
Jenita menarik paksa tangan putra nya itu. membawa nya masuk ke dalam rumah yang seperti istana itu. Jenita melepaskan Jerry dengan sedikit kasar. hingga membuat Jerry terduduk di sofa. William yang melihat hal itu tentu saja bingung dengan sikap istri nya itu.
"Ada Mom. kenapa kau seperti itu pada Jerry" ucap William.
"Wanita mana yang kau hamili" ucap Jenita. tanpa menjawab suaminya.
"Apa maksud Mommy. apa Jerry menghamili seorang wanita" ucap William.
"Kau tanya saja pada anak kesayangan mu itu" ucap Jenita ketus.
"Jerry apa maksud Mommy. apa benar kau menghamili seorang wanita" ucap William.
"Aku tidak tau Dad" ucap Jerry. menundukkan kepalanya. saat Jenita ingin menjawab. seorang penjaga rumah datang menghampiri mereka.
"Tuan, Nyonya. ada seorang wanita yang datang kemari sambil menangis. ia ingin menemui Tuan Jerry" ucap penjaga itu.
"Siapa namanya" ucap Jenita.
"Saya tidak tau Nyonya. yang pasti dia ingin bertemu dengan Tuan Jerry" ucap penjaga itu.
"Suruh dia masuk" ucap Jenita. penjaga itu pun menganggukkan kepalanya. ia kembali keluar dari rumah itu.
Tak berapa lama. penjaga itu kembali masuk bersama dengan seorang wanita dibelakang nya. yang sedang menundukkan kepalanya.
"Lyvia" ucap ketiganya bersama.
"Kau keluar. biarkan wanita itu disini" ucap Jenita pada penjaga itu. penjaga itu pun segera keluar dari rumah.
"Lyvia, apa yang kau lakukan disini" ucap Jerry.
"Je-jerry, aku hamil" ucap Lyvia. membuat ketiganya terkejut.
"Apa maksud mu. kau jangan bercanda dengan ku" ucap Jerry.
__ADS_1
"Heh! wanita jalang. kau jangan menipu kami ya. bisa saja anak yang kau kandung itu bukan anak nya Jerry" ucap Jenita.
"Tapi aku benar. anak yang aku kandung ini adalah anak Jerry" ucap Lyvia.
"Bagaimana bisa kau yakin bahwa itu adalah anak Jerry. bisa saja itu anak para pria yang sudah meniduri mu" ucap William.
"Aku yakin ini anak Jerry. karena aku sedang mengandung dua bulan. dan kita putus satu bulan yang lalu" ucap Lyvia berbohong. membuat Jerry terdiam.
"Tidak mungkin!! pasti itu anak pria lain. bukan anak ku. kau sudah banyak meniduri pria lain di belakang ku. itu bukan anak ku" ucap Jerry. menggeleng kepalanya cepat.
"Kau tega Jerry. kau tega tidak mengakui darah daging mu sendiri" ucap Lyvia. menangis.
"Lyvia, kau jangan macam-macam dengan keluarga kami ya" ucap William geram.
"Aku tidak macam-macam. aku berbicara dengan fakta nya!! bahwa anak yang aku kandung sekarang ini adalah anak Jerry. anak ini adalah darah daging kalian juga!!" ucap Lyvia berteriak.
"Tidak, tidak mungkin. aku tidak mau cucu ku lahir dari seorang pelacur" ucap Jenita.
"Tapi anak ini tetap cucu mu" ucap Lyvia.
"Jerry apa kau gila!!" pekik William dan Jenita.
"Tidak Dad, Mom. aku harus menikahi nya. dia sedang mengandung anak ku sekarang" ucap Jerry.
"Jerry, kau ini benar-benar bodoh!!" ucap Jenita.
"Jerry kenapa kau ini bodoh sekali. kenapa kau gampang sekali percaya dengan wanita jalang itu" ucap Jenita lagi.
"Daddy tidak habis pikir dengan mu Jerry" ucap William.
"Mom, apa Mommy tidak ingat yang di katakan oleh dokter tadi. aku mual dan pusing itu karena mungkin Lyvia memang benar hamil anak ku" ucap Jerry.
"Tapi Daddy dan Mommy tidak mau mempunyai menantu seorang pelacur. kami tidak mau jika cucu kami lahir dari rahim seorang pelacur" ucap William marah.
__ADS_1
"Tapi mau bagaimana lagi Dad. Lyvia sedang mengandung anak ku sekarang. aku tidak mungkin menelantarkan anak ku" ucap Jerry.
"Terserah dirimu saja. tapi yang jelas, pernikahan kalian tidak boleh di ketahui oleh publik" ucap William.
"Dad!! kenapa kau juga gampang sekali percaya dengan wanita murahan itu" ucap Jenita.
"Apa yang harus kita lakukan Mom. jika dia memang benar mengandung anaknya Jerry" ucap William.
"Tapi Mommy tidak mau cucu Mommy lahir dari rahim nya" ucap Jenita.
"Mom! cukup! jangan berkata seperti itu lagi" ucap Jerry. "Bagaimana pun Lyvia sedang mengandung cucu kalian" ucap Jerry lagi.
"Kau membentak Mommy demi wanita murahan ini!! oke, silahkan kau menikahi wanita murahan ini. tapi jangan harap Mommy hadir di pernikahan kalian dan menganggap anak yang dia kandung itu cucu Mommy. Mommy tidak akan pernah menganggap anak itu cucu Mommy. Mommy tidak sudi" ucap Jenita. lalu ia segera pergi dari sana di ikuti oleh William. meninggalkan Jerry dan Lyvia yang menatap mereka.
"Kau benar akan menikahi ku bukan" ucap Lyvia.
"Hhmm" jawab Jerry. berdeham. membuat Lyvia tersenyum licik.
...*****...
Sementara di tempat lain Celin baru saja keluar dari kamar mandi. kepalanya yang pusing membuat ia hampir saja terjatuh kalau saja Calista tidak menahan tubuh nya. Calista dan Ricardo beserta putra mereka baru saja datang ke Amerika satu minggu yang lalu.
"Ada apa dengan mu" ucap Calista.
"Aku tidak tau. sudah beberapa hari ini kepala ku sering pusing" ucap Celin.
"Bagaimana jika kita periksa ke dokter saja" ucap Calista. Celin menggeleng kepalanya pelan.
"Tidak perlu kak. ini hanya pusing biasa" ucap Celin.
"Baiklah. tapi jika kau masih pusing, kau harus segera cek ke dokter" ucap Calista.
"Iya kak" ucap Celin.
__ADS_1
"Yasudah. kalau begitu ayo kita ke meja makan sekarang. semuanya sudah menunggu kita" ucap Calista. Celin menganggukkan kepalanya. mereka pun segera pergi ke meja makan untuk makan siang.