
(Author POV)
Hari menjelang Maghrib. Akrom pamit untuk segera pulang kerumah setelah sejak siang berapa dirumah Cintya.
"dho, aku pulang dulu yak? nanti kemaleman"
"yah bro, kirain nginep kamu?" jawab ridho
"kapan-kapan deh dho, hari ini masih belum bisa"
"gayamu bro, biasanya juga nginep sini"
"tadi aku belum izin soalnya dho" balas Akrom.
"yaudah hati-hati ya?"
"pak Bu, saya pamit pulang dulu, udah mau Maghrib" pamitnya sopan.
"iya krom, hati-hati ya? jangan ngebut kalau naik motor" jawab pak Rohmad.
"nggih pak siap" ia mencium tangan pak Rohmad
"kamu hati-hati krom, salam buat bapak & ibu kamu"
"baik Bu siap" lalu berpindah mencium tangan bh Wiwid.
"saya duluan mbak" pamitnya malu-malu tak berani melihat kearahnya.
"i-iya krom hati-hati, salam buat orang tua kamu" jawabnya dengan tak kalah malu-malu.
"assalamualaikum"
"wa'alaikumsalam" jawab semua yang ada di rumah.
Akrom mengendarai motornya sedikit ngebut, berharap sampai rumah sebelum adzan Maghrib.
benar saja. saat memarkirkan motornya dan melepas helm, langsung suara adzan terdengar olehnya.
"assalamualaikum" salamnya masuk rumah.
"wa'alaikumsalam" jawab ayah Akrom yang tengah berada di kursi depan tv.
"dari mana krom?"
"dari rumah ridho yah, main" dicium tangan ayahnya.
"ibuk kemana yah?" lanjutnya.
"ada lagi di kamar"
"oh yaudah. aku kekamar dulu yah. mau mandi trus sembahyang" pamit Akrom kepada ayahnya.
"yaudah masuk sana"
Dilanjutkan langkah kakinya menuju kamar Akrom.
Setelah selesai mandi, sembahyang Akrom lanjutkan untuk belajar.
tok tok tok.
suara pintu kamar Akrom diketuk seseorang dari luar.
"krom kamu masih ngapain?" tanya ibu Akrom dari luar.
__ADS_1
"masih belajar Bu, masuk aja" jawab Akrom yang tidak bergeming dari tempat duduknya.
"wah anak ibu rajin bener?" tangan Bu maftukhah mengusap rambut anak laki-lakinya semata wayang itu.
"udah kelas tiga Bu" Akrom tersenyum kearah ibunya sambil memarkan gigi rapinya.
"yasudah semangat deh, tapi kamu harus makan dulu krom, di tungguin ayah di bawah itu" ajah Bu maftukhah.
"iya Bu, sedikit lagi. nanti Akrom nyusul" jawabnya.
"yasudah ibu turun dulu, kamu habis ini cepat kebawah ya? kita makan bareng. kan besok kamu sudah ke pondok lagi"
"baik Bu" jawab Akrom menghentikan kegiatannya.
Lalu Bu maftukhah segera keluar dan menutup pintu kamarnya untuk menuju ruang makan menghampiri suaminya yang sudah menunggu.
Tak berselang lama Akrom sudah turun dari tangga dan menghampiri mereka.
"kamu setelah lulus nanti mau kemana krom?" tanya pak Mahfud, ayahn Akrom disela makan malam mereka.
"belum tau yah, masih bingung" jawab Akrom sambil memasukan suapan ke dalam mulutnya.
"kok belum tau? belum kamu persiapkan krom?" kini ganti ibunya yang menanyai.
"Akrom masih bingung Bu, nanti kalau sudah dekat Akrom bakal fikirin, sekarang masih fokus untuk ujian kelas tiga Bu" jawab Akrom pelan agar tidak menyinggung perasaan kedua orang tuanya.
"jadinya mau lanjutin arsitektur atau agama nih? masa belum juga kefikiran krom?" desak pak Mahfud kepada Akrom.
"kalau maunya Akrom keduanya yah, sambil berjalannya waktu Akrom nanti juga bakal tau sendiri yah" jawabnya dengan tersenyum.
"yasudah kamu fikir matang-matang ya krom, Insya'ALLOH ayah sama ibu selalu dukung kamu" pak Mahfud menepuk pundak Akrom untuk memberinya semangat.
"bener kata ayah, selama itu baik buat kamu, kami akan selalu dukung kamu nak. akan selalu mendo'akanmu" sahut Bu maftukhah.
Setelahnya mereka melanjutkan makan malam mereka sebelum akhirnya besok Akrom kembali ke pondok pesantren.
