Cinta Santri Dan Guru Sekolah

Cinta Santri Dan Guru Sekolah
Bab enam.


__ADS_3

sedang di tempat lain. didalam kamarnya Cintya sedang menyiapkan pelajaran untuk besok disekolah.


terus ia teringat wajah yang selama ini menari di fikirannya.


'ah kenapa aku terus mikirin dia? lagian cowo kaya gitu pasti sudah punya pacarlah. masa aku berharap sih? lagian dia juga muridku' dihelanya nafas dalam-dalam menyingkirkan fikiran-fikiran yang terus mengganggunya.


.


selesai ia berjibaku dengan menyiapkan pelajaran untuk besok. segera dirapikannya dan mencuci wajahnya lalu bersiap tidur.


.


setelah sekian lama mata yang sudah didera kantuk tak berkutik oleh hati dan fikiran yang masih terjaga. menyerah ia oleh mereka.


.


diambilnya hp lalu memasang musik tenang untuk menemaninya tidur, lebih tepatnya memaksa otaknya untuk tertidur.


.


setiap tutur kata


atas nama cinta


butakan peka Sukma


dikedalaman rasa


.


sentuhan belaian hangatmu


sanggup redakan kalbu


ketika sadarkan aku


bagaikan angin membelai


lalu kuresapi nikmatnya sentuhanmu


.


hembuslah cintamu


buai ku kedalam sukmamu


dan hembusalah wangi surga


biar kunikmari karunia-Nya


.


song by: Maviro "hembuslah"


.


akhirnya ia telah tertidur dengan alunan lagu manis itu.


.


hari berganti dengan hari. beberapa Minggu kemudian masuk bulan Ramadhan, pihak sekolah mengadakan pondok Ramadhan bagi seluruh siswa. rencananya seminggu penuh rangkaian keagamaan.


.


"selamat pagi teman-teman. untuk acara pondok Ramadhan nanti, untuk lomba cerdas cermat siapa aja nih yang bersedia ikut?" tanya ketua kelas kepada teman-teman sekelasnya.


"Akrom aja tuh bisa di andalkan" jawab salah satu murid dan di amin'i oleh yang lain.


"lah kok saya? kan masih banyak yang lain?" tolak Akrom.


"ya disini yang paling jago kamu krom". jawab Agus ini dan di benarkan oleh ridho.


"ah enggak ah" bantah akrom.


"gak ada lagi krom". jawab temannya yang lain.


.


"yaudah deh" jawab Akrom pasrah.


"oke terimakasih krom. lalu untuk Tartil Qur'an siapa?" tawar ketua kelas lagi.

__ADS_1


"Agus aja, dia kan pernah ikut lomba waktu SMP" jawab Akrom terkekeh.


"wah gila, itu udah SMP krom, jangan balas dendam gitu donk?" gerutu Agus.


"iya gus. bagi-bag tugas lah" sergah ridho mencoba menengahi.


"oke ya gus? kamu yang maju ya? gimana setuju?" tanya ketua kelas.


"seetujuuuuu..." jawab teman sekelas bersamaan.


.


Agus yang masih kesal dengan Akrom hanya diam dengan bibirnya yang dimajukan.


.


"oke sudah deal ya? hari Jumat kalian maju, nanti aku daftarkan" ucap ketua kelas.


"yah apa boleh buat, kalah masa" gerutu Agus.


"udah tenang aja, nanti gurah suaramu gus" ucap ridho menenangkan temannya sambil mengulum senyumnya.


"tau 'ah" jawab Agus menggerutu


.


sampai tiba di hari Jumat waktu perlombaan antar kelas tiba.


"kamu dikantor saja Bu?" sapa pak Rian.


"eh iya pak, lagi gak ada kelas kan?" jawab Cintya sambil masih memainkan ponselnya.


"gak lihat lomba antar kelas?"


"lomba apa pak?"


"lomba cerdas cermat sih, ayo lihat aja daripada sendiri di kantor" ajak pak Rian


.


di tolehnya kiri-kanan ruangan tersebut, 'eh iya kosong sih' gumamnya dalam hati.


"saya temenin aja deh disini" kata pak Rian lalu menarik kursi di sebelah Cintya.


"eh. oh iya pak, maaf saya mau lihat aja lombanya pak" seru Cintya dengan malas karena risih terus di goda rekan gurunya.


lalu berjalan cepat meninggalkan pak Rian yang baru duduk di kursinya.


