
Malam pun tiba, saat ini Abraham tengah makan malam bersama dengan kedua orang tuanya. Ema menatap putra nya itu penuh tanya. Kenapa Kenaya tidak ikut makan bersama mereka ada apa dengan menantunya itu.
"Abraham di mana Kenaya" ucap Ema. membuyarkan lamunan Abraham. karena daritadi Abraham hanya melamun saja.
"Aku tidak tau" ucap Abraham santai. membuat Ema dan Edward naik pintam.
"Apa maksud mu Abraham" ucap Edward.
"Di pergi daritadi siang. mana aku tau dia pergi kemana" ucap Abraham. masih dengan santai, membuat Ema marah.
"Kenaya sudah pergi daritadi siang. dan kau tidak mencari nya" ucap Ema marah. Abraham hanya terdiam, membuat Ema tambah marah. "Jika kalian mempunyai masalah selesaikan baik-baik. jangan membiarkan masalah itu terus berlarut" ucap Ema.
"Aku hanya tidak suka saja Mom dengan sikapnya yang seperti itu. dia tidak memikirkan aku. dia selalu saja memikirkan dirinya sendiri" ucap Abraham.
"Memang apa yang Kenaya lakukan" ucap Ema.
__ADS_1
"Dia marah padaku karena kami tidak jadi bulan madu hari ini. pekerjaan ku sangat banyak Mom, aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku begitu saja" ucap Abraham.
"Ya ampun Abraham. bisa tidak kau jangan mementingkan pekerjaan mu terus di saat kau sedang berdua saja dengan Kenaya. Mommy lihat, setelah kalian menikah kau selalu saja mementingkan pekerjaan mu daripada Kenaya" ucap Ema marah.
"Aku melakukan itu untuk dia juga Mom" ucap Abraham.
"Dengar Abraham" ucap Edward. "Kau sudah menikah. kau sudah mempunyai istri sekarang. jangan kau selalu memberikan seluruh perhatian mu itu pada pekerjaan mu saja, Kenaya juga sangat membutuhkan perhatian mu. benar kata Mommy, setelah kalian menikah kau begitu sibuk dengan pekerjaan mu. sampai-sampai perhatian mu pada Kenaya berkurang. apalagi waktu itu kau berjanji bahwa kau akan membawa nya bulan madu hari ini. tentu saja Kenaya yang sudah begitu senang harus menerima kekecewaan dari mu, karena kalian tidak jadi pergi hari ini. dia pasti sangat kecewa pada mu, dia marah karena kau selalu mementingkan pekerjaan mu. usia pernikahan kalian baru seminggu. jangan biarkan masalah ini terus berlarut-larut, segera selesaikan masalah kalian. apa kau mengerti" ucap Edward.
"Aku mengerti Dad" ucap Abraham.
...*****...
Sebulan berlalu hubungan rumah tangga Abraham dan Kenaya belum juga membaik. bahkan sekarang libur semester sudah habis. Ema begitu geram terhadap putranya itu. yang belum juga menyelesaikan masalah nya dengan Kenaya.
"Abraham, apa kau memang lebih mementingkan pekerjaan mu daripada istri mu" ucap Ema marah. Ema dan Edward sudah memberi tau kedua orang tua Kenaya tentang masalah Abraham dan Kenaya. tapi orang tua Kenaya hanya diam saja. diam bukan berarti mereka tidak mempedulikan. tapi mereka ingin melihat sejauh mana Abraham dan Kenaya bisa menyelesaikan masalah rumah tangga mereka. mereka sebagai orang tua tidak berhak untuk mencampuri urusan rumah tangga anak mereka, mereka hanya bisa memantau. tapi Ema tidak. Ema begitu geram pada Abraham yang belum juga menyelesaikan masalah nya dengan Kenaya, bahkan sampai sebulan.
__ADS_1
"Pekerjaan ku begitu banyak Mom. aku akan menyelesaikan masalah kami saat pekerjaan ku sudah selesai" ucap Abraham. selalu kata-kata itu yang keluar dari mulut Abraham.
"Kau ini benar-benar egois Abraham. kau lebih mementingkan pekerjaan mu di bandingkan istri mu" ucap Ema marah. ia pergi meninggalkan Abraham yang sedang berada di ruang kerjanya.
Walaupun Kenaya tidak ada di rumah. tapi Abraham sudah menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Kenaya diam-diam. bukan tanpa alasan Abraham melakukan hal itu. ia hanya tidak mau terjadi sesuatu pada Kenaya. bukannya Abraham tidak mau menyelesaikan masalah mereka. hanya saja pekerjaan nya begitu banyak, apalagi sekarang perusahaan nya sedikit bermasalah. membuat nya tidak bisa bicara empat mata dengan Kenaya. ia ingin menyelesaikan pekerjaan dan masalah yang terjadi di perusahaan, setelah itu baru ia akan menyelesaikan masalah nya dengan Kenaya.
...*****...
Saat ini Kenaya masih berada di apartemen Sherly. selama sebulan ini Sherly benar-benar pusing dengan sikap Kenaya yang selalu berubah-ubah. terkadang Kenaya menangis, terkadang juga marah-marah tanpa sebab. apalagi sekarang, Kenaya sangat kuat sekali makan. membuat Sherly begitu pusing saat Kenaya ingin makan ini dan itu. seperti saat ini Sherly di buat pusing oleh Kenaya yang merengek ingin makan pizza. padahal jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam waktu setempat.
"Aku tidak mau tau. pokoknya aku ingin makan pizza" ucap Kenaya. matanya mulai berkaca-kaca, membuat Sherly menghela nafas nya. mulai lagi. batin Sherly.
"Iya, iya. akan aku pesankan untuk mu. kau ingin berapa kotak" ucap Sherly. tersenyum manis pada Kenaya. walaupun ia benar-benar kesal sekarang.
"Aku ingin dua kotak. jika kau ingin juga, kau bisa memesan tiga kotak. dua kotak untuk ku dan satu kotak untuk mu" ucap Kenaya antusias. Sherly hanya mendengus kesal. segera ia memesan pizza untuk Kenaya.
__ADS_1
Sikap aneh Kenaya ini benar-benar membuat Sherly bingung. Kenaya yang biasanya selalu menjaga pola makan nya agar tubuh nya tetap telihat langsing begitu kuat makan sekarang. dan sikap Kenaya yang selalu berubah-ubah, terkadang marah terkadang menangis. benar-benar membingungkan.