
Di dalam ruang itu. semua yang hadir menganggukan kepala tanda faham setelah menerka-nerka cara kerja dari solusi yang di tawarkan Akrom untuk menyelesaikan masalah ini.
"saya sepertinya pernah tahu cara penyelidikan metode ini pak" ucap pak Sutomo membuka suara.
"benar pak, ini cara yang di pakai salah satu seorang Nabi untuk mencari kebenaran dari kesaksian tiga pelaku pemerkosaan wanita tuna netra dimana ketiganya tidak mengakui perbuatannya" jawab Akrom tegas.
Sembari Akrom mengeluarkan ponselnya untuk memutar video yang tadi di rekam oleh kepala sekolah untuk di tunjukan ke semua hadirin membuktikan tidak ada percakapan lain mereka berdua selain membahas cara mencari bukti dari ketiga siswa kelas dua tersebut.
Semua yang ada di ruang itu menyimak dengan seksama isi percakapan dengan teliti mencari barangkali ada hal di luar topik yang mereka ucapkan.
"tidak ada hal lain yang kami bicarakan. dan tidak ada hal lain yang sengaja di jeda dari rekaman ini. setelahnya terserah bapak ibu semua bagaimana kelanjutan masalah ini" ucap Akrom setelah selesai video tersebut di putar.
"baiklah. sekarang kalian bertiga mengaku saja, sudah terbukti bohong. apa yang kalian bertiga ucapkan sampai berkelahi" tanya kepala sekolah kepada Dio Cs.
Mereka bertiga terdiam dan saling pandang satu sama lain, ragu untuk menjelaskan apa yang sudah mereka bahas.
"sudahlah, kalian mengaku atau tidak saja. saya tahu kalian takut untuk berterus terang apa yang sudah kalian ucapkan" ujar Akrom yang sudah tidak sabar dengan mereka bertiga.
Dio cs hanya mengangguk kecil dengan pasrah mengiyakan pertanyaan Akrom.
"kalau begitu kalian terancam tidak naik kelas tiga tahun ini!" bentak kepala sekolah yang juga sudah tidak sabar dengan kelakuan ketiga murd itu.
"catat itu bu Diah" lanjut kepala sekolah kepada bu Diah, wali kelas dari Dio cs.
"baik pak" jawab bu Diah singkat.
Sedangkan Dio dan kedua temannya hanya bisa pasrah karena sudah terungkap tidak bisa mengelak lagi.
"dan untuk kamu Krom, karena secara tidak langsung kamu juga sudah memulai pertengkaran ini. kamu saya skors 3 hari" lanjut kepala sekolah setelah menimbang-nimbang.
"saya rasa sudah cukup impas pak" jawab Akrom tenang seakan tidak sedang terjadi masalah apapun.
"baik, tolong buatkan surat sangsi untuk mereka berempat" ujar kepala sekolah memberi tugas guru BK.
"baik pak, segera saya kerjakan" jawab guru yang merasa bahwa itu tugasnya.
Segera surat sangsi di buat lalu di print untuk di beri paraf serta stempel. kemudian di berikan kepada keempat siswa agar di serahkan kepada orang tua mereka.
"kalau sudah tidak ada perlu lagi saya izin keluar dulu" jawab Akrom setelah berdiri dari tempat duduknya.
"iya silahkan. semua sudah cukup menurut saya. tapi kamu harus ingat bahwa kamu juga sudah kelas tiga sebentar lagi ujian" ujar kepala sekolah mengingatkan.
__ADS_1
"baik pak, terimakasih. assalamualaikum" salam Akrom meninggalkan ruangan tersebut.
"waalaikumsalam" jawab seisi ruangan.
Akrom segera masuk kedalam kelasnya yang kebetulan sedang tidak ada gurunya setelah memberi tugas kepada seluruh siswa.
"habis ngapain Krom?" tanya Ridho yang heran dimana Akrom setelah masuk kelas langsung saja membereskan bukunya kedalam tas.
"habis ada urusan sama anak kelas dua" jawab Akrom singkat.
"kamu habis berantem?" tanya Ridho lagi.
"iya" jawab Akrom lebih singkat lagi sambil masih sibuk merapikan bukunya.
"terus kamu mau kemana?" kini Agus yang sejak tadi menyimak percakapan mereka berdua ikut bertanya.
"pulang lah" jawab Akrom seenaknya.
"lah, lagi ada tugas nih kok malah pulang?" tanya Agus lagi yang kaget dengan jawaban Akrom yang dikira sebuah candaan.
