
PLAAK!
Abraham reflek menampar pipi Kenaya dengan keras. ia sangat marah karena Kenaya selalu mengatakan hal seperti itu. Kenaya memegang pipi nya yang di tampar oleh Abraham, ia menatap Abraham dengan mata berkaca-kaca. untuk pertama kalinya Abraham menampar dirinya, Kenaya tersenyum miring.
"Kau menampar ku?" ucap Kenaya.
"Iya. aku menampar mu, kenapa" ucap Abraham.
"Ternyata seperti ini diri mu yang sebenarnya" ucap Kenaya. ia bejalan ke arah walk in closed dan masuk kesana. ia mengambil koper nya yang ada di dalam lemari dan memasukkan pakaiannya ke dalam koper itu. Abraham yang melihat hal itu menahan tangan Kenaya.
"Apa yang kau lakukan" ucap Abraham.
"Apa peduli mu. kau kan hanya peduli dengan pekerjaan mu saja" ucap Kenaya sinis.
"Kenaya!!" bentak Abraham.
"Apa. memang benar kan kau hanya mempedulikan pekerjaan mu saja. sampai-sampai kau membatalkan bulan madu kita" ucap Kenaya.
__ADS_1
"Aku melakukan itu untuk diri mu juga. aku bekerja untuk diri mu. lalu di mana salah ku" ucap Abraham.
"Salah mu adalah, kau tidak bisa membagi waktu mu untuk ku. kau hanya bisa membagi waktu di saat kau ingin bercinta dengan ku. bahkan di saat kau berdua dengan ku saja kau selalu mengurus pekerjaan mu. lalu untuk apa kau ke kantor jika kau juga mengurus pekerjaan mu di rumah" ucap Kenaya.
"Apa kau tidak bisa mengerti jika pekerjaan ku sangat banyak" ucap Abraham.
"Aku mengerti, tapi setidaknya kau harus membagi waktu mu. sekarang kau sudah mempunyai istri jadi kau harus bisa membagi waktu mu" ucap Kenaya. "Setiap pengantin baru, mereka pasti akan pergi berbulan madu. sedangkan kita? kita tidak bisa pergi, karena dirimu yang selalu sibuk dengan pekerjaan mu itu" ucap Kenaya lagi.
"Sudah lah. tidak ada gunanya juga berbicara dengan mu" ucap Abraham. ia tidak tau lagi harus mengatakan apa pada Kenaya.
"Ya. memang sekarang aku tidak ada gunanya lagi untuk mu" ucap Kenaya.
"Baiklah aku akan pergi" ucap Kenaya. menarik koper nya keluar dari walk in closed itu.
"Ya, pergilah. kalau perlu kau tidak usah kembali" ucap Abraham. membuat dada Kenaya begitu sesak. begitu pun dengan Abraham, dada nya juga ikut sesak saat mengatakan hal itu apalagi ia sempat melihat Kenaya menangis. tapi ia begitu gengsi untuk meminta maaf pada Kenaya. ia tidak mau Kenaya menganggap nya pria yang lemah, karena gampang sekali luluh.
Kenaya segera keluar dari kamar Abraham. dan menuju lift untuk turun ke bawah. di dalam lift Kenaya terisak, ucapan Abraham tadi begitu menyakitkan.
__ADS_1
Tidak taukah mereka, bahwa sikap mereka sama-sama egois. tidak ada yang ingin mengalah. menurut Abraham, dia sudah banyak mengalah dari Kenaya bahkan saat pacaran waktu itu ia selalu memanjakan Kenaya.
Abraham memakai jas nya untuk bersiap ke kantor. Abraham melihat ke arah atas kepala ranjang mereka, ada bingkai besar yang isinya foto pernikahan mereka. Abraham menghembuskan nafas nya kasar. yang harus ia lakukan sekarang adalah menyelesaikan perkerjaan nya terlebih dulu setelah itu baru dia akan menyelesaikan urusan rumah tangga nya.
...*****...
Di tempat lain, Kenaya sedang berada di apartemen teman nya Sherly.
"Ada apa dengan mu sebenarnya Kenaya" ucap Sherly. untuk yang sekian kali nya. "Apa kau sedang ada masalah dengan suami mu" ucap Sherly.
"Apa aku salah jika aku meminta nya untuk meluangkan waktu nya pada ku walaupun itu hanya sedikit" ucap Kenaya. "Dia selalu saja melakukan pekerjaan nya di saat kami sedang berdua. di hanya bisa membagi waktu di saat ia ingin bercinta dengan ku. bahkan ia membatalkan rencana bulan madu kami" ucap Kenaya lagi.
"Kenaya, kau tau sendiri kan. selain seorang pengusaha, pak Abraham juga adalah seorang dosen. dan tentu saja pekerjaannya begitu banyak" ucap Sherly.
"Ya, aku tau. tapi setidaknya dia harus bisa membagi waktu nya untuk ku. saat kami masih pacaran dia bisa membagi waktu nya. tapi kenapa sekarang dia tidak bisa" ucap Kenaya. "Usia pernikahan kami baru saja satu minggu dia sudah seperti itu. apalagi pernikahan kami jika sampai bertahun-tahun, bisa-bisa kami bercerai" ucap Kenaya.
"Kenaya, jangan mengatakan hal seperti itu. apa kalian tidak sadar bahwa kalian ini sama-sama egois, tidak ada yang ingin mengalah" ucap Sherly. "Kenaya, kau adalah seorang istri tidak seharusnya kau seperti ini. kau harus mengerti suami mu, dia adalah seorang pengusaha dan juga seorang dosen. tentu pekerjaan nya begitu banyak" ucap Sherly lagi. Kenaya hanya menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Apa kau sudah makan. ini sudah waktu nya untuk makan siang" ucap Sherly. Kenaya menggeleng, membuat Sherly menghela nafasnya. "Kalau begitu ayo kita makan" ucap Sherly lagi. Kenaya mengangguk, mereka pun segera pergi ke dapur untuk makan siang.