Cinta Santri Dan Guru Sekolah

Cinta Santri Dan Guru Sekolah
bab delapan


__ADS_3

kini hari yang dinantikan para peserta lomba, hari Sabtu dimana acara penutupan pondok Ramadhan akan diumumkan para pemenang lomba yang kemarin digelar.


.


setelah kepsek memberi sambutan. akhirnya MC mengumumkan hasil dari pada dewan juri.


.


"mohon perhatian, saya akan mengumumkan pemenang lomba cerdas cermat & Tartil Qur'an antar kelas, dan untuk pemenang lomba cerdas cermat adalah kelas XII DPIB 2. yang di wakilkan oleh ananda Akrom"


sontak semua anak kelas XII DPIB 2 bertepuk tangan gembira atas keberhasilan kelas mereka memenangkan lomba tersebut, dan semua memberi selamat kenapa Akrom.


.


"untuk saudara Akrom silahkan maju kedepan, untuk menerima hadiah dari bapak kepala sekolah" panggil MC agar Akrom maju kedepan.


.


lalu Akrom berjalan naik ke panggung dengan disambut tepuk tangan dan menerima pemberian hadiah dari kepala sekolahnya.


.


"selanjutnya, pemenang dari lomba Tartil Qur'an adalah wakil dari XI TKJ 2. dengan wakil saudari rindi, silahkan maju kedepan untuk menerima hadiah dari bapak kepala sekolah" panggil MC untuk pemenang lomba tartil Qur'an.


.


"yaaah si Agus gak naik" gerutu ketua kelas


"huuuuu" seru siswa XII DPIB 2 menggoda Agus.


"heh, apa-apaan sih? kan aku udah maju" bela agus.


"iya tapi kamu gak menang" seru teman lainnya.


"salah siapa suruh aku? kan sudah dibilang aku gak mau?" ucap Agus dengan nada sedikit tinggi.


.


"udah udah. namanya juga lomba" lerai ridho dengan masih menahan tawanya.


"iya gus, santai aja. toh kemarin waktu kamu Tartil banyak cewek yang bengong kok" Akrom mencoba menenangkan.


"mereka terkagung?" tanya Agus dengan mata berbinar.


"enggak, cuma aneh aja kali dengar suaramu" jawab Akrom dengan terkekeh.


"ah kurang ajar kamu krom" bentak Agus lalu menendang kaki Akrom.


lalu disambut tawa teman-temannya.


.


setelah selesai acara penutup. semua murid bergegas pulang. namun hujan turun secara tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya.


.


beberapa murid sudah pulang duluan dengan menggunakan mantel mereka, ada pula yang menunggu hujan reda. ada juga yang dijemput dengan mobil.


.


Arom yang sedang menunggu hujan reda di depan kelas sendirian, dimana kebetulan dia tidak naik bis, melainkan naik motor Vespa kesayangannya.


.


diliriknya jam menunjukan 11:45. waktunya sholat Dzuhur, akhirnya ia bergegas menuju mushola sekolah yang jaraknya tidak jauh.


.


setelah selesai sholat. hujan masih saja mencurahkan titipan berkahnya dari Sang Maha Pencipta Cinta kepada seluruh makhluk di bumi. akhirnya ia putuskan untuk muroja'ah hafalan Qur'an nya sambil menunggu hujan reda.


.


.


(Cintya POV)


.


drrt drrt...


.


dering pondelku berbunyi, kulihat pesan masuk dari ridho.


.


-ridho-


mbak aku duluan ya? bareng sama temenku mau bantu benerin laptop


.


-cintya-


yah dek. mbak sendirian ini dek. kamu gitu ish

__ADS_1


.


-ridho-


ya maaf mbak. tadi keburu-buru soalnya


.


-cintya-


yaudah deh. kamu hati-hati. jangan kesorean pulangnya.


.


-ridho-


iya mbak, sampean juga hati-hati ya.


.


'ah ridho ish. mana hujan masih deras lagi' gumamku dalam hati.


lalu kuputuskan untuk menunaikan sembahyang Dzuhur sambil menunggu hujan reda.


.


'loh sepatu siapa ini? kok belum pulang?' fikirku beruntung masih ada orang di mushola.


lalu langsung ku ambil wudhu, lalu masuk mushola.


terdengar suara orang tartilan Qur'an dengan nada dan suaraanya yang merdu.


'ah merdu sekali, suara siapa ini?' fikirku dalam hati.


dimana aku tidak bisa melihat siapa yang sedang melantunkan Tartil itu karena terhalang tirai pemisah jamaah putra dan putri


.


lama kudengar alunan indah itu. semakin buatku penasaran akan empunya suara indah itu.


.


akhirnya kutinggalkan sholat dulu dengan harapan akan kunikmari lagi nanti selepas salam.


