
Cintya keluar dari kelas yang ia isi pelajarannya pagi ini, bel istirahat membuatnya mengakhiri sesi *** di salah satu kelas tiga. ia berjalan menyusuri lorong kelas menuju ruang guru.
"bu, saya tunggu di perpustakaan ya?" ucap seorang siswa dengan pelan namun dapat di dengarnya secara jelas. Mereka berjalan beriringan tanpa Cintya tahu sejak kapan Akrom sudah berjalan mensejajarkan langkah mereka.
"i-iya Krom, aku ke kantor dulu balikin buku" jawab Cintya tergagap karena kaget dengan kehadirannya.
"iya bu, saya tunggu" jawab Akrom lalu berjalan lebih cepat meninggalkan Cintya di belakang. Akrom langsung menuju ruang perpustakaan terlebih dahulu.
"kamu kenapa nggak mau ke kantin?" tanya Cintya penasaran. kini mereka sudah bersama-sama di ruang perpustakaan, di lorong rak buku yang memisahkan dengan siswa lainnya.
"lagi puasa mbak" jawab Akrom singkat masih sibuk mencari buku yang ia perlukan.
"oh, aku mau tanya" ucap Cintya dengan sorot mata yang tajam dan wajah serius mengintimidasi Akrom.
"tanya apa?" kini Akrom telah menurunkan tangannya dari deretan buku yang sejak tadi sibuk ia buka satu persatu.
"kamu ngerok*k ya?" Cintya menanyakan dengan suara sedikit berbisik hingga jarak kedua wajah mereka cukup dekat.
"hah? maksudnya?" tanya balik Akrom yang kaget dengan pertanyaan Cintya.
"kamu jujur, aku menemukannya dalam kantong jaketmu kemarin" Cintya masih setia dengan raut wajah garangnya.
Akrom hanya mengangguk lemah mengiyakan pertanyaan Cintya. ia tidak lagi bisa mengelak karena Cintya sendiri sudah mendapati barang bukti dari dalam saku jaket yang kemarin ia berikan kepadanya.
"kenapa sih? cowok demen banget makai gituan? mana masih sekolah lagi?" omel Cintya dengan nada kesal sedikit meninggi.
"iya ya? kenapa ya?" tanya balik Akrom dengan meringis menampilkan wajah sok polosnya di sertai menggaruk tengkuk belakangnya.
"aku nggak bercanda Krom, aku serius!" tegas Cintya lagi kini dengan mata yang melotot tajam kearah Akrom.
"iya maaf" jawab Akrom takut-takut dengan wajah Cintya yang segarang ini. pertama kali ia temui.
"pokoknya aku nggak mau kamu kecanduan, itu juga buat kesehatan kamu kok" Cintya masih ngomel mengeluarkan segala ketidaksukaannya.
"berarti kalau nggak kecanduan boleh?" kembali Akrom melontarkan pertanyaan yang menggoda dengan candaannya agar pembicaraan mereka tidak terlalu tegang lagi.
"ya nggak gitu konsepnya" balas Cintya mendelik mendengar jawaban Akrom yang di nilainya adalah sebuah guyonan.
__ADS_1
"iya iya bu aku juga jarang-jarang kok, nggak sampai kecanduan" Akrom membela diri.
"awas aja kalau ketahuan lagi!" ancam Cintya menunjuk kearah wajah Akrom.
"iya bu, enggak" jawab Akrom tak berkutik.
"kamu tadi pagi ngerok*k?" tanya Cintya memastikan.
"enggak lah. kan puasa bu?" balas Akrom cepat.
"jadi kalau nggak puasa kamu ngerok*k?" kembali Cintya menerka kemungkinan dari maksud ucapan Akrom.
"aduh, konspirasi macam apa lagi ini Gusti?" keluh Akrom menepuk keningnya.
"ya nggak gitu juga konsepnya bu. ah suka mencari celah untuk cari-cari kesalahan dari ucapanku ya sekarang" lanjut Akrom kesal dengan pemikiran Cintya.
"nggak usah banyak alasan deh. jelas-jelas kamu bilang gitu" Cintya mengelak atas keluh Akrom.
"mau aku buktiin?" tanya Akrom dengan menunjukan wajah seriusnya.
"sini agak deket wajahnya" pinta Akrom yang di turuti Cintya dengan wajah polosnya yang ia condongkan lebih dekat kearah Akrom.
