Cinta Santri Dan Guru Sekolah

Cinta Santri Dan Guru Sekolah
Kembali ke Pondok Pesantren.


__ADS_3

Waktu terus berjalan sebagaimana mestinya. menghantar siang menepi berselang sore.


"krom kamu serius nggak ayah antar ke pondok?" tanya pak Mahfud saat Akrom sedang berpamitan berangkat pondok.


"nggak usah nggak apa-apa yah, tapi kalau ayah mau juga nggak apa-apa. tapi Akrom bawa motor sendiri" jawabnya sopan.


"yasudah Minggu depan aja ayah ke pondok sama ibumu, sekalian sowan ke Kyai Ahmad"


"nggih pak, Akrom pamit dulu ya?" pamit Akrom sembari mencium tangan ayahnya.


"iya nak, semoga barokah ilmumu" lalu pak Mahfud memeluk putra semata wayangnya itu.


"nggih pak Aaaaaamiin. Bu Akrom pamit ya?" kini ia berganti mencium tangan ibundanya.


"iya nak, jaga diri selalu" jawabnya sambil memeluk Akrom dengan berurai air mata.


"ibu jangan nangis, nanti Akrom jadi sedih Lo di pondok kalau inget ibuk nangis gini" goda Akrom untuk menenangkan ibundanya.


"iya sayang, anak ibuk harus serius ngaji dan sekolahnya ya? terus tinggal sama ibu lagi" tangan Bu maftukhah memegang kedua pipi putranya penuh harap.


"iya Bu, Akrom janji khatam pondok tahun ini, biar bisa boyong tahun ini. doakan Akrom ya?" ucapnya lalu mengecup kening ibundanya.


"iya nak, ibu pasti doakan kamu"


"Akrom berangkat ya Bu? pak?"


"iya nak, hati-hati. ya?" jawab pak Mahfud.


"nggih pak, assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam..." jawab orang tua Akrom bersamaan.


Akrom segera menaikan Tas ranselnya di Vespa dan lanjut melajukan kuda besi meninggalkan rumahnya beserta orang tua tercintanya.


Jalan kota itu disusurinya menuju tempat tinggal keduanya. selang 40 menit ia telah sampai di tempat yang ditujunya. segera ia memarkirkan vespanya di parkiran santri.


"Assalamualaikum" memasuki kamar pondoknya, beberapa temannya sudah sampai duluan di pondok.


"waalaikumsalam. wah makin cakep aja ini bocah" jawab Fauzy dengan gaya cengengesannya.


"eh si Dimas belum datang?" tanyanya sambil meletakan tas ke lemari miliknya.


"belum, palingan juga agak telat kaya biasanya" jawab teman lainnya cuek.


"Oalah, nih titipan dari ibuku" tangannya mengulurkan kantong kresek berisi jajanan sisa lebaran dirumahnya.


"waaah cakep. makasih krom" dengan mata berbinar menerima pemberian Akrom dan segera dibukanya bersama teman lain.


"nih, dapat dari si Misbah tadi bawa ginian" ganti Fauzy menawarkan donat yang diberikan oleh Misbah, teman kamar lainnya.

__ADS_1


"dimana si misbahnya?"


"itu masih mandi krom, maklum rumahnya dari luar kota jadi pasti capek perjalanan jauh dia" balasnya.


"eh, udah sowan belum zy?" menolehkan ke arah Fauzy yang tengah asyik menikmati donat.


"belum lah, nanti aja sekalian nunggu Dimas kesana barengan aja" jawabnya santai.


"yaudah kalau gitu. nanti bareng aja"


"yo'i krom".


Saat mereka asyik menikmati jajanan yang dibawa dari rumah masing-masing. Datanglah Dimas dengan membawa 2 buah kardus di kedua tangannya.


"Assalamualaikum rakyat MHQ. apa kabar" salamnya dengan bersemangat.


"wa'alaikumsalam gelandangan MHQ" jawab Fauzy yang sontak membuat seisi kamar menjadi tertawa terbahak.


"ah sialan, gelandangan dibilang, mentang-mentang paling lama di MHQ aja" gerutu Dimas.


"iya udah, sesepuh MHQ deh, salam suhu" dengan telapak tangannya di satukan seperti memberi hormat.


"ah resek nih bocah, nih rejeki bagi kaum pejuang" Dimas menyerahkan dua kardus yang dibawanya ke teman lainnya.


