CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
TIDUR BERSAMA


__ADS_3

Setelah beberapa jam duduk di dalam pesawat pribadi keluarga Barrack. Jerry dan kedua orang tuanya pun tiba di Amerika. William dan Jenita mengikuti kemauan Jerry yang meminta untuk menginap di rumah Celin dan keluarga nya. padahal di Amerika mereka juga mempunyai rumah. ralat bukan rumah, tapi mansion. bukan tanpa alasan Jerry ingin menginap di rumah Celin dan keluarga nya. ia merindukan Celin, dan juga ia harus memberitahu Celin bahwa mereka akan menikah. Jerry tidak tahu, kapan perasaan itu muncul. yang pasti saat ini dia sudah mencintai Celin.


"Kenapa kita tidak di mansion kita saja" ucap William. saat ini mereka sudah berada di dalam mobil untuk menuju ke rumah Celin dan keluarga nya.


"Aku ingin menemui Celin" ucap Jerry.


"Tapi ini sudah tengah malam. mereka pasti sudah tidur" ucap Jenita.


"Belum. kata kak Calista hanya Celin saja yang tidur. yang lainnya masih bangun menunggu kita" ucap Jerry.


"Kedua orang tuanya Celin tau jika kau akan menikahi Celin?" ucap Jenita bertanya.


"Iya. sebelum kita kesini aku sudah menelpon mereka" ucap Jerry. Jenita dan William hanya menganggukkan kepala.


Satu jam setengah kemudian mereka pun tiba di kediaman keluarga Greyson. ketiganya di sambut dengan senyum hangat dari keluarga Celin. mereka masuk ke kediaman keluarga Greyson dan duduk di sofa ruang keluarga.


"Apa kalian sudah makan" ucap Angel.


"Sud....."


"Belum aunty, kami belum makan. jika aunty sudah menyiapkan makanan untuk kami dengan senang hati kami memakannya" ucap Jerry tersenyum. memotong ucapan Jenita. sementara Jenita menatap putranya itu tajam. anak tidak tau malu. batin Jenita.


"Ah, baiklah. sekarang ayo kita ke dapur untuk makan" ucap Angel. Jerry pun bangkit berdiri.


"Ayo Dad, Mom. aunty Angel memanggil kita untuk makan" ucap Jerry. Jenita menatap putranya itu kesal. kelakuan putranya benar-benar membuat ia malu di depan calon besan nya itu.


Mereka semua pun pergi ke arah dapur untuk makan. sebenarnya kedua orang Celin beserta Calista dan Richardo sudah makan malam bersama Celin juga. tapi, untuk menghormati keluarga Jerry yang sudah datang ke Amerika mereka memutuskan untuk makan malam lagi.


Selesai makan malam Jerry berjalan menghampiri Calista dan Richardo yang tengah duduk di dekat kolam renang. sementara kedua orang tuanya dan orang tua Celin sedang berbincang-bincang di ruang keluarga.


"Kak dimana kamar Celin" ucap Jerry. saat sudah tiba di dekat Calista dan Richardo.


"Untuk apa kau menanyakan kamar Celin" ucap Calista.


"Aku ingin tidur dengan nya" ucap Jerry santai. membuat Calista dan Richardo melotot.


"Tidak. Aku sudah menyuruh pelayan menyiapkan kamar tamu untuk mu" ucap Calista.


"Tapi aku ingin tidur dengan Celin" ucap Jerry memelas.


"Sekali tidak tetap tidak Jerry" ucap Calista. Richardo mengelus bahu istrinya itu.


"Biarkan saja Sayang. mungkin Jerry ingin menjenguk anak nya" ucap Richardo.


"Kak Richardo saja tau" ucap Jerry tersenyum lebar.


"Tidak boleh! Kalian belum menikah jadi tidak ada jenguk-menjenguk" ucap Calista.


"Kami saja membuat nya sebelum menikah. Jadi apa salahnya jika aku menjenguk anak ku sebelum menikah" ucap Jerry.


"Tidak Jerry. lagipula Celin sudah tidur bagaimana cara mu menjenguk anak mu" ucap Calista.


"Aku bisa menjenguk anak ku di pagi hari" ucap Jerry santai.

__ADS_1


"Pergi lah Jerry. kamar Celin ada di lantai dua dekat tangga" ucap Richardo. Jerry pun menganggukkan kepalanya dan pergi ke kamar Celin dengan wajah berbinar. sementara Calista hanya mendengus kesal.