.


benar saja, lantunan ayat itu masih berlanjut..


indah, menghanyutkan, tentram, menenangkan hatiku. kunikmati tiap bait ayat yang kudengar begitu manis. sampai aku tertidur dibuatnya oleh ketentramannya.


.


.


"berapa lama aku tertidur?" kulihat keluar jendela mushola, sekolah sudah sangat sepi.


saat ku berdiri melepas mukenaku, tak sengaja mataku menangkap sosok siswa yang tengah duduk di serambi mushola memandangi hujan dengan berdiam diri.


.


'ah apakah dia yang tadi tartilan didalam ya? tapi itu anak kelas berapa ya?' selidikku dalam hati.


.


lalu ku keluar untuk memastikan siapa anak itu.


.


"assalamualaikum" sapaku


"wa'alaikumsalam" jawabnya


.


DEG!


.


suara yang sudah kukenal itu menjawab salamku, membuat jantungku berdegup kencang kaget.


belum selesai aku menata detak jantungku. ditambah lagi serangan ritme menghentak kepada jantungku dengan ia menoleh kearahku.


.


"k-kamu belum pulang krom?" tanyaku mencoba menyembunyikan rasa gugup yang datang.


"eh belum Bu, masih hujan" jawabnya dingin dengan wajah langsung ia palingan kembali menuju jatuhnya air hujan.


"kamu dari tadi disini?"


"iya Bu, nunggu hujan belum reda-reda akhirnya saya sekalian sholat"


"oh gitu". jawabku yang sudah kehabisan pertanyaan atas sikap dinginnya.


.

__ADS_1


hening, hanya suara air hujan yg terdengar.


.


"maaf, ibu kenapa belum pulang?" tanyanya membuatku kaget.


"oh, mmm sama kaya kamu, nunggu hujan reda" jawabku sambil tersenyum


"oh iya bu".


.


"ngomong-ngomong tadi kamu ya yang baca Qur'an di dalam?" tanyaku mencoba mencari tahu.


"eh iya Bu, maaf kalau menggangu sampean sembahyang" jawabnya dengan malu-malu.


meskipun membuang wajah kearah lain, masih dapat kulihat wajahnya merah dengan senyum yang dikuluknya.


.


'yaa ampun, ini anak manis sekali'. 'ah Tya, apa sih yang kamu pikirkan? dia murid kamu! kamu jomblo ya jomblo, tapi ya jangan asal ada aja donk' gerutuku dalam hati, mencoba mebuanh fikiran yang tidak-tidak.


.


"ooh enggak kok. suaramu bagus kok, aku malah sampai ketiduran dengarnya" pujiku jujur.


"ah ibu bisa aja" kulihat semakin merah merona wajahnya. semakin tampan pula dia.


lalu kami tersenyum bersama meskipun pandangannya tetap tidak mengarah kepadaku.


.


"kenapa tidak kamu aja kemari yang ikut Tartil Qur'an? kalau kamu yang ikut pasti menang deh" tanyaku pada Akrom.


"mmm, masih banyak yang lebih bagus Bu, lagian saya kan sudah ikut cerdas cermat?"


"tapi dari semua yang ikut kemarin, menurutku masih lebih enak kamu tadi kok krom"


'aduh kenapa sih Tya terus muji-muji dia? aduh aku ini!!!' gerutuku dalam hati.


dia tudak menjawab. hanya senyuman yang diberikan.


.


kami banyak diam karena aku sendiri bingung harus membicaraka apa, dengan Akrom sendiri yang lebih dingin menanggapi semua obrolanku, sehingga Aku sendiri kehabisan kata-kata.


.


selang beberapa menit dia beranjak dari tempat duduknya dan mengambil seputnya


.


"kamu mau kemana? masih hujan gini" tanyaku heran.


"saya permisi ke kelas saja Bu" jawabnya sambil menenteng sepatu.


"kenapa? disini saja temani saya" tawarku


"maaf Bu, saya pergi saja takut ada yang ganggu" jawabnya sambil berlari menghindari air hujan menuju kelasnya, Tanpe memberiku kesempatan untuk berbicara.


.


'lah kenapa mesti pindah sih? aku sendiri takut hujan disini sendiri malah ditinggal'.


gerutuku dalam hati.


.


.


(Author POV)


.


selang kurang lebih setengah jam. hujan sudah reda. Cintya segera berjalan menuju parkiran, dengan sepatunya ia simpan didalam bagasi jok motor, digantinya dengan sandal.


.


dimasukan tasnya dalam rain cover agar terlindung dari cipratan-cipratan air.


.


lalu dikenakan helm dan segera melajukan sepeda motornya keluar dari gedung sekolah tersebut.


.


sampai luar sekolah ia tidak menyadari ada sepasang mata yang sejak tadi terus memperhatikannya dari jauh.


.


.


HAYOOO. SIAPA KIRA-KIRA YANG MEMPERHATIKANNYA?


.

__ADS_1


terus ikuti ceritanya ya? jangan lupa jejaknya kakak


__ADS_2