Cinta Santri Dan Guru Sekolah

Cinta Santri Dan Guru Sekolah
Ujian Sekolah Hari Pertama.


__ADS_3

Menderu pelan seakan malas untuk berjalan, setiap jengkal jalan terasa enggak untuk tertelan. Deru mesin tidak beringas melahap aspal.


"kok mau minta nganterin aku kenapa Krom? Kan tempatnya jauh?" tanya Cintya sedikit berteriak melawan terpaan angin.


"hitung-hitung aku mengantarmu sebelum aku selesai menjadi muridmu mbak" jawab Akrom.


"selesai jadi muridku, lalu jadi apaku Krom?" goda Cintya yang penasaran dengan reaksi wajah Akrom.


"jadi apa enaknya mbak?" tanya balik Akrom berusaha menyembunyikan raut wajah malu-malunya.


"malah balik tanya" gerutu Cintya, yang tentu saja itu adalah candaan merajuk pada balasan Akrom.


"semoga mbak, yang kita cita-citakan di restui Tuhan" jawab Akrom yang belum berani berjanji.


"semoga harapan kita tercapai" imbuh Cintya yang tentu saja senang mendengar jawaban Cintya.


"Aaaaaamiin, jangan berhenti berdoa" ujar Akrom.


"jangan lepaskan aku pada do'amu juga"


"dan jangan berharap padaku, gantungkan harapan hanya pada-Nya" lanjut Akrom.


"iya sayang, udah mau nyampai" ujar Cintya setelah gedung sekolah tempat Cintya menjaga ujian telah nampak di ujung jalan.


"iya mbak, nanti aku tunggu di depan ya?" ucap Akrom setelah memberhentikan vespanya.


"siap bos, nanti kita saling kabar-kabar ya?" jawab Cintya dengan senyum manisnya.


"siap mbak, doakan lancar dan sukses ya?"


"iya, kamu yang konsentrasi ngerjain ujiannya, aku tunggu kok disini" goda Cintya lagi.


"hehehe, ya kali mau pulang jalan" balas Akrom sembari menyalakan vespanya kembali.


"duluan sayang, love you, Assalamualaikum" pamit Akrom yang langsung melenggang pergi.


Cintya hanya terdiam kaget, ia sangat terkejut dengan ucapan pamit Akrom. Sedikit air mata menetes dari pelupuk mata indahnya. Tak mampu sepatah katapun terucap dari bibirnya.


"permisi bu, dari sekolah SMK Bakti 2 ya?" sapa seorang guru muda yang membuyarkan lamunan Akrom.


"eh iya pak" jawab Cintya sedikit gelagapan.

__ADS_1


"silahkan bu, saya bagian pengurus dari sekolah lain, nama saya Rama" ujar guru muda dari sekolah itu mengulurkan tangannya.


"oh baik pak, saya Cintya" jawab Cintya mengangsurkan tangannya guna menjabat uluran salam Rama.


"di antar adiknya kesini tadi?" tanya pak Rama mencoba akrab. Sedang Cintya hanya membalasnya dengan sebuah senyuman.


"Kok yang nganterin adiknya? Bukan suami?" tanyanya lagi.


"oh iya pak, saya belum menikah" jawab Cintya mencoba ramah.


"sama dong, hehe. Tapi kalau di luar lingkup sekolah jangan panggil saya pak, cukup nama saja" ujar pak Rama dengan senyuman.


"baik pak" jawab Cintya yang sedikit malas karena terindikasi modus-modus lelaki pada umumnya dari yang di tunjukan oleh pak Rama.


"mari saya tunjukan ruangannya bu" ucap pak Rama mengajak Cintya untuk mengikutinya guna menuju ruangan guru pengawas untuk mempersiapkan ujian. Lalu Cintya mengikuti langkahnya.


"silahkan bu, ini ruangannya. Kalau ada perlu apa-apa silahkan hubungi saya saja. Ini nomor telfon saya" tawar pak Rama menyodorkan ponselnya yang disana menampilkan nomor milik pak Rama.


"baik pak terimakasih" ujar Cintya datar. karena ia tidak enak untuk menolak akhirnya Cintya mencatat nomor itu, hanya saja tidak di ponselnya melainkan di secarik kertas lalu ia lipat dan di masukan ke dalam tasnya.


"kok tidak di catat di ponsel bu?" tanya pak Rama heran.


