
Sore harinya. Kenaya dan juga kedua bayi nya sudah di perbolehkan untuk pulang. saat ini mereka sedang bersiap-siap untuk kembali ke rumah. selesai bersiap-siap mereka pun segera meninggalkan rumah sakit itu. sesuai janji Abraham, setelah Kenaya melahirkan ia akan membawa istri beserta anak-anak nya untuk tinggal di mansion yang sudah ia beli. saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju ke mansion itu.
"Kita mau kemana, ini bukan jalan untuk pulang ke rumah" ucap Kenaya.
"Kita tidak tinggal di rumah Mommy dan Daddy lagi Sayang" ucap Abraham.
"Maksud mu" ucap Kenaya.
"Kita akan tinggal sendiri" ucap Abraham. saat Kenaya ingin menjawab Abraham langsung menyelanya. "Sudah lah, tidak usah banyak bertanya" ucap Abraham lagi. Kenaya pun diam tidak ingin banyak bertanya.
Tak berapa lama mereka pun tiba di mansion yang tampak mewah. Kenaya tekagum-kagum melihat mansion yang begitu mewah. ia dan Abraham turun dari mobil. saat ini Kenaya duduk di kursi roda, karena di bagian intinya masih sakit, akibat di jahit tadi. tak berapa lama mobil Edward dan yang lainnya pun datang. mereka pun turun dari mobil setelah sampai di halaman mansion itu.
"Milik siapa ini Abraham" ucap Ema.
"Iya, kenapa kau membawa kami kesini" ucap Emi.
"Aku dan Kenaya akan pindah kesini" ucap Abraham. membuat semua orang terkejut. kenapa tiba-tiba.
"Kenapa kalian tiba secara tiba-tiba" ucap Ema.
"Ini tidak tiba-tiba Mom, aku sudah merencanakan nya dari beberapa bulan yang lalu. aku memang berniat akan pindah bersama Kenaya setelah dia melahirkan" ucap Abraham. "Aku hanya ingin memberikan kejutan saja untuk istri ku. makanya aku tidak memberitahu kalian" ucap Abraham lagi.
"Kalau begitu Mommy tinggal disini dulu sementara. Mommy tidak ingin jauh-jauh dari cucu-cucu Mommy" ucap Ema.
"Aku juga kalau begitu" ucap Amanda.
"Aku juga" ucap Emi.
"Terserah kalian saja" ucap Abraham. "Ayo kita masuk" ucap Abraham lagi. mereka pun segera masuk ke dalam mansion itu dan duduk di ruang keluarga.
(contoh ruangan tamu)
(contoh ruang keluarga)
__ADS_1
(contoh meja makan)
"Apa kalian akan tidur disini semua" ucap Abraham.
"Tentu saja, kami juga masih ingin bersama dengan cucu-cucu kami" ucap Ema. "Kenapa kalian harus pindah di saat anak-anak kalian sudah lahir" ucap Ema lagi.
"Aku sekarang sudah berkeluarga Mom. jadi aku harus membawa istri dan anak-anak ku untuk tinggal sendiri" ucap Abraham.
"Iya, Mommy tau. tapi Mommy pasti akan merindukan kalian" ucap Ema.
"Mommy bisa sering-sering datang kesini. kami juga nanti akan sering-sering kesana. atau Mommy ingin tinggal di sini juga tidak masalah" ucap Abraham.
"Sudahlah Sayang, Abraham sekarang bukan anak kecil lagi. dia sudah berkeluarga sekarang. biarlah dia hidup mandiri bersama dengan istri dan anak-anak nya" ucap Edward.
"Kalau begitu Mommy tinggal dengan kalian sebentar saja ya di sini" ucap Ema.
"Terserah Mommy saja. lama pun tidak masalah" ucap Abraham. "Ayo Sayang kita ke kamar. kau harus banyak-banyak beristirahat" ucap Abraham lagi. mengajak Kenaya ke kamar mereka yang baru.
"Alice dan Aldrix apa mereka satu kamar dengan kalian" ucap Amanda. saat ini kedua bayi itu ada di dalam gendongan Amanda dan Ema.
"Iya Mom" ucap Abraham. mereka pun segera menuju ke kamar Abraham dan Kenaya. di ikuti oleh Amanda dan Ema.
Saat sudah tiba di kamar Abraham dan Kenaya yang baru. Amanda dan Ema segera meletakkan kedua bayi itu ke dalam box mereka yang sudah Abraham siapkan dari jauh-jauh hari. setelah itu mereka pun keluar dari kamar setelah meletakkan cucu-cucu mereka di sana. Abraham mengajak Kenaya ke dalam walk in closed. di sana semua kebutuhan Kenaya sudah di di sediakan. dari baju, tas, sepatu, hingga kebutuhan Kenaya yang lainnya.
(contoh walk in closed)
"Kapan kau menyiapkan semua ini" ucap Kenaya. melihat-lihat isi walk in closed itu.
"Saat usia kandungan mu masih empat bulan" ucap Abraham.
"Kenapa kau tidak memberitahu ku" ucap Kenaya.
"Karena aku ingin memberikan mu kejutan" ucap Abraham.
"Kau romantis sekali" ucap Kenaya.
"Aku hanya ingin membuktikan rasa cinta ku padamu" ucap Abraham. memeluk leher Kenaya dari belakang dan sedikit membungkuk, karena Kenaya masih duduk di kursi roda. Abraham mendekatkan bibir nya ke Kenaya dan berbisik.
__ADS_1
"I love you" ucap Abraham.
"I love you to" ucap Kenaya. ia mendongakkan kepalanya dan menatap Abraham sambil tersenyum.
"Ayo kita keluar dari sini" ucap Abraham. Kenaya menganggukkan kepalanya. mereka pun segera keluar dari walk in closed itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Indah nya dunia halu🤣😅