
"Calon pengantin baru bangun sekarang?" ucap Jenita. saat melihat Jerry dan Celin baru saja keluar dari lift. kebetulan ia habis dari halaman bunga yang ada di kediaman Greyson. membantu Angel menyiram bunga disana. "Kenapa kalian baru bangun sekarang. bahkan kalian berdua tidak ikut kami sarapan. ha Mommy tau" ucap Jenita. berjalan mendekati Jerry dan Celin sambil tersenyum penuh arti.
"Pasti kau habis menjenguk anak mu kan" ucap Jenita. membuat Jerry dan Celin terkejut. bagaimana Jenita bisa tau pikir mereka.
"Sembarangan. Aku tidur di kamar tamu yang sudah di siapkan oleh kakaknya Celin" ucap Jerry.
"Eeiittss. Anda berbohong" ucap Jenita. "Itu buktinya apa" ucap Jenita lagi. menunjuk ke arah leher Celin yang banyak sekali tanda kepemilikan dari Jerry.
"Apa" ucap Celin bingung. karena Jenita menunjuk ke arah lehernya. sementara Jerry, ia menelan salivanya susah payah. melihat leher Celin yang begitu banyak tanda kepemilikan nya di sana.
"Itu, di leher mu ada tanda bibir" ucap Jenita.
"Bibir" ucap Celin masih dengan kebingungan. Ia menyentuh lehernya dan tiba-tiba saja ia mengingat dirinya dan Jerry baru saja menyelesaikan kegiatan panas mereka. dan Jerry selalu memberikan tanda kepemilikan nya di sana. Celin melotot ke arah Jerry.
"Benarkan apa kata Mommy. kau habis menjenguk anak mu. Iyakan" ucap Jenita. menatap tajam putra nya itu. "Kau sudah di siapkan kamar, kenapa kau malah tidur di kamar Celin" ucap Jenita. menjewer telinga Jerry.
"Mom sakit Mom" ucap Jerry meringis. "Apa salahnya jika aku menjenguk anakku. aku menjenguk nya agar dia tau bahwa aku adalah Daddy nya" ucap Jerry.
"Alasan! Sudah sana, kalian sarapan lah" ucap Jenita. melepaskan tangan nya dari telinga Jerry yang ia jewer. Jerry dan Celin pun kembali berjalan ke dapur untuk sarapan.
"Kenapa sarapan nya hanya ini saja" ucap Celin. saat melihat sarapan yang ada di meja hanya roti tawar saja.
"Sudah, makan saja" ucap Jerry.
"Jika hanya roti aku tidak akan kenyang" ucap Celin kesal.
"Bukankah dari dulu kau selalu sarapan roti saja. karena kau tidak ingin makan yang berat-berat kalau pagi" ucap Jerry. yang malah membuat Celin mendengus kesal.
"Aku sekarang makan untuk dua nyawa. kau pikir dengan makan roti aku akan kenyang. tidak!" ucap Celin ketus.
"Kalau begitu, kau makan saja punya ku" ucap Jerry. memberikan roti tawar yang sudah ia olesi dengan selai kacang.
__ADS_1
"Tetap tidak akan cukup" ucap Celin. membuat Jerry mendengus kesal.
"Lalu kau ingin sarapan apa" ucap Jerry.
"Steak. aku ingin memakan steak" ucap Celin. membuat Jerry melongo tak percaya.
"Steak?" ucap Jerry. Celin mengangguk.
"Iya steak. aku ingin memakan steak" ucap Celin. "Kau belikan steak untuk ku sekarang" ucap Celin lagi.
"Tapi....."
"Kau tidak dengar, aku ingin memakan steak. sudah pergi sana belikan aku steak" ucap Celin. menarik paksa tangan Jerry.
"Tapi Sayang, mana ada orang sarapan steak" ucap Jerry. membuat Celin mendengus kesal.
"Aku ingin makan steak. pokoknya aku aku ingin memakan steak" ucap Celin.
"Baiklah. aku akan pergi mencari steak untuk mu. kau tunggu sebentar" ucap Jerry. Celin pun mengangguk.
"Jangan lama-lama" ucap Celin.
"Iya" ucap Jerry. ia pun segera pergi dari sana untuk mencari steak untuk Celin.
"Pasti Jerry kesal karena Celin meminta steak jam segini" ucap Ricardo pada Calista. melihat jam tangan nya yang menunjukkan pukul sembilan pagi waktu setempat.
"Iya, kau benar Sayang. terlihat dari wajah nya yang begitu kesal" ucap Calista. mereka terkekeh di balik persembunyian mereka. daritadi keduanya mengintip Jerry dan Celin yang sedang berdebat tentang steak di balik tembok.
...*****...
Satu jam kemudian. barulah Jerry kembali ke kediaman Greyson. Celin yang daritadi menunggu Jerry menjadi kesal. karena Jerry terlalu lama. Jerry yang melihat Celin kesal dan menatap ia dengan tajam menelan salivanya. ternyata Celin jika marah, mengerikan juga.
__ADS_1
"Ini" ucap Jerry. meletakkan pesenan Celin di atas meja.
"Kenapa kau lama sekali" ucap Celin.
"Jam segini jarang sekali restoran yang buka. itu sebabnya aku lama" ucap Jerry.
"Alasan! bilang saja jika kau malas membelikan ini untuk ku. kau tidak ikhlas kan membelikan nya untuk ku" ucap Celin ketus. sambil melahap steak yang sudah ia pindahkan ke piring. sementara Jerry hanya menghela nafasnya kasar.
"Siapa bilang aku tidak ikhlas. aku akan melakukan apapun untuk mu. apapun yang kau minta akan ku berikan" ucap Jerry. membuat Celin menatap ke arah nya.
"Benarkah? kau akan melakukan apapun untuk ku dan memberikan apa yang ku mau" ucap Celin. Jerry mengangguk membuat Celin menyeringai.
"Katakan. kau ingin apa. akan aku kabulkan" ucap Jerry. Celin terus tersenyum menyeringai.
"Kau yakin?" ucap Celin. Jerry mengangguk mantap.
"Aku yakin. jadi katakan, apa yang kau inginkan" ucap Jerry.
"Belikan aku pesawat pribadi yang besar. harus ada kamar nya lima" ucap Celin.
"Itu saja? kecil" ucap Jerry.
"Tidak. masih ada satu lagi" ucap Celin.
"Apa itu. katakan. aku akan mengabulkan nya" ucap Jerry.
"Setelah kita menikah, kau tidak boleh menyentuh ku selama satu minggu. yang artinya kita tidak bercinta selama satu minggu" ucap Celin.
"Whaat?!" pekik Jerry. "Tidak bisa begitu Sayang. bukankah setelah menikah kau harus sering memberikan ku jatah" ucap Jerry.
"Bukankah aku sudah memberikan mu jatah tadi" ucap Celin. membuat Jerry menelan salivanya kasar. ia tidak bisa berkutik lagi.
__ADS_1