.


langkahnya cepat dengan harapan tidak di kejar oleh pak Rian. lalu sampailah dia di aula sekolah untuk melihat perlombaan itu.


"Bu Tya. sini" panggil ridho sambil melambaikan tangannya.


"iya dho" jawabnya lalu menghampiri adiknya, lalu duduk disebelah yang kebetulan ada kursi kosong.


"kelas apa yang tanding dek?" tanya Cintya.


"kelasku mbak, sama anak XII TKJ 2 & XII ELEKTRO 1" jawab ridho.


yang dijawab dengan ber-oh ria.


.


lalu moderator acara segera memanggil para peserta untuk naik keatas panggung.


.


'ah Akrom ikut lomba ini?' batin Cintya.


.


lalu juri melempar satu demi satu pertanyaan kepada para peserta. dan harus dijawab dengan berbagai alasan pendukung atas jawaban tersebut. tentunya berkutat perihal agama.


.


semua pertanyaan dijawab dengan mantab oleh perwakilan kelas ridho dengan rujukan-rujukan yang tidak bisa dipatahkan, baik oleh peserta lawan ataupun oleh juri.


.


semua pertanyaan sukses di eksekusi oleh Akrom dengan mantab, sampai membuat semua hadirin terkagum-kagum atas wawasan murid tersebut. termasuk Cintya yang kaget juga dibuatnya.

__ADS_1


.


"dek, temenmu pinter banget dek?" bisik Cintya kepada ridho.


"yaiyalah mbak. 6 tahun di pondok yakali gitu gak bisa" jawab ridho enteng.


"hah, dia mondok dek?" heran Cintya.


"iya mbak, dia mondok dan siangnya dia ikut kegiatan luar pondok, sekolah disini"


"kenapa mbak? kok heran gitu?" lanjut ridho.


"ah ya enggak, hebat aja sih wawasannya luas gitu dek" jawab Cintya sambil matanya lurus menatap depan. malu terlihat oleh adiknya.


"oh ya gitulah dia mbak" jawab ridho sambil tepuk tangan atas keberhasilan sahabatnya.


.


Akrom yang sudah selesai perlombaannya langsung turun panggung, dan dilambaikan tangan ridho memanggil temannya untuk ikut gabung sambil melihat peserta selanjutnya.


.


"selamat krom, hebat kamu" puji ridho kepada sahabatnya.


"ah biasa aja, kebetulan bro" jawab Akrom merendah.


"biasa bagimu krom, sampe ibu guru matematika ini terkagum-kagum Lo" lirik ridho kepada kakaknya sambil mengulum senyumnya.


"eh kok aku dho?" bantah Cintya menahan malu.


"alah gak usah malu Bu, tadi muji-muji gitu Lo" ledek ridho menggoda kakaknya.


"ish awas kamu dho" jawab Cintya dengan mata tajam melihat adiknya.


sedang yang di puji hanya diam saja dengan mata melihat kearah panggung.


.


semua peserta sudah selesai mengikuti perlombaan. kini saatnya juri menilai semua dan menentukan pemenangnya.


namun pemenang akan di umumkan pada saat acara penutupan pondok Ramadhan.


.


kini giliran perlomaan Tartil Qur'an, dimana Agus mewakili kelas XII DPIB untuk berjuang.


.


"ayo Gus kamu pasti bisa" seru teman-temannya memberi semangat.


hanya bibir manyun sebagai jawaban Agus akan keterpaksaan yang melibatkan dirinya.


"ah gak usah gitu Gus, nanti di kuncir Lo bibirmu" ledek temannya yang lain dan langsung disambut gelak tawa yang mendengarkannya


.


setelah selesai perlombaan Tartil Qur'an. semua pemenang akan diumumkan di acara penutup pondok Ramadhan dihari Sabtu besoknya.


.


semua peserta bergegas membuyarkan diri dan langsung pulang. dimana memang selama pondok Ramadhan tidak ada jam kelas.


.


"dho, aku duluan ya?" pamit Akrom kepada ridho di parkiran sekolah.


"Yo'i krom, hati-hati, aku masih nunggu kakakku, bareng soalnya"


"oke sip. duluan, assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam"


.


lalu Akrom segera keluar gerbang, tak berselang lama Cintya datang menghampiri adiknya yang sudah menunggu. akhirnya merekapun pulang berdua.


.


.


~TERIMAKASIH YANG MASIH SETIA MEMBACA. SILAHKAN TINGGALKAN JEJAK UNTUK DOPING SEMANGAT AUTHOR~

__ADS_1


__ADS_2