
Seminggu kemudian. saat ini Kenaya sedang menyiapkan barang-barang nya dan Abraham untuk di bawa ke Amerika. hari ini mereka akan pergi ke Amerika untuk menghadiri pernikahan Jerry yang akan di langsungkan empat hari lagi. Abraham keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk yang di lilitkan di pinggangnya dan bertelanjang dada.
"Kau sudah selesai? itu baju mu sudah aku siapkan" ucap Kenaya. menunjuk pakaian Abraham yang ada di atas ranjang dengan dagunya.
Abraham pun segera memakai pakaian nya. baju hitam polos lengan pendek dengan celana panjang berwarna coklat terang itu membuat Abraham begitu tampan. setelah memakai pakaian nya, Abraham menghampiri sang istri yang sedang duduk di depan meja rias nya. ia memeluk istrinya dari belakang dan meletakkan dagunya di bahu Kenaya.
"Jangan mendandani wajah mu terlalu cantik" ucap Abraham. mode posesif on.
"Kenapa" ucap Kenaya.
"Nanti banyak pria yang melihat kecantikan mu. aku tidak suka hal itu" ucap Abraham. membuat Kenaya tersenyum.
"Kenapa kau ini begitu posesif" ucap Kenaya.
"Tentu saja aku harus posesif terhadap mu. bagaimana jika ada pria yang mengambil mu dariku" ucap Abraham.
"Itu tidak mungkin Sayang. kau lihat perut ku ini sudah membuncit. mana ada pria yang mau mengambil ibu hamil ini dari mu" ucap Kenaya.
"Ya, tapi tetap saja aku harus waspada" ucap Abraham. Kenaya hanya menggeleng kan kepalanya.
"Sudah sana. jika kau seperti ini terus, aku tidak akan selesai-selesai" ucap Kenaya. Abraham pun dengan terpaksa melepaskan pelukan nya dan melangkah kan kakinya ke arah ranjang lalu duduk disana. sementara Kenaya, ia kembali melanjutkan dandanan nya.
Lima menit.
Sepuluh menit.
Lima belas menit.
Dua puluh menit.
__ADS_1
Kenaya menyelesaikan dandanan nya setelah dua puluh menit. saat ia membalikkan tubuh nya. ia menggelengkan kepalanya, saat melihat Abraham yang sudah tertidur di atas ranjang. mungkin Abraham mengantuk menunggu dirinya yang sedang berdandan. Kenaya menghampiri suaminya dan membangunkan nya.
"Sayang, bangun. kenapa kau tidur lagi. lihat lah, baju mu jadi kumal" ucap Kenaya. menggoyangkan tubuh Abraham. "Sayang, bangun. ayo kita ke bawah sekarang. yang lainnya sudah menunggu" ucap Kenaya lagi. masih menggoyangkan tubuh Abraham.
"Kau kalau sedang berdandan tidak ingat waktu" ucap Abraham kesal. dengan malas ia bangun dari tidur nya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
"Namanya juga perempuan" ucap Kenaya. sebelum Abraham masuk ke dalam kamar mandi. namun, Abraham tidak menggubris ucapan istrinya itu.
Abraham keluar dari kamar mandi dengan wajah nya yang masih basah. Kenaya yang melihat hal itu mendengus kesal. semakin hari sifat ini seperti anak kecil. dengan sabar Kenaya mengambil handuk kecil di dalam lemari dan menghampiri Abraham yang sudah duduk di pinggir ranjang.
"Kenapa kau tidak mengeringkan wajahmu di kamar mandi" ucap Kenaya. memberikan handuk kecil itu pada Abraham. namun, Abraham tidak mengambil nya.
"Kau saja yang mengerikan nya" ucap Abraham. melingkarkan tangan kekar nya di pinggang Kenaya. sementara Kenaya, hanya mendengus kesal. ia mulai mengeringkan wajah Abraham dengan handuk kecil yang ia ambil tadi.
