
Sinar matahari menembus gorden jendela yang ada di kamar pengantin baru itu, membuat pria yang sedang mendekap tubuh istri nya itu menjadi terganggu.
Pria itu mengerjap-ngerjapkan matanya dan meraba-raba nakas untuk mencari ponsel nya. setelah ia mendapatkan ponsel nya, dia melihat jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi waktu setempat. ia kembali meletakkan ponsel nya dan menatap sang istri yang masih tertidur pulas sambil memeluk dirinya, senyum terlihat di wajahnya.
"Good morning My Wife" ucap nya berbisik di telinga istri nya. wanita itu hanya berdehem, membuat pria itu tersenyum.
drtt drtt
Ponsel pria itu berbunyi menandakan ada yang menelpon nya. segera pria itu mengangkatnya.
"Ada apa Mom" ucap pria itu. setelah mengangkat panggilan dari Mommy nya.
"Abraham, kapan kau dan Kenaya ke bawah. kami sudah menunggu kalian untuk sarapan bersama" ucap Ema di seberang sana.
"Kenaya masih tidur" ucap Abraham.
"Oh begitu, kalau begitu kami kami sarapan duluan" ucap Ema.
"Iya Mom, kalian makan saja. nanti aku dan Kenaya akan makan di kamar saja" ucap Abraham.
"Baiklah. kalau begitu Mommy tutup telepon nya" ucap Ema. segera ia mematikan pangilan dengan putranya.
Setelah Mommy nya mamatikan panggilan mereka, Abraham beranjak dari ranjang dan menuju ke kamar mandi.
Kenaya meraba-raba sisi kiri nya untuk mencari sang suami, namun ia tidak mendapatkan keberadaan suaminya.
"Sayang" ucap Kenaya. memanggil Abraham dengan suara khas bangun tidur. Kenaya bangun dan bersandar di kepala ranjang menunggu Abraham keluar dari kamar mandi, karena ia mendengar ada suara air shower di kamar mandi.
__ADS_1
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan Abraham yang baru saja menyelesaikan mandi nya dengan balutan handuk yang melilit di pinggangnya, ia mengibaskan rambut nya dengan tangan nya.
"Kau sudah bangun" ucap Abraham.Kenaya mengangguk. "Kau tidak ingin mandi" ucap Abraham lagi. menghampiri Kenaya yang sedang bersandar di kepala ranjang.
"Kau gendong aku ya, antarkan aku ke kamar mandi" ucap Kenaya manja. Abraham tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kemarilah" ucap Abraham. merentangkan kedua tangan nya pada Kenaya. segera Kenaya melingkarkan kedua tangan nya di leher Abraham. Abraham pun segera membawa Kenaya ke kamar mandi.
"Apa aku juga perlu memandikan mu" ucap Abraham. menaikturunkan alisnya.
"Tidak perlu" ucap Kenaya. "Sudah kau keluar lah" ucap Kenaya lagi. mendorong tubuh kekar Abraham.
Abraham pun segera keluar dari kamar mandi. sementara di dalam kamar mandi Kenaya melepaskan semua pakaiannya, saat ia ingin melepaskan cd nya Kenaya merasakan ada rasa hangat yang keluar dari dalam intinya. Kenaya melihat ke bawah dan menghembuskan nafasnya.
"Sayaang" ucap Kenaya. setengah berteriak.
"Iya, ada apa Sayang" ucap Abraham. matanya masih fokus pada televisi yang ia toton.
"Tolong ambilkan cd ku dan pembalut di dalam koper ku" ucap Kenaya. karena ia memang selalu menyiapkan pembalut, agar saat ia datang bulan ia tidak perlu lagi keluar untuk membeli nya.
Abraham pun menurut ia berjalan ke arah koper Kenaya dan dirinya. mengambil barang yang di minta oleh Kenaya.
"Ini" ucap Abraham. memberikan cd dan pembalut itu pada Kenaya.
"Terima Kasih Sayang" ucap Kenaya tersenyum.
__ADS_1
...*****...
Kenaya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju mandi dan handuk yang di gulung di kepalanya.
"Sayang kenapa kau datang bulan" ucap Abraham kesal. karena rencana nya ia akan membawa istri nya itu bercinta jika Kenaya sudah selesai mandi.
"Ini awal bulan, dan aku sering datang bulan di saat awal bulan" ucap Kenaya. duduk di samping Abraham. "Memang nya kenapa" ucap Kenaya lagi.
"Padahal aku tadi ingin mengajak mu bercinta jika kau sudah selesai mandi. kau tau kan kita sudah sebulan tidak melakukannya" ucap Abraham kesal.
"Ya, mana aku tau kalau aku akan datang bulan pagi ini" ucap Kenaya. "Kau mau kemana" ucap Kenaya menahan tangan Abraham saat Abraham beranjak dari sofa.
"Keluar" ucap Abraham kesal.
"Apa kau marah Sayang" ucap Kenaya. masih dengan memegang tangan Abraham dan beranjak dari sofa.
"Menurut mu" ucap Abraham ketus. Abraham sedikit menghempaskan tangan nya dan tanpa sengaja mendorong Kenaya, membuat Kenaya kembali terduduk di sofa. Kenaya tercengang untuk pertama kalinya Abraham mendorong dirinya walaupun itu tidak di sengaja. dan hanya gara-gara ia datang bulan.
"Untuk pertama kalinya kau melakukan ini padaku" ucap Kenaya. menghentikan langkah Abraham saat Abraham akan kembali melangkahkan kakinya. "Kau mendorong ku hanya karena aku datang bulan? hanya karena aku tidak bisa melayani mu!!! " ucap Kenaya marah. ia marah karena Abraham seakan-akan hanya menginginkan tubuh nya saja. sementara Abraham ia merasa bersalah, tidak seharusnya ia marah pada Kenaya hanya karena Kenaya datang bulan.
"Sayang..... " ucapan Abraham terpotong karena Kenaya menyelanya.
"Apa kau tidak benar-benar mencintai ku Abraham. apa kau hanya menginginkan tubuh ku saja" ucap Kenaya. membuat Abraham menggeleng. "Kita baru saja menikah kemarin, dan kau marah hanya karena aku datang bulan? hanya karena aku tidak bisa bercinta dengan mu? bagaimana jika aku tidak mau bercinta dengan mu selamanya apa kau akan menceraikan ku? apa kau akan mencari wanita lain" ucap Kenaya.
"Sayang aku..... "
"Sudahlah, lebih baik kita bersiap-siap untuk pulang dari sini" ucap Kenaya. memotong ucapan Abraham.
__ADS_1