CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
KEJUTAN


__ADS_3

"Tuan Jerry" ucap orang itu. membuat Jerry dan Celin menghentikan langkah mereka dan membalikkan tubuh mereka menatap ke arah orang itu.


"Tuan Erickson?" ucap Jerry.


"Saya pikir anda akan menikah dengan Lyvia. tapi ternyata dengan Nona Celin" ucap Erick.


"Tuhan sudah menentukan jodoh saya" ucap Jerry.


"Ya, saya tau itu. jodoh ada di tangan Tuhan" ucap Erick. "Apa anda tidak mengundang Lyvia ke pernikahan anda?" ucap Erick lagi.


"Apa saya perlu mengundang nya" ucap Jerry.


"Tentu saja. bukankah Lyvia adalah mantan terindah anda" ucap Erick.


"Tidak ada yang indah dari wanita ****** itu" ucap Jerry.


"Hei, Tuan Jerry. jangan mengatakan hal seperti itu. jika dia adalah wanita ******, lalu anda apa. anda dulu adalah seorang casanova" ucap Erick.


"Ck! seharusnya anda sadar diri. anda juga salah satu penjelajah wanita. dan anda harus tau saat ini Lyvia sedang mengandung anak anda" ucap Jerry. membuat Erick terkejut. ia tidak ingin mempercayai apa yang dikatakan oleh Jerry. namun, ia kembali mengingat bahwa ia lah pria terakhir yang menyentuh Lyvia. dan mereka selalu melakukan nya semenjak Jerry dan Lyvia putus.


"Apa maksud anda Tuan Jerry" ucap Erick.


"Apa kurang jelas? saat ini Lyvia sedang mengandung anak anda" ucap Jerry.


"Tidak mungkin. dia sudah banyak meniduri pria" ucap Erick.


"Anda masih ingin mengelak? saya sudah menyelidiki semuanya. semenjak saya dan Lyvia putus. anda selalu melakukan nya dengan Lyvia. dan anda adalah pria terakhir yang menyentuh nya" ucap Jerry. membuat Erick terdiam. yang di katakan Jerry memang benar, ia adalah pria terakhir yang menyentuh Lyvia. "Saya tidak peduli anda ingin bertanggung jawab atau tidak. karena itu bukan urusan saya. yang jelas saya sudah memberitahu anda, bahwa saat ini Lyvia sedang mengandung anak anda. jadi, terserah anda ingin bertanggung jawab atau tidak. tapi, jangan menelantarkan darah daging anda sendiri" ucap Jerry. setelah itu ia dan Celin kembali melangkahkan kaki mereka menuju kamar hotel yang sudah di siapkan untuk mereka. meninggalkan Erick yang masih terdiam.


...*****...


"Dia pria yang menghamili si Lyvia itu" ucap Celin. saat mereka sudah masuk ke dalam kamar hotel.


"Hhmm" jawab Jerry. berdehem. sambil melepaskan dasi yang ia pakai.


"Kau tidak kembali ke bawah" ucap Celin. saat melihat Jerry melepaskan semua pakaian yang ia kenakan.


"Tidak" ucap Jerry.


"Kenapa" ucap Celin.


"Malas" ucap Jerry. ia berjalan mendekati Celin yang sedang duduk di pinggir ranjang. "Aku ingin menghabiskan malam ku bersama mu saja" ucap Jerry berbisik di telinga Celin. ia mulai membuka resleting gaun yang Celin kenakan.


"Kau ingat apa yang aku katakan waktu itu" ucap Celin. Jerry menghentikan aksi nya dan menatap Celin kesal.

__ADS_1


"Kenapa, apa alasan nya" ucap Jerry kesal.


"Aku sangat lelah. kau mandi lah dulu, aku akan mandi setelah kau mandi" ucap Celin.


"Kita mandi bersama saja. ayo" ucap Jerry. ingin mengangkat tubuh Celin. namun, Celin segera menahannya.


"Aku tidak mau. aku tau mandi versi mu" ucap Celin.


"Ayolah Sayang. kita mandi bersama" ucap Jerry. ia pun segera mengangkat tubuh Celin dan membawa nya ke kamar mandi. walaupun Celin sudah berusaha memberontak. Namun, Jerry tidak menggubris nya.


"Jerh" ucap Celin mendesah. saat Jerry meremas kedua buah dada nya.


"Hhmm" jawab Jerry berdehem. ia mencium leher jenjang Celin dan memberikan tanda kepemilikan nya disana. sementara satu tangannya meraba-raba inti Celin. dan satu tangannya lagi menggenggam buah dada milik Celin.


"Ah. Jer" ucap Celin mendesah. saat Jerry memasukkan jari nya ke intinya. Jerry tersenyum saat mendengar ******* Celin. namun, senyum itu hilang saat Celin membalikkan tubuh nya dan menatap Jerry dengan tajam.


"Jika kau ingin mandi, mandi yang benar. jangan kebanyakan gaya" ucap Celin. Jerry hanya mendengus kesal.


Mereka pun mandi tanpa melakukan olahraga suami istri. selesai mandi keduanya keluar dari kamar mandi dan mengenakan pakaian mereka. setelah itu mereka pun naik ke atas ranjang untuk tidur.


...*****...


Keesokan harinya. Abraham membawa Kenaya ke suatu tempat. ia ingin memberikan kejutan pada istrinya itu. saat ini keduanya sudah berada di dalam mobil. entah kemana Abraham ingin membawa nya Kenaya tidak tau. yang ia tau Abraham hanya ingin memberikan ia kejutan.


"Kau akan tau nanti saat kita sudah sampai" ucap Abraham. "Jika aku memberitahu mu sekarang, itu bukan kejutan namanya" ucap Abraham lagi.


"Tapi kenapa kita harus membawa pakaian" ucap Kenaya.


"Karena kita akan tidur disana" ucap Abraham.


"Disana mana. ini sudah sore. kenapa kita lama sekali tidak sampai" ucap Kenaya.


"Ini kita sudah sampai" ucap Abraham. Kenaya mengerutkan keningnya. saat Abraham membawa mereka ke sebuah dermaga yang sangat besar.


"Untuk apa kau membawa ku kesini" ucap Kenaya.


"Sudah ku bilang, aku ingin memberikan mu kejutan" ucap Abraham.


"Kau jangan membuat ku penasaran" ucap Kenaya. "Lalu kenapa kita masih di dalam mobil. kenapa kita tidak turun" ucap Kenaya.


"Tunggu sebentar. sebentar ia akan datang" ucap Abraham.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan. jangan membuat ku penasaran" ucap Kenaya. jiwa kepo nya sudah meronta-ronta.

__ADS_1


"Sebentar lagi sampai Sayang. kau diam saja, tidak usah banyak bergerak" ucap Abraham.


"Iisshh. kau ini suka sekali membuat ku penasaran" ucap Kenaya kesal. Abraham hanya tersenyum.


"Kau lihat itu" ucap Abraham. menunjuk kedepan. "Apa kau bisa melihat nya" ucap Abraham lagi. Kenaya menganggukkan kepalanya. ia menatap ke arah yang Abraham tunjuk dengan tatapan tak percaya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


RICARDO



CALISTA



MICHAEL (ANAK CALISTA DAN RICARDO)



yang penasaran umur mereka.


RICARDO - 36 TAHUN.


CALISTA - 33 TAHUN.


MICHAEL - 5 TAHUN.

__ADS_1


__ADS_2