
Malam hari nya Abraham masih berada di rumah sakit. ia tetap menunggu Kenaya, walaupun tadi siang mengusir nya. sebenarnya Abraham ingin menghubungi kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Kenaya. tapi ia mengurungkan niatnya karena tidak mau membuat mereka khawatir. Abraham berjalan ke arah pintu ruang rawat Kenaya, ia menunggu Sherly keluar dari sana. sebenarnya dia yang ingin masuk kedalam sana, dan menyuapi Kenaya untuk makan malam. tapi mengingat Kenaya yang mengusir nya tadi siang membuat ia mengurungkan niatnya dan menyuruh Sherly.
Sherly keluar dari ruang rawat Kenaya, saat ia selesai menyuapi Kenaya. ia menatap Abraham dengan kesal.
"Kau pulang lah. aku yang akan menjaga Kenaya di sini" ucap Sherly.
"Kau saja yang pulang. aku yang akan menjaga nya disini. aku suaminya" ucap Abraham. membuat Sherly tersenyum sinis.
"Suami kau bilang. suami mana yang lebih mengutamakan pekerjaan nya daripada istri nya" ucap Sherly sinis. "Kau datang di saat dia sudah jatuh sakit. kemana kau selama sebulan ini, kenapa kau tidak datang mencarinya dan menjemputnya. kau hanya mengurus pekerjaan mu saja dan mengabaikan istri mu. itu yang kau sebut suami" ucap Sherly lagi.
"Kau boleh bekerja Abraham. tapi setidaknya luangkan waktu mu untuk istri mu. asal kau tau, keluarga adalah yang harus kita nomor satukan daripada yang lain nya. Kenaya selalu curhat pada ku tentang dirimu yang sekarang sudah berubah. dulu saat kalian masih pacaran, kau bisa meluangkan waktu mu untuk nya. kau bahkan lebih mengutamakan dia daripada pekerjaan mu, lalu kenapa sekarang setelah kalian menikah kau tidak bisa mengutamakan dirinya kenapa kau sekarang tidak bisa meluangkan waktu mu untuk nya" ucap Sherly. "Apa benar yang Kenaya katakan padaku, bahwa kau hanya membutuhkan tubuhnya saja" ucap Sherly lagi.
"Itu tidak benar. aku tidak hanya membutuhkan tubuhnya tapi aku sangat mencintai nya" ucap Abraham.
__ADS_1
"Jika kau mencintai nya, seharusnya kau lebih mengutamakan dirinya daripada pekerjaan mu" ucap Sherly. "Aku pulang dulu. jika kau ingin masuk, masuklah. ingat kata ku, utamakan istri mu daripada pekerjaan mu. apalagi saat ini Kenaya sedang mengandung anak mu. kau harus bisa membagi waktu mu antara keluarga dan pekerjaan. jika kau memang benar-benar mencintai Kenaya, buktikan" ucap Sherly. lalu ia pergi meninggalkan Abraham yang masih berdiri di sana menundukkan kepalanya.
...*****...
Abraham masuk kedalam ruang rawat Kenaya. ia melihat istri nya itu sedang terlelap di atas ranjang pasien. Abraham mendekati ranjang pasien itu, ia duduk di kursi yang ada di samping ranjang. ia membelai rambut Kenaya dan menggenggam tangan Kenaya dengan satu tangan nya. Abraham mencium punggung tangan Kenaya dengan lembut. selama sebulan ini ia sangat merindukan Kenaya. ia merindukan ocehan istri nya, ia merindukan sikap manja istri nya, ia merindukan belaian istri nya. semuanya, ia sangat merindukan semua yang ada pada istri nya.
"Maafkan aku, maafkan sikap egois ku. maafkan aku yang lebih mengutamakan pekerjaan ku di bandingkan dirimu" ucap Abraham bergetar. ia kembali mencium punggung tangan Kenaya dengan lembut.
...*****...
"Kau sudah bangun Sayang. kau ingin kemana, aku akan mengantarkan mu" ucap Abraham.
"Tidak perlu. aku bisa sendiri" ucap Kenaya ketus. ia turun dari ranjang pasien dengan pelan dan menuju kamar mandi yang ada di ruangan itu. Abraham hanya bisa menghela nafasnya, Kenaya masih marah padanya.
__ADS_1
Saat Kenaya keluar dari kamar mandi Abraham menhampiri Kenaya. ia ingin memegang tangan Kenaya dan menuntun nya ke ranjang pasien. namun Kenaya menepis tangan nya.
"Tidak perlu kata ku. kau bisa pulang sekarang, dan urus lah pekerjaan mu itu" ucap Kenaya sinis. ia berjalan ke arah ranjang pasien dan naik kesana dengan pelan. Abraham menghampiri Kenaya dan duduk di kursi.
"Sayang maafkan aku" ucap Abraham. membuat Kenaya muak.
"Huh! kau selalu meminta maaf padaku. dan saat aku memaafkan mu, kau masih saja mengulangi nya. aku harus memaafkan sampai berapa kali, sampai kau tua hah! bahkan saat itu kau menampar ku. untuk pertama kalinya kau menampar ku Abraham" ucap Kenaya. "Dan untuk pertama kalinya kau mengatakan. aku tidak perlu kembali lagi. oke, aku tidak akan kembali lagi padamu. aku akan meninggalkan mu jika itu yang kau inginkan" ucap Kenaya. Abraham yang mendengar hal itu menggeleng.
"Tidak Sayang. jangan mengatakan hal seperti itu. aku tidak mau mendengar nya, aku tidak mau. aku tidak mau kehilangan dirimu. tolong maafkan aku" ucap Abraham. "Aku janji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Abraham lagi.
"Cih. janji palsu" ucap Kenaya sinis.
"Aku mohon, tolong maafkan aku sekali ini saja. aku janji tidak akan mengulanginya. kau ingin apa, kau ingin kita pergi berbulan madu. kita akan pergi besok jika itu yang kau mau" ucap Abraham. membuat Kenaya tersenyum sinis.
__ADS_1
"Terlambat Abraham! sudah terlambat. aku sudah mengandung anak mu sekarang. tidak ada gunanya lagi pergi berbulan madu. aku tidak mau anak ku kenapa-napa" ucap Kenaya. Abraham menundukkan kepalanya. ini semua karena dirinya yang selalu mengutamakan pekerjaan nya. ia sangat menyesalinya.