
Seorang pria bertubuh atletis sedang duduk di kantin dengan kedua sahabat nya. mereka sedang menunggu pesanan mereka.
"Apa kau ada kelas setelah ini Abraham" tanya salah satu sahabat nya. yang bernama Jerry.
"Tidak" jawab Abraham singkat.
"Apa di dalam kelas mu ada mahasiswa mu yang cantik, jika ada aku ingin berkenalan dengan nya" ucap Jerry. laki-laki playboy.
"Hei, kalian berdua lihat itu. tiga wanita cantik sedang berjalan kearah sini" ucap salah satu sahabat Abraham. yang bernama Kenzie. karena ia melihat ketiga wanita itu berjalan kearah meja yang berada di depan mereka.
"Wah.. yang berada di tengah itu sangat cantik. wajahnya seperti barbie" ucap Jerry. Kenzie mengangguk. tanda setuju.
"Kau benar, dia benar-benar cantik" ucap Kenzie.
"Abraham coba kau lihat, wanita itu sangat cantik" ucap Kenzie pada Abraham. karena ia melihat Abraham yang hanya sibuk pada ponselnya. Abraham pun menoleh pada wanita yang di tunjuk oleh sahabat nya itu. seketika Abraham tediam saat melihat wanita itu, ia terpesona oleh kecantikan yang di miliki wanita itu.
"Cantik" ucap Abraham. saat melihat wanita itu ingin duduk membelakangi mereka.membuat kedua sahabat nya menatap dirinya.
"Wah.. yang benar saja, manusia es ini bisa mengatakan cantik" ucap Jerry tak percaya.
"Kau pikir kau saja yang bisa bilang cantik" ucap Abraham ketus. lalu ia beranjak dari tempat duduknya.
"Hei, kau mau kemana" ucap Jerry dan Kenzie.
"Menghampiri wanita itu" ucap Abraham ketus. lalu Abraham pergi menghampiri ketiga wanita yang duduk di depan meja nya dan kedua sahabatnya. membuat Jerry dan Kenzie melongo tak percaya dengan sikap Abraham.
"Pak Abraham" ucap kedua wanita yang melihat Abraham datang menghampiri mereka. karena memang kedua wanita itu duduk menghadap meja Abraham dan sahabatnya. sedangkan satu wanita nya lagi membelakangi mereka.
"Ada apa Pak" ucap kedua wanita itu. membuat teman mereka yang membelakangi Abraham itu menoleh pada Abraham. seketika ia terpesona saat melihat ketampanan Abraham.
"Sepertinya kau mahasiswa baru disini" ucap Abraham pada wanita itu.
"Eh, i-iya Pak" ucap wanita itu gugup.
"Siapa namamu" ucap Abraham.
"Kenaya" ucap wanita itu.
"Nama yang Cantik seperti orangnya" gumam Abraham.
"Kau pindahan dari kampus mana" ucap Abraham.
"Eh...i-itu aku melanjutkan S2 ku disini" ucap Kenaya gugup.
__ADS_1
"Kau orang sini" ucap Abraham
"Tidak, aku orang Amerika" ucap Kenaya.
"Sejak kapan kau masuk di kampus ini" ucap Abraham
"Itu...tiga hari yang lalu" ucap Kenaya. Abraham mengangguk-anggukan kepalanya.
"Oh begitu. Apa setelah ini kau ada kelas lagi" tanya Abraham. membuat Kenaya mengerutkan keningnya. kenapa lelaki ini bertanya terus padanya.
"Iya" ucap Kenaya.
"Oh, kalau begitu aku permisi dulu" ucap Abraham. lalu pergi meninggalkan ketiga wanita itu yang masih bingung dengan sikap Abraham.
"Ada apa dengan Pak Abraham" ucap kedua teman Kenaya. Kenaya hanya diam, dia sedang mengingat-ingat wajah tampan Abraham.
...*****...
jam sudah menunjukkan pukul dua siang waktu setempat. Kenaya keluar dari ruangan nya saat kelas nya sudah selesai. saat ia menuju parkiran untuk mengambil mobilnya, seseorang menarik tangannya, membuat Kenaya terkejut. apalagi saat ia melihat yang menarik tangannya adalah Abraham.
"Pak Abraham, apa yang bapak lakukan" ucap Kenaya. ia ingin melepaskan tangannya dari cekalan Abraham tapi tidak bisa karena cekalan Abraham begitu kuat.
"Pak, tangan ku sakit" ucap Kenaya. Abraham menghentikan langkah nya.
"Ada apa, kenapa bapak tiba-tiba menarik tangan ku" ucap Kenaya.
"Itu...apa aku bisa meminta nomor ponsel mu" ucap Abraham. membuat Kenaya bingung.
"Untuk apa Pak" ucap Kenaya.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin lebih mengenal mu saja" ucap Abraham. "Apa kau mau memberikan nya" ucap Abraham lagi.
"Eh, i-iya" ucap Kenaya. Abraham memberikan ponsel nya pada Kenaya dan di terima oleh Kenaya, lalu ia segera mengetik nomor ponsel nya.
"ini" ucap Kenaya. mengembalikan ponsel Abraham.
"Terima Kasih" ucap Abraham.
"Iya Pak" ucap Kenaya.
"Bisakah jika kita hanya berdua seperti ini kau jangan memanggilku Pak" ucap Abraham sedikit kesal. karena Kenaya terus memanggil dirinya Pak.
"Lalu aku harus memanggil apa" ucap Kenaya bingung. jika bukan Pak lalu ia harus memanggil Abraham apa.
__ADS_1
"Abraham saja" ucap Abraham.
"Tapi...."
"Tidak ada tapi-tapian, kau jangan memanggil ku Pak jika kita hanya berdua seperti ini" ucap Abraham memotong ucap Kenaya.
"Ba-baiklah" ucap Kenaya gugup. "Kalau begitu aku pulang dulu" ucap Kenaya lagi. ia ingin berbalik tapi Abraham menahan tangannya.
"Tunggu" ucap Abraham. ia menarik tangan Kenaya, membuat Kenaya mendekat padanya. lalu tanpa aba-aba ia langsung mencium bibir Kenaya, membuat Kenaya terkejut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
like, coment, dan vote.
Jika tidak suka dengan alur cerita nya, bisa di skip! Tanpa meninggalkan komentar yang menjatuhkan penulis! Isi cerita ini hanya fiksi. Dan juga sudah di ingatkan. Bahwa novel ini khusus untuk orang dewasa. Dan novel ini bercerita tentang orang luar negeri yang pergaulan nya bebas! So, yang tidak suka dengan cerita nya bisa di skip!! Tanpa meninggalkan jejak komentar yang nyinyir!!
__ADS_1
Sebelum lanjut baca. Mungkin bisa di baca episode 106 dulu biar paham maksud saya!