
Keesokan harinya. Jack dan Abraham sedang dalam perjalanan menuju ke kafe X untuk bertemu dengan klien nya. sebenarnya mereka bisa saja bertemu di sebuah restoran yang mahal. tapi mengingat, ia bertemu klien nya sambil menjalankan rencana Yeon yang ingin melihat reaksi Jack saat melihat nya bersama dengan pria lain, maka dari itu Abraham ingin bertemu dengan klien nya di kafe X.
Saat sudah tiba di kafe X. Abraham dan Jack pun segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam kafe itu. jam sudah menunjukkan pukul satu siang waktu setempat. keduanya duduk di meja yang sudah di siapkan untuk mereka. tak berapa lama klien Abraham pun tiba di kafe X bersama dengan asisten nya.
"Maafkan saya Tuan Abraham. saya terlambat" ucap klien Abraham.
"Tidak masalah Tuan Jerremy. saya dan asisten saya juga baru saja tiba" ucap Abraham.
"Oiya, kenalkan. ini asisten saya, namanya Ben" ucap Jerremy.
"Oiya, ini kenalkan juga asisten saya Jack" ucap Abraham. mereka pun saling berjabat tangan.
Mereka pun mulai membicarakan tentang kerja sama mereka sambil menunggu pesanan mereka yang sudah mereka pesan tadi. hingga mata Jack mendapati Yeon dan Gerald yang baru saja masuk ke dalam kafe sambil berpegangan tangan. keduanya duduk di salah satu kursi yang ada di kafe itu. Gerald menarik satu kursi dan mempersilahkan Yeon untuk duduk.
Jack mengepalkan kedua tangan nya. dia cemburu melihat kedekatan Gerald dan Yeon. apalagi saat ia melihat Gerald mengelus pipi Yeon sambil tersenyum. dan Yeon pun membiarkan nya. Ya, sepertinya ia sudah jatuh cinta pada Yeon. ia menjilat ludahnya sendiri.
"Jack, fokus!" ucap Abraham. pada Jack. sebenarnya Abraham ingin tertawa saat ini juga, karena melihat wajah Jack yang terlihat merah karena menahan amarah nya.
"Saya pamit sebentar Tuan" ucap Jack. langsung bangkit berdiri. saat ia melihat Yeon sedang menuju ke toilet yang ada di kafe itu. Jack langsung pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban.
Jack menunggu Yeon di depan toilet wanita. ia bersandar di tembok dan melipat kedua tangan nya di depan dada nya. saat Yeon sudah keluar, Jack langsung menahan tangan Yeon yang ingin pergi. Yeon terkejut, dan membalikkan tubuh nya. dan pura-pura terkejut saat melihat Jack.
"Berani nya kau menyentuh ku" ucap Yeon ketus. ia menghempaskan tangan Jack. membuat Jack terkejut.
"Yeon" ucap Jack. ia memanggil Yeon tanpa Nona di depan nya.
"Kenapa" ucap Yeon masih ketus.
"Apa kau dan pria itu menjalin hubungan" ucap Jack.
__ADS_1
"Untuk apa kau tau. tidak ada urusan nya dengan mu jika aku menjalin hubungan dengan nya atau tidak" ucap Yeon.
"Tapi....."
"Sayang, kenapa kau lama sekali" ucap Gerald. menghampiri Yeon ke toilet.
Jack yang mendengar Gerald memanggil Yeon dengan sebutan Sayang pun mengeraskan rahangnya. ia cemburu, ia cemburu jika ada pria lain yang memanggil Yeon dengan sebutan Sayang. padahal itu kan hanya rencana yang sudah Yeon dan Gerald siapkan tadi.
"Ah, maafkan aku Sayang. aku pasti sudah membuat mu menunggu lama. ayo kita kembali ke meja kita sekarang" ucap Yeon. Jack yang mendengar Yeon juga memanggil Gerald dengan sebutan Sayang pun benar-benar emosi. saat Yeon dan Gerald akan melangkahkan kaki mereka. Jack kembali menahan tangan Yeon. membuat Yeon membalikkan tubuh nya dan menatap Jack dengan tajam. "Ada apa!" ucap Yeon lagi.