"aku anak keren gus. tugas mah gampang lah" jawab Akrom makin seenaknya.
"udah ah, bawel amat. aku mau semedi jangan ganggu" Akrom berdiri dari kursinya bersiap untuk keluar kelas yang menjadikan teman-temannya sekelas keheranan.
"kemana kau Krom?" tanya salah satu teman lainnya.
"mau nyepi bos. nyari wangsit biar ujian besok kalian semua lancar jawabnya" jawab Akrom seenaknya dengan suara sedikit keras.
"Aaaaaamiin" kompak seisi kelas menjawab keras-keras dengan guyonan Akrom.
"tapi kalau soal benar tidaknya jawaban bukan urusanku loh ya?" sambung Akrom tersenyum mencibir pada teman-temannya.
"kampret kau, ah dasar batok vespa" celetuk salah satu teman laki-laki.
"ah dari pada kau, knalpot matik mberr" jawab Akrom sambil berjalan menuju pintu kelas.
"rese' lau kabel CDI" balas siswa tadi.
"bodo amat lah grip gass bajaj. duluan aku. assalamualaikum" jawab Akrom sekaligus mengucapkan salam untuk pamit.
"eh pulang beneran nih bocah. oi kemana lu?" celetuk murid lainnya.
__ADS_1
Akrom meninggalkan kelasnya menyisakan pertanyaan dan rasa heran dari teman sekelasnya.
"kemana tuh anak?" tanya salah satu anak ke Ridho.
"nggak tahu lah. yakali tiap sesuatu selalu laporan aku?" jawab Ridho ketus dimana ia sendiri juga heran dengan tingkah Akrom.
Hari semakin siang dan sekolah sudah selesai segala kesibukannya. Begitupun Cintya yang tengah bersiap pulang untuk mengistirahatkan lelah. hanya sebuah pertanyaan bermain di benaknya "dimana Akrom hari ini? kenapa setelah bertemu mata di depan ruang guru tidak lagi terlihat?".
"dek, Akrom kemana?" tanya Cintya saat Ridho menghampirinya di parkiran untuk pulang bersamaan.
"mau nyepi mbak, nyari wangsit katanya" jawab Ridho menirukan perkataan Akrom.
"ih, serius kenapa sih dek?" balas Cintya sewot.
"dih, tanya, udah di jawab jujur masih nggak terima. kalau nggak percaya kenapa nggak ganya sendiri sama itu anak?" ucap Ridho.
"terus sekarang si Akrom dimana?" tanya Cintya lagi dimana ia masih belum terima dengan jawaban Ridho.
"tadi habis dari ruang BK dia balik kelas, cuma beres-beres buku trus langsung cabut keluar kelas" ujar Ridho menceritakan kejadian pagi tadi.
"pulang?" Cintya mengulang kata yang di ucapkan Ridho.
"iya, pulang" jawab Ridho mempertegas perkataannya.
"kenapa ya dek" tanya Cintya lagi namun kini terlihat kecemasan nampak jelas di raut wajah manisnya.
"ya nggak tahu mbak, dia aja nggak ngasih tahu" jawab Ridho yang masih malas-malasan menjawab cercaan pertanyaan dari mbaknya yang datang bertubi-tubi.
"kenapa sih nggak pernah cerita kalau lagi ada masalah? apa susahnya sih?" Cintya mengomel pada dirinya sendiri meluapkan kekesalan pada sifat Akrom yang tertutup soal masalah pribadinya.
Ridho yang melihat itu tersadar bahwa kakaknya sedang tidak baik-baik saja hatinya, ada cemas & kecewa beradu.
"mbak maaf tadi aku jawabnya sewot. mbak tenang aja, memang begitu Akrom. dia nggak mau cerita masalahnya takut membebani orang lain. dia akan berusaha mengatasinya sendiri dan menceritakan pada orang sebagai pengalaman yang sudah ia lalui. percaya sama temenku mbak" Ridho bercerita panjang mengenai Akrom untuk menenangkan kakaknya.
"apa dia fikir aku sebegitu tidak mampunya untuk membantu? apa dia fikir aku sebegitu arogannya hingga aku merasa terbebani oleh masalahnya?" protes Cintya yang sudah ditemani rintik air mata yang tipis menggayut.
...-----...
......hallo kakak semua. maaf beberapa hari terakhir jeda up karena di dunia nyata, nyatanya saya sedang sibuk yang teramat.......
...terimakasih untuk yang tetap suport. jangan lupa dukungannya agar lebih semangat rajin upnya....
__ADS_1