"makasih suhu atas kemurahan hatimu kepada kami" ledek teman lainnya.


"ya ya ya, baiklah rakyat, saya kebetulan orang baik ini" balas Dimas yang tengah menyalami teman-temannya.


"eh si penunggu kolam pondok udah ganteng aja ini" balas Dimas dengan nada kesal.


"hehehe. si bocah no maden juga udah datang nih?" sahutnya melirik ke arah Akrom.


"sialan no maden dibilang, aku itu cuma sedang mengembara" Akrom membela diri.


"kaya musyafir aja krom, inget disini yang paling jauh itu aku, mau ngambil gelar pengembara dariku kau?" dengan tertawa Dimas menjawab pembelaannya.


"iya iya, yang orang jauh" gerutu Akrom.


"yaudah yok sowan ke Kyai? udah lengkap nih" ajak Fauzy ke teman-temannya.


"bentar zy, aku mau cuci muka dulu"


"ikut dim, barengan" Akrom berdiri mengikuti Dimas yang hendak cuci muka di toilet pondok.


Setelah mereka siap, akhirnya mereka berjalan menuju rumah dalem kyai untuk sowan. tak lupa mereka membawa oleh-oleh dari orang tua masing-masing untuk di hadiahkan kepada pak Kyai Ahmad.


"habis sowan kang?" sapa Fauzy kepada santri lain yang baru keluar dari rumah dalem, lalu mereka semua bersalaman.


"iya kang, tapi masih ada santri putri yang sowan, tunggu dulu aja" jawab salah satu dari mereka.

__ADS_1


"oh. iya kang, makasih ya?" ucap Akrom.


"iya kang. kami duluan ya?" pamit mereka.


"iya kang siap, assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam" jawab rombongan kamar Akrom bersamaan.


Mereka memutuskan menunggu santri putri yang masih sowan untuk keluar terlebih dahulu. berselang beberapa menit kemudian kelompok santri putri keluar berpapasan di halaman rumah dalem.


"eh krom, itu di Nisa krom, makin cakep aja sih itu anak" Fauzy menunjuk kearah salah satu santri putri yang baru saja keluar dari rumah dalem.


"kamu niat ngaji apa cari cewek zy?" jawab Akrom ketus.


"yah bro, tapi dia cakep banget bro, udah kelihatan banget dia suka kamu, kayaknya habis lulus pondok udah siap di khitbah itu krom" bisik Akrom.


Saat mereka akan berpapasan, seorang gadis yang bernama Nisa itu sudah tersenyum malu kearah Akrom tanpa berani menatap langsung kearahnya.


"tuh senyum ke kamu terus krom" bisik Misbah sambil menyenggol lengan Akrom.


"berisik kamu mis" gerutu Akrom.


"assalamualaikum kang" salam Nisa kepada Akrom saat mereka berpapasan.


"waalaikumsalam mbak" jawab akrom dingin.


"wa'alaikumsalam bidadari MHQ putri, apa kabar?" jawab Fauzy menggodanya dengan senyumannya.


"Alhamdulillah baik kang" Nisa tersipu malu menundukan wajahnya.


"saya balik ke asrama putri kang, Assalamu'alaikum" pamit nisa melangkahkan kaki buru-buru meninggalkan kelompok santri putra di halaman dalem kyai untuk menyembunyikan rasa tersipu malu.


"iya mbak, wa'alaikumsalam" jawab Akrom masih dengan nada dingin.


"wa'alaikumsalam cantik, hati-hati ya bidadari" jawab Fauzy menggoda sambil melambaikan tangannya.


"apaan sih zy? kaya nggak pernah lihat cewe aja?" gerutu Akrom.


"kamu sih krom, cewe cantik yang jelas-jelas mengharapkan kamu malah di anggurin, mending buat aku aja Napa?" cerocos Fauzy.


"noh ambil aja Sono, aku masih belum kefikiran kearah gituan" jawab Akrom.


"seriusan? buat aku? jangan nyesel loh ya?"


"iya ambil buatmu saja" Akrom meninggalkan Fauzy yang masih sibuk memandangi punggung santri-santri putri yang barusan ketemu.


Semua temannya hanya menggelengkan kepala atas kelakuan Fauzy dan Akrom. hanya Dimas yang diam saja melihat tingkah konyol teman-temannya.


Lalu mereka segera sowan kepada Kyai Ahmad setelah liburan, sekalian bermaaf-maafan.

__ADS_1


...-----...


"


__ADS_2