CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
PULANG


__ADS_3

"Abraham Moorey" gumam Richo. saat melihat informasi dari anak buahnya.


"Ada apa Sayang" ucap Maria. istri Richo.


"Daddy menyuruh ku untuk mencari tau saat ini Kenaya sedang dengan siapa di inggris" ucap Richo.


"Bukankah Kenaya ke inggris bersama dengan teman-teman nya" ucap Maria. Richo menggeleng.


"Lalu dia pergi bersama siapa jika bukan dengan teman-teman nya" ucap Maria lagi.


"Abraham Moorey, pengusaha kaya raya di Paris" ucap Richo. ia mengepalkan tangan nya, ia benar-benar tidak menyangka adiknya yang ia sayangi membohongi dirinya dan kedua orang tua mereka.


"Abraham Moorey?" ucap Maria. "Bagaimana bisa" ucap Maria lagi.


"Aku juga tidak tau bagaimana mereka saling mengenal, yang pasti aku benar-benar kecewa pada Kenaya. baru kali ini dia membohongi kita" ucap Richo.


"Sayang, kau kenal kan dengan sahabat Mommy yang bernama Ema itu" ucap Maria.


"Iya, lalu apa hubungan nya" ucap Richo.


"Kata Mommy, aunty Ema adalah istri dari Edward Moorey. apakah Abraham Moorey itu adalah anak mereka, dan bisa saja Kenaya mengenal Abraham Moorey saat Mommy dan Daddy datang ke Paris saat itu" ucap Maria.


"Kau ada benar nya juga, bisa saja mereka saling mengenal saat mereka makan malam bersama waktu itu" ucap Richo.


"Sayang, sepertinya mereka mempunyai hubungan spesial" ucap Maria.


"Kau benar Sayang, sepertinya mereka mempunyai hubungan spesial. aku akan menelpon Kenaya dulu" ucap Richo.


"Untuk apa Sayang" ucap Maria.


"Daddy menyuruh ku untuk menelpon nya dan menyuruh dia pulang" ucap Richo. "Sepertinya ada masalah, soalnya saat Daddy menelpon ku tadi dia terdengar marah" ucap Richo.


"Yasudah, aku ke kamar anak-anak dulu" ucap Maria. Richo mengangguk, segera ia menghubungi Kenaya.


...*****...


Kenaya yang saat ini sedang berada di mall bersama Abraham sedikit terkejut saat ponselnya berdering. Kenaya mengambil ponselnya di dalam tas nya, ia mengerutkan keningnya saat melihat nama kakaknya tertera di sana.


"Siapa Sayang" ucap Abraham.


"Kakak ku" ucap Kenaya.


"Kau mempunyai saudara" ucap Abraham. Kenaya mengangguk.


"Halo" ucap Kenaya. saat mengangk panggilannya.

__ADS_1


"Kenaya, Daddy menyuruh mu pulang ke Paris sekarang juga" ucap Richo di seberang sana.


"Pulang?? tapi aku baru saja tiba di inggris kemarin" ucap Kenaya.


"Kakak tidak mau tau, yang jelas Daddy menyuruh mu pulang sekarang juga. jika tidak, Daddy yang akan datang kesana" ucap Richo.


"Tapi....." ucapan Kenaya tepotong karena Richo menyelanya.


"Pulang sekarang juga" ucap Richo.


Tut


Richo langsung mematikan panggilannya sebelum Kenaya selesai bicara. membuat Kenaya kesal.


"iiissshhh" dengus Kenaya.


"Ada apa Sayang" ucap Abraham. melihat Kenaya yang kesal.


"Kakak ku bilang Daddy menyuruh ku pulang" ucap Kenaya kesal.


"Pulang? pulang kemana" ucap Abraham bingung.


"Ke Paris" ucap Kenaya.


"Kenapa tiba-tiba, apa ada masalah" ucap Abraham.


"Siapa" tanya Kenaya.


"Daddy" jawab Abraham. Kenaya hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Halo Dad" ucap Abraham setelah mengangkat panggilan dari Daddy nya.


"Abraham, kau kembali ke Paris hari ini juga" ucap Edward di seberang sana.


"Ada apa Dad kenapa tiba-tiba, apa ada masalah di sana. aku belum menyelesaikan urusan ku di sini" ucap Abraham.


"Daddy sudah menyuruh asisten mu untuk mengurus nya. kau pulang sekarang juga" ucap Edward.


"Ada apa sebenarnya Dad" ucap Abraham.


"Ada yang ingin Daddy bicarakan padamu " ucap Edward.


"Kenapa tidak bicara lewat ponsel saja" ucap Abraham.


"Ini hal penting yang harus di bicarakan secara langsung " ucap Edward.

__ADS_1


Tut


Edward langsung mematikan panggilan nya, pertanda perkataan nya tidak dapat di bantah. Abraham menghela nafas nya, ia melihat ke arah Kekasihnya yang juga menatap ke arah nya.


"Ada apa" ucap Kenaya.


"Daddy menyuruh ku pulang" ucap Abraham.


"Sebenarnya ada apa ini, kenapa Daddy mu dan Daddy ku menyuruh kita pulang" ucap Kenaya.


"Aku juga tidak tau" ucap Abraham.


"Lalu kita harus apa sekarang" ucap Kenaya.


"Ya, pulang" ucap Abraham. "Ayo, kita harus bersiap-siap sekarang" ucap Abraham lagi menarik tangan Kenaya.


"Sayang tunggu, aku ingin membeli es krim dulu" ucap Kenaya menunjuk kedai es krim yang ada di dalam mall itu.


Abraham menghentikan langkah nya dan menatap Kenaya, lalu melepas tangan Kenaya. Kenaya pun pergi ke kedai es krim itu, setelah membeli es krim mereka pun pergi dari mall itu. mereka kembali ke hotel untuk bersiap-siap pulang ke Paris.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


like dong😒


__ADS_2