CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
KADO TERINDAH ~ EXTRA PART 2


__ADS_3

"Ah, Sah.....yangh, aku sudah.....mau sampai" ucap Kenaya mendesah. Saat ini Abraham sedang memasuki nya dari belakang. Keduanya sudah satu jam melakukan kegiatan panas mereka. Ia sudah sampai berkali-kali, sedangkan Abraham belum juga sampai.


"Sebentar Sah.....yang ah" ucap Abraham. Ia terus menghentak-hentakkan pusaka nya pada milik istri nya, hingga istri nya itu benar-benar lelah. Entahlah, setelah melahirkan Kenaya memang begitu cepat lelah saat Abraham mengajak nya untuk bercinta. Tidak seperti saat mereka pacaran dulu, dan awal-awal pernikahan mereka, ia masih kuat. Tapi, sekarang, baru juga satu jam, dan mereka baru melakukan nya satu ronde, ia sudah lelah.


Aaahhh


Keduanya mengerang bersama saat mencapai puncaknya. Jika Kenaya, ia sudah berkali-kali sampai. Dan Abraham baru ini ia sampai. Abraham melepaskan milik nya dari milik istrinya dan langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang. Begitu pun dengan Kenaya, ia langsung membaringkan tubuh nya di samping Abraham. Kini, keduanya sama-sama terlentang di atas ranjang.


"Kenapa sekarang kau cepat sekali sampai" ucap Abraham.


"Entah lah" ucap Kenaya.


Ddrrtt!


Ddrrtt!


Ponsel Abraham berdering. Membuat Abraham langsung meraba-raba di atas nakas dengan tangan nya. Abraham mengangkat panggilan itu yang ternyata adalah dari Emi.


"Halo aunty" ucap Abraham. Setelah ia mengangkat panggilan dari Emi.


"Abraham, katakan pada Mommy mu, agar dia saja yang datang saat Yeon melahirkan nanti. Aunty tidak bisa datang, karena Yezy juga bulan depan akan melahirkan" ucap Emi. "Tadi aunty sudah menelepon Mommy mu berkali-kali, tapi dia tidak juga mengangkat ponsel nya" ucap Emi lagi.


"Baiklah aunty, aku akan memberitahu Mommy nanti" ucap Abraham.


"Iya. Apa kau sudah pergi menemui Gerald" ucap Emi.


"Belum, sampai saat ini dia belum kembali ke Paris. Dia masih sedang berlibur dengan teman-temannya saat ini" ucap Abraham. Ia mengepalkan tangannya saat ia kembali mengingat Gerald. Pria itu, pria itu yang sudah membuat hidup adiknya hancur. Selama ini dia diam saja, bukan karena ia tidak mau memberikan pelajaran pada Gerald. Hanya saja, Gerald saat ini sedang tidak berada di Paris. Dia sedang berlibur bersama dengan teman-temannya.


"Aunty percayakan semuanya padamu" ucap Emi


"Iya aunty, aunty tenang saja, aku akan menghabisi nya kalau perlu" ucap Abraham.


"Yasudah, kalau begitu aunty tutup dulu" ucap Emi. Setelah mendengar jawaban dari Abraham. Emi pun segera mematikan panggilan mereka.


"Kau ingin kemana Sayang" ucap Kenaya. Saat melihat Abraham bangkit dari ranjang.


"Aku ingin pergi menemui Jerry" ucap Abraham. Ia melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Setelah membersihkan diri, Abraham keluar dari kamar mandi dan melangkahkan ke arah walk in closed. Setelah berpakaian dengan rapi, Abraham keluar dari walk in closed. Dan menghampiri Kenaya yang sudah duduk dan menyandarkan tubuh nya di atas ranjang.


"Aku harus memberitahu Jerry hal ini. Karena bagaimanapun, ini ada sangkut paut dengan nya" ucap Abraham. Sambil melingkarkan jam di tangan nya.


"Iya. Tapi, kalian jangan sampai berkelahi, oke" ucap Kenaya. Ia takut, jika masalah Yezy ini membuat persahabatan mereka rusak.


"Iya, tidak akan. Aku hanya ingin memberitahu nya saja" ucap Abraham. Kenaya menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu aku pergi dulu" ucap Abraham. Kenaya menganggukkan kepalanya lagi. Dan Abraham pun keluar dari kamar mereka.


Abraham melajukan mobilnya ke kafe tempat langganan nya dan kedua sahabatnya. Ia sudah menghubungi Jerry tadi sore. Saat Abraham sudah tiba di kafe, ia memikirkan mobilnya. Setelah memikirkan mobil, Abraham masuk kedalam kafe itu, dan langsung mencari tempat duduk. Abraham duduk di salah satu meja yang ada di kafe itu, dan langsung memainkan ponselnya sambil menunggu Jerry untuk datang. Tak berapa lama, Jerry pun tiba di kafe. Ia langsung menghampiri Abraham dan duduk disana.


"Apa kau sudah lama menunggu ku" ucap Jerry. Setelah ia sudah duduk di sana.