"Sudah, sekarang ayo kita turun" ucap Kenaya. Abraham pun mengangguk. mereka segera keluar dari kamar dan menuju ke lift untuk turun ke bawah. Abraham menarik koper mereka dengan satu tangan nya. sementara satu tangannya menggenggam satu tangan Kenaya.
(model pakaian yang di pakai oleh Abraham dan Kenaya)
Abraham dan Kenaya tiba di lantai satu. terlihat di sana semuanya sudah menunggu keduanya. Ema dan Emi menatap kesal ke arah Abraham dan Kenaya. karena hampir dua jam mereka menunggu Abraham dan Kenaya turun ke bawah.
"Kalian itu ngapain saja, kenapa lama sekali" ucap Ema.
"Pasti kau sibuk menjenguk anak mu. iyakan" ucap Emi. menatap Abraham kesal. sementara Abraham hanya memutar bola mata nya malas.
"Mommy dan aunty tanyakan saja pada nya. dia yang lama sekali berdandan sampai aku ketiduran" ucap Abraham. ia menunjuk istrinya dengan dagunya. sementara yang di tunjuk hanya mengangkat kedua bahunya acuh.
__ADS_1
"Sudah, ayo kita berangkat sekarang" ucap Edward. "Nanti kita ketinggalan pesawat" ucap Edward lagi.
"Ck! Daddy lupa, kita kan naik pesawat pribadi" ucap Ema.
"Iya, iya. yasudah ayo kita berangkat sekarang. pilot nya sudah menunggu kita dari beberapa jam yang lalu" ucap Edward.
Mereka pun segera pergi dari kediaman Moorey dan menuju ke bandara pribadi keluarga Moorey. Abraham, Kenaya, Jack, beserta Yeon satu mobil. menggunakan mobil pribadi Abraham. sementara yang lainnya ada di mobil yang lain. mobil pribadi Edward.
"Tidak usah bermesraan di depan jomblo" ucap Yeon kesal. saat melihat kakak sepupunya dan kakak ipar nya terus saja bermesraan dibelakang.
"Bilang saja kau iri. Yeon apa kau mau aku mencarikan mu kekasih" ucap Abraham.
"Tidak usah kak. untuk apa kakak mencarikan ku kekasih, jika masih ada Jack" ucap Yeon. mengedipkan matanya untuk menggoda Jack. sementara Jack hanya memasang wajah datar nya.
"Apa kau ingin menjadi kekasih adik ku Jack" ucap Abraham.
"Tidak Tuan, Terima kasih. saya sudah mempunyai kekasih" ucap Jack berbohong. padahal mah dia masih jomblo sama seperti Yeon.
"Kau dengar kan Yeon? Jack sudah memiliki kekasih" ucap Abraham.
"Iya, aku dengar kak. tapi siapa tau saja aku jodoh nya Jack. iyakan tampan" ucap Yeon. mengedipkan matanya lagi pada Jack. sementara Jack hanya tersenyum tipis. "Yaampun kak, Jack tersenyum. baru kali ini aku melihat nya tersenyum. walaupun hanya sedikit" ucap Yeon. Abraham dan Kenaya hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan Yeon.
Saat sudah tiba di bandara pribadi keluarga Moorey. mereka turun dari mobil dan melangkahkan kaki mereka menuju pesawat yang sudah siap membawa mereka ke Amerika.
guys aku mau kasih tau. mulai saat ini jam ini menit ini detik ini. mata Jack ku ganti jadi warna abu-abu ππ€£
kemarin pagi itu aku sempat nyari visual nya Jack kan di gugel tapi gak ada yang cocok. makanya aku kasih visual jack yang itu aja. ada yang bermata biru, tapi gak cocok. muka mereka kayak tua begitu ππ
untuk cerita nya Jack dan Yeon akan aku ceritakan disini. setelah nanti Jerry sama Celin sudah menikah, dan Jerry sudah membongkar kebohongannya Lyvia . jadi beberapa episode kedepan itu tentang Jack dan Yeonππ
__ADS_1