Tanya Ridho penuh semangat.


“kalau Tanya satu-satu dong dho” protes Cintya.


__ADS_2