__ADS_1


"Tidak juga" ucap Abraham. "Kita langsung pada intinya saja. Karena aku ingin cepat-cepat pulang" ucap Abraham lagi serius.


"Ya. Katakan, apa yang ingin kau bicarakan padaku" ucap Jerry.


"Saat ini Yezy sedang mengandung. Dan bulan depan dia akan melahirkan" ucap Abraham. Membuat Jerry mengerutkan keningnya bingung.


"Mengandung?" ucap Jerry. Abraham menganggukkan kepalanya. "Tapi, bukankah Yezy belum menikah. Lalu dia mengandung anak siapa" ucap Jerry lagi.


"Gerald" ucap Abraham. Membuat Jerry terkejut.


"Jangan bercanda Abraham, Gerald tidak mungkin menghamili Yezy" ucap Jerry tak percaya. Selama ini, ia memang tidak tau bahwa Gerald adalah seorang Casanova. Sikap Gerald yang terlihat baik dan juga ramah itu benar-benar menipu mereka. Bahkan, Gerald lebih brengsek daripada Jerry.


"Aku tidak bercanda! apa yang aku katakan itu benar. Yezy sedang mengandung anak Gerald" ucap Abraham sedikit marah.


"Bagaimana bisa" ucap Jerry masih tak percaya.


"Gerald menjadikan Yezy sebagai pemuas ***** nya saat kekasih nya sedang tidak ada disini" ucap Abraham. "Aku tidak bisa menjelaskan nya pada mu. Ceritanya panjang, dada ku begitu sesak saat aku menceritakan nya. Karena aku langsung teringat oleh Yezy, psikis nya sedikit terganggu karena ulah adik ipar mu itu. aku tidak meminta Gerald untuk bertanggung jawab, karena itu juga adalah keputusan Yezy. Aku hanya ingin mengatakan ini saja pada mu, tolong jangan mencegah ku, jika aku menghajar adik ipar mu itu. Ku harap, hubungan persahabatan kita tidak rusak karena ini. Aku permisi" ucap Abraham lagi. Ia bangkit berdiri dan meningggalkan Jerry di kafe itu.


"Gerald, kau benar-benar..... Arrrggghhh" ucap Jerry geram. ia bangkit berdiri dan segera meninggalkan kafe itu.


...*****...


Tiga tahun kemudian.....


Saat ini Abraham dan Kenaya sedang bersiap-siap untuk menghadiri pernikahan Kenzie. Usia pernikahan mereka sudah menginjak empat tahun. Dan Kenaya pun sudah menyelesaikan kuliah S2 nya.


"Sayang, cepat. Kenapa kau lama sekali di kamar mandi" ucap Abraham sedikit kesal. Karena daritadi Kenaya belum juga keluar dari kamar mandi. Padahal ia sudah rapi, siap untuk pergi.


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka. Kenaya keluar dari sana dengan wajah yang sulit Abraham artikan.


"Ada apa Sayang" ucap Abraham. Bangkit berdiri dan menghampiri sang istri.


"Sayang" ucap Kenaya. Dengan wajah yang sulit di artikan.


"Ada ap....." ucapan Abraham terhenti saat Kenaya memberikan nya lima tespeck. "Sayang ini....." Abraham tak bisa melanjutkan ucapan nya. Kenaya menganggukkan kepalanya.


"Aku hamil" ucap Kenaya. Dengan mata yang berkaca-kaca. Tanpa aba-aba, Abraham langsung memeluk tubuh istri.


"Kau tidak bercanda kan" ucap Abraham. Seakan tak percaya Tuhan masih memberikannya dan Kenaya kesempatan.


"Tidak, aku benar-benar hamil Sayang. Ini kado pernikahan terindah yang Tuhan berikan untuk kita" ucap Kenaya. Abraham semakin mengeratkan pelukan nya pada sang istri.


"Terima kasih" ucap Abraham.


"Sudah, ayo kita pergi sekarang. Nanti kita terlambat. Alice dan Aldrix sudah menunggu kita" ucap Kenaya. Abraham menganggukkan kepalanya, dan mereka pun segera keluar dari kamar.


"Sayang, kita harus merayakan kehamilan mu ini" ucap Abraham. Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


"Iya, nanti saat ulang tahun Alice dan Aldrix" ucap Kenaya.


"Mom" ucap Aldrix.


"Kenapa Sayang" ucap Kenaya. Pada putra nya yang baru saja berusia dua tahun setengah. "Ada apa, hhmm?" ucap Kenaya lagi. Aldrix menggelengkan kepalanya membuat Kenaya tersenyum.


"Kita sudah sampai, ayo turun" ucap Abraham. Saat mereka sudah tiba di gereja yang tampak besar itu.


"Ayo" ucap Kenaya. Keempat orang itu pun segera turun dari mobil dan masuk kedalam gereja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Episode selanjutnya adalah extra part yang terakhir. Sebenarnya hari ini aku ada urusan, tapi karena teks nya tinggal aku salin" aja, makannya bisa up🤭🤣


__ADS_2