"Kenapa kau menyuruhnya pergi ke kamar Celin" ucap Calista.


"Mungkin dia merindukan Celin dan ingin menjenguk anaknya. sudah lah, ayo kita ke kamar aku juga ingin menjenguk anak ku" ucap Richardo. menarik tangan istrinya menuju ke kamar mereka.


...*****...


Sementara Jerry. ia sudah tiba di kamar Celin. hal pertama yang ia lihat adalah Celin yang sudah terlelap. membelakangi pintu kamar nya. Jerry melangkahkan kakinya mendekati Celin. saat sudah berada di dekat Celin Jerry berjongkok dan memandang wajah Celin yang terlelap.


"Cantik" gumam Jerry. membelai pipi mulus Celin lembut.


Lama Jerry memandangi wajah Celin hingga ia bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah membersihkan diri Jerry keluar dari kamar mandi dengan handuk yang di lilitkan di pinggang nya. Jerry berjalan menuju koper nya dan mengambil boxer nya. Jerry memakai boxer nya dan bertelanjang dada, lalu ia melangkahkan kakinya menuju ranjang. naik ke atas ranjang dan merebahkan dirinya di samping Celin memeluk wanita itu dari belakang. Jerry pun ikut memejamkan mata nya dan terlelap. mereka tidur bersama tanpa sepengetahuan Celin.


...*****...


Sinar matahari menembus tirai jendela kamar Celin. Ia mengerjapkan-ngerjapkan mata nya untuk menyesuaikan cahaya. saat ingin bergerak Celin merasakan ada tangan kekar yang sedang memeluk nya. Celin membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa pemilik tangan kekar yang sedang memeluk nya.


"Jerry" ucap Celin terkejut. membulatkan matanya saat melihat Jerry yang masih terlelap sambil memeluk tubuh nya. "Apa yang dia lakukan di sini" ucap Celin lagi pelan.


Celin pun mencoba melepaskan pelukan Jerry. Namun, pelukan itu bukannya terlepas malah semakin erat. membuat Celin kesal. Ia kembali menatap ke arah Jerry untuk membangunkan pria itu.


"Jerry bangun!! Apa yang kau lakukan disini. Dan bagaimana bisa kau ada di sini" ucap Celin. mendorong tubuh kekar Jerry. Namun, Jerry tak menggubris nya. Ia malah mempererat pelukan nya.


"Diam Sayang. Aku masih mengantuk" ucap Jerry. masih memejamkan mata nya. membuat Celin mendengus kesal.


"Lepas! Aku ingin ke kamar mandi" ucap Celin. berusaha melepaskan pelukan Jerry.


"Nanti saja. Aku masih ingin memeluk mu" ucap Jerry.


"Kenapa jika aku akan menikah. Hm" ucap Jerry tersenyum.


"Kau tidak boleh seperti ini. Bagaimana nanti jika Lyvia tau" ucap Celin.


"Dia tidak akan tau. bahkan saat kita melakukan nya hari itu saja dia tidak tau" ucap Jerry. membuat Celin menatap ke arah Jerry dengan tajam.


"Kenapa kau meninggalkan ku waktu itu" ucap Celin. "Kau sudah mengambil kesucian ku dan kau pergi meninggalkan ku. Kau membuang ku setelah kau pakai" ucap Celin.


"Hei, siapa bilang aku membuang mu. Aku tidak membuang mu Sayang" ucap Jerry. "Saat itu aku hanya pergi ke apartemen Lyvia....."


"Untuk bercinta" ucap Celin. memotong ucapan Jerry.


"Maaf" ucap Jerry lirih. menundukkan kepala nya.


"Sudahlah Jerry. Aku mengerti" ucap Celin. melepaskan pelukan Jerry dengan paksa. dan duduk di pinggir ranjang di ikuti oleh Jerry.


"Tapi percayalah, aku dan Lyvia sudah tidak ada hubungan apa-apa. Dan aku datang kesini juga untuk diri mu" ucap Jerry. membuat Celin menatap ke arah nya.


"Maksud mu" ucap Celin bingung.


"Kita akan menikah minggu depan"


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


gantung gak? gantung gak? gantung lah masa gak🙃😝😇


__ADS_2