Setelah selesai makan, Akrom pamit kepada orang tuanya untuk kembali kekamarnya, lalu memilih untuk mempersiapkan kebutuhannya untuk besok kembali ke pesantren. dimana besok sudah waktunya pesantrennya kembali masuk kegiatan.
Selesai semua keperluan dia siapkan. Ia merebahkan dirinya di kasur kamarnya, diraih ponsel dan membuka-buka pesan yang masuk.
'nggak ada pesan dari cintya' gumamnya.
Diketikan nama cintya lalu di ketikan pesan untuknya. "Tidur Belum?" lalu di tekan simbol kirim.
drt drt drt..
Tak beberapa lama ponselnya berdering menandakan ada pesan yang masuk dan segera dibukanya.
"Belum?" pesan balasan Cintya.
"masih ngapain?" balasnya lagi.
"*lagi nggak bisa tidur, ada yang ganggu fikiranku"
"emang mikirin siapa*?" balas Akrom yang tidak kunjung dibalas oleh Cintya.
Lima menit sudah tidak ada balasan dari Cintya, pesan itu hanya dibacanya. dan terus saja online. namun tidak kunjun dibalasnya.
"kok nggak di balas sih?" seru Akrom dalam hatinya.
Sedang di ujung sana, Cintya terlihat gugup dan cemas dengan balasan pesannya yang balik di tanya seperi itu oleh Akrom.
"duh gimana sih ini? kok aku bilang gitu sih tadi?" gerutunya dalam hati.
__ADS_1
Cintya bergetar kencang hatinya, antara malu untuk jujur atas yang di alaminya, atau menyembunyikan karena rasa gengsinya.
Dipukul-pukul kepalanya atas kelepasan ucapannya.
drrrtt drrrtt drrrtt.
Getar ponsel Cintya, dilirknya nama Akrom yang memanggilnya. 'duuuh mati aku. gimana ini jawabnya?' berdebar hatinya ketika hendak menerima panggilannya.
"ha-halo, assalamu'alaikum" sapa Cintya terbata-bata.
"wa'alaikumsalam. kamu tidur?" sapa Akrom Daru ujung sana.
"belum" Jawab Cintya singkat.
"kok tadi nggak dijawab?" Tanya Akrom to the point.
"m-mmm. yang mana?" Cintya pura-pura lupa.
"yaudah kalau lupa, aku ingetin lagi. kamu bilang lagi kefikiran seseorang. siapa?"
"mmmm. kamu" jawab Cintya dengan hati berdebar kencang.
"emang aku kenapa kok di fikirin?" tanya Akrom polos.
"menurutmu?"
"*emang aku punya hutang ya? kok di fikirin?" tanya Akrom.
"iihhhh, males ah, sebel sama kamu*" dengan nada kesal mendengar kalimat Akrom.
"ya habis nggak terus terang sih" suara Akrom seperti sedang tersenyum.
"ya kamu yang nggak peka, dasar cowok dingin!" jawab Cintya menggerutu.
"jadi kamu mikirin aku kenapa?" desak Akrom.
"mmm, ya aku nggak nyangka aja bisa jadi kefikiran sama bocah yang dingin banget, tapi-" kalimat Cintya menggantung.
"tapi apa?" tanya Akrom mengejar.
"tapi tiba-tiba bisa berubah jadi nyebelin banget" jawab Cintya ketus.
"maaf mbak, eh Tya. mungkin aku masih terbawa kebiasaan. harusnya aku memperlakukanmu berbeda" kalimat Akrom pelan.
"*maksudnya?"
"aku dingin sama cewek karena aku nggak mau aja menjadi jatuh cinta kepada cewek untuk saat ini, karena "
"trus aku*?" tanya Cintya dengan suara bergetar, sedikit terisak dan syok.
"ya sebetulnya itu salah satu yang ingin aku hindari, tapi aku tidak bisa menolak perasaan itu datang"
Cintya hanya terdiam mendengar jawaban Akrom. ada rasa kecewa di dirinya dengan kalimat Akrom.
"maaf krom, dengan hadirku sudah menghancurkan pendirianmu. aku tidak ingin menganggumu lebih jauh dan merusak pendirianmu" kata Cintya sambil terisak.
Secara sepihak Cintya memutus panggilan telfon Akrom.
Ditutupnya wajah ayu itu dengan kedua telapak tangannya, hatinya yang sedang berbunga tiba-tiba merasa hancur lebur dengan pengakuan Akrom. "apa maksudnya Akrom menyesal dengan perasaan mereka masing-masing?"
Dilalui malamnya dengan menangisi kenyataan yang sedang terjadi. Teringat semua kalimat yang di utarakan Akrom.
Setelah capek ia menangis lalu ia tertidur dengan pulasnya.
__ADS_1