"Sejak kapan kalian menjalin hubungan" ucap Jack.
"Tidak ada urusan nya dengan mu Jack" ucap Yeon. lalu ia dan Gerald pun kembali melangkahkan kaki mereka menuju ke meja mereka. meninggalkan Jack yang masih terlihat kesal.
"Sepertinya rencana kita berhasil" ucap Gerald. saat mereka sudah duduk di meja mereka.
"Sepertinya begitu" ucap Yeon tersenyum.
Jack kembali ke meja tempat Abraham dan klien mereka. Abraham yang melihat Jack kembali pun tersenyum. tak menyangka jika Jack yang dingin itu bisa juga jatuh cinta pada adik nya.
"Ada apa dengan wajah mu" ucap Abraham. berbisik di telinga Jack.
"Tidak ada Tuan. kita lanjutkan saja" ucap Jack.
Mereka pun kembali melanjutkan pembicaraan mereka untuk bekerja sama. Jack sama sekali tidak fokus pada apa yang mereka bicarakan. mata nya masih fokus ke arah meja Yeon dan Gerald. sesekali Yeon juga melihat ke arah Jack. namun, ia kembali membuang muka. Jack menggeram kesal saat melihat Gerald mencium pipi Yeon. dan Yeon pun hanya diam saja.
"Jack apa kau mendengarkan apa yang sedang di bicarakan" ucap Abraham.
"Iya Tuan" ucap Jack. tapi mata nya masih fokus pada Yeon dan Gerald.
__ADS_1
"Jangan melihat ke arah mereka terus" ucap Abraham. Jack pun tersadar dan sedikit gugup karena ketahuan. Jack pun kembali fokus dengan apa yang mereka bicarakan.
Malam harinya. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Abraham dan Jack baru saja tiba di kediaman Moorey. pekerjaan yang begitu banyak membuat mereka pulang malam. Jack mendengus kesal saat melihat ada mobil Gerald di halaman rumah keluarga Moorey. ia dan Abraham masuk ke kediaman Moorey dan terdengar gelak tawa dari dalam.
"Sayang, aku pulang" ucap Abraham. Kenaya yang masih terbahak mendengar cerita Yeon pun menghentikan tawanya. dan melihat ke arah suaminya yang sudah pulang. sedang berjalan mendekati nya.
"Kenapa kau baru pulang" ucap Kenaya.
"Pekerjaan ku banyak Sayang" ucap Abraham. mencium pipi istrinya.
"Yasudah kau mandi dulu sana. habis itu kita makan malam" ucap Kenaya. "Aku aku akan menyiapkan pakaian ganti mu. ayo kita ke kamar" ucap Kenaya. bangkit berdiri. ia dan Abraham pun segera menuju ke kamar mereka.
Tinggal lah Jack, Yeon, Yezy dan Gerald. mereka asik dengan cerita mereka. mengabaikan Jack yang terlihat kesal karena di abaikan.
"Uncle Jack, apa kau tau jika Yeon dan Gerald sudah pacaran" ucap Yezy. memancing Jack. ia sudah tau jika rencana Yeon sudah berhasil. itu sebabnya tadi mereka tertawa karena mendengar cerita Yeon.
"Tidak" ucap Jack singkat.
"Untuk apa dia tau, dia bukan siapa-siapa ku" ucap Yeon tajam. membuat Jack kesal dan dada nya sesak seketika.
"Sayang, aku pulang dulu. besok aku akan kesini lagi" ucap Gerald. kembali menjalankan rencana nya.
"Kau tidak ingin makan malam di sini dulu" ucap Yeon perhatian. membuat Jack semakin kesal.
"Tidak Sayang. aku akan makan malam di rumah saja" ucap Gerald.
"Baiklah. ayo, aku akan mengantarkan mu ke depan" Gerald menganggukkan kepalanya. Yeon pun segera mengantarkan Gerald ke depan.
"Aku pulang dulu" ucap Gerald. Yeon pun menganggukkan kepalanya. Gerald masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan kediaman Moorey.
__ADS_1
GERALD