"oh, ponsel saya sedang mati belum saya hidupkan, saya masuk dulu pak" jawab Cintya sekaligus pamit ingin menghindari pertanyaan lebih lanjut dari pak Rama.


Kegiatan Cintya pagi ini sudah di sibukan dengan persiapkan soal-soal sekaligus pembekalan untuk ujian kali ini.


Sedang di tempat lain, Akrom yang baru sampai kelasnya langsung di sambut sahabatnya, Ridho.


"weh si abang, mau ujian pake survey ke sekolah tetangga aja" sapa Ridho tertawa meringis.


"bisa aja kau Dho, oh ya kelasku mana ya?" jawab Akrom sembari celingukan mencari kelasnya.


"itu disana, sama kelasku" tunjuk Ridho pada ruang kelas tempat mereka berdua akan melaksanakan ujian.


"oh siap" ujar Akrom melangkahkan kakinya untuk masuk meletakan tasnya.


"mbak Tya ngawasin di sekolah mana?" tanya Ridho yang berdiri setengah menyandar di meja Akrom.


"di SMA 1 Dho, tempatmu suka ngecengin ceweknya" jawab Akrom sembari tertawa meledek Ridho.


"wah kampret, namanya juga usaha bro" bela Ridho.

__ADS_1


"mending kalau dapet? Masa tiga tahun ngeceng doang Dho?" imbuh Akrom meneruskan ledekannya.


"itu tandanya semesta masih menjagaku dari cewek yang kurang cocok" Ridho mengeles dari serangan Akrom.


"alah alibi, bilang aja nggak ada yang melirik Dho, pakai alasan semesta segala" cibir Akrom yang senang melihat temannya terpojok.


"enak aja, banyak yang melirik tapi aku kurang sreg" balas Ridho berusaha mematahkan cibiran Akrom.


"pede kau, itu melirik doang belum tentu tertarik Dho" Akrom semakin gencar membuat Ridho tambah gelagapan.


"tertarik lah, kamu sih nggak percayaan"


"sudahlah, nggak perlu ngeles udah kenyataannya begitu. Mending minta mbak Tya aja biar di cariin kenalan yang bening disana" ujar Akrom yang memberi solusi namun itu sebenarnya ledekan yang tersembunyi.


"ah tau lah, males debat sama kamu Krom. Mentang-mentang udah punya pacar kau" gerutu Ridho yang menyerah dengan ledekan Akrom.


"iya lah, gue gitu loh" balas Akrom dengan nada sombong sambil tertawa renyah.


Tidak lama berselang bel masuk berbunyi, tanda ujian kelulusan akan segera di mulai. Semua siswa keluar kelas guna berbaris di depan kelas masing-masing sebelum akhirnya masuk kelas kembali. Dan di mulailah ujian penentuan untuk kelulusan tingkat SLTA.


Semua soal di libas habis oleh Akrom dengan tanpa halangan yang berat, begitupun dengan Ridho, juga semua temannya yang berada dalam satu kelas.


Hingga belum sampai waktu untuk ujian selesai mereka sudah bersantai menunggu waktu selesai.


"kamu langsung jemput mbak Tya Krom?" tanya Ridho setelah keluar dari kelas selesai jam ujian.


"iya Dho, cuma belum aku WA" jawab Akrom sembari mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.


"oke deh, kalau gitu aku duluan aja ya Krom? Nanti kamu mampir rumah kan?" tanya Ridho.


"siap Dho nanti aku mampir bentar, hati-hati" jawab Akrom.


"yoi Krom, Assalamualaikum" pamit Ridho jalan duluan menuju parkiran.


"waalaikumsalam" jawab Akrom yang masih duduk di depan kelasnya.


Akrom mengetikan pesan di ponselnya untuk di kirim kepada Cintya. "mbak, aku jemput sekarang apa agak nanti?"


Tidak berselang lama ada pesan masuk dari Cintya di ponselnya. "sekarang aja Krom, aku sudah mau selesai kok" jawab Cintya.


"siap sayang, abang jalan" jawab Akrom yang ketika mengetik sambil tersenyum sendiri.

__ADS_1


"oke abang hati-hati, adek tunggu abang" balas Cintya menimpali pesan Akrom.


Lalu Akrom langsung menuju parkiran motor untuk meluncur ketempat Cintya mengawasi ujian hari ini.


__ADS_2