"lebih deket lagi" pinta Akrom lagi melambaikan tangannya agar wajah Cintya lebih dekat lagi kearah Akrom.
"HAH" tiba-tiba Akrom menghembuskan nafasnya melalui mulut dengan ganasnya yang sontak saja membuat Cintya kaget dengan aromanya, aroma orang yang sedang berpuasa.
"ihhh rese'. bauu" pekik Cintya sedikit keras, ia serta merta menutup hidungnya rapat-rapat menggunakan jari telunjuk dan jempol.
"gimana baunya?" tanya Akrom penuh kemenangan menahan tawanya.
"bau, rese' kamu Krom" jawab Cintya yang masih menahan aroma nafas Akrom.
"nah kan? nggak ada aroma asap rok*k kan?" tanya Akrom membenarkan dirinya dengan wajah yang semakin menunjukan raut kemenangannya.
"terserah kamu lah Krom. males aku" ujar Cintya pura-pura merajuk dengan pembuktian dari Akrom, ia merasa sudah di kerjai oleh Akrom.
"lagian nuduh orang seenaknya sendiri sih" jawab Akrom yang juga pura-pura ngambek dengan tuduhan Cintya.
__ADS_1
"pokoknya awas aja kalau kedapatan lagi kamu pakai barang itu" ancam Cintya lagi yang masih tidak mau kalah dengan Akrom.
"iya bu guru cantik, manis, baik hati. he'em" jawabnya dengan wajah yang dibuat-buat sok manis.
"dih, genit. jijik tau" balas Cintya sewot dengan cara penyampaian Akrom barusan.
"biarin, genit gini juga kamu suka" bisik Akrom membantah ledekan Cintya.
"dih, siapa juga yang suka? Ge'Ernya kamu aja kali Krom" balas Cintya tidak mau kalah.
"yaudah kalau nggak suka. saya duluan" ucap Akrom pura-pura merajuk dan berbalik badan hendak meninggalkan Cintya di lorong rak buku perpustakaan itu.
"eh, kemana? kok di tinggal sih?" reflek Cintya menarik lengan Akrom agar tidak meninggalkannya.
"nah kan, suka kan? buktinya nih di tahan" tunjuk Akrom pada tangan Cintya yang masih memegang lengan Akrom dengan sedikit kencang.
"eh, nggak. enak aja, aku belum selesai interogasi kamu" jawab Cintya gelagapan ternyata Akrom hanya pura-pura karena ingin menggodanya.
"udah ngaku aja" ledek Akrom mengerlingkan mata sebelah sisinya.
"ihhh, rese banget kamu Krom, awas kamu" Cintya mencubit dengan gemasnya di pinggang sebelah kiri Akrom.
"auww bu, sakit tau" pekik Akrom sedikit keras meringis menerima serangan dari Cintya.
"sssttt" desis beberapa orang lain yang tengah ada di ruangan perpustakaan karena terganggu oleh suara Akrom yang sedikit gaduh.
Kembali Akrom hanya nyengir kuda menutupi mulutnya, ia celingukan kekiri dan ke kanan memastikan tidak ada orang yang tahu dengan keberadaan dan aktifitasnya hingga membuat suara gaduh mengganggu ketenangan orang lain yang tengah fokus membaca.
Setelahnya mereka berdua meneruskan obrolannya namun kini dengan suara menjadi lebih pelan lagi, hingga terkesan berbisik. sampai terdengar suara bel yang menandakan telah usai waktu untuk istirahat.
"sudah waktunya masuk kelas, aku duluan Krom" ucap Cintya menutup pembicaraan mereka.
"iya bu, kamu duluan ke arah sana. aku nanti aja ke arah sebaliknya biar nggak ada yang curiga" jawab Akrom setengah berbisik menunjuk ke arah ujung lorong untuk arah Cintya keluar dari lorong rak buku di dalam ruang perpustakaan.
"iya, belajar yang serius. udah kelas tiga" pesan Cintya sebelum meninggalkan Akron.
"iya bu, kamu yang semangat ya sayang" jawab Akrom dengan senyum manisnya. membuat Cintya kaget dengan panggilan Akrom yang terakhir. sedangkan Akrom yang melihat ekspresi wajah Cintya hanya tersenyum senang, Cintya makin terlihat manis.
__ADS_1