CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
BERBELANJA 2 (YEON & JACK)


__ADS_3

"Cepat katakan" ucap Jack kesal. karena Viona belum juga mengutarakan kemauan.


"Sepulang dari kantor aku ingin pergi berbelanja. jadi, karena belanjaan yang harus aku beli itu lumayan banyak. kalian berdua harus membantu ku" ucap Viona. dengan senyum tengil nya. kapan lagi dia bisa mengerjai Jack.


"Baiklah. kami akan membantu mu" ucap Yeon pasrah.


"Terima kasih. kalau begitu aku keluar dulu. kalian lanjutkan lah yang tertunda tadi. kalian tenang saja, aku tidak akan memberitahu Tuan Abraham" ucap Viona. lalu ia segera keluar dari ruangan Jack.


"Ini semua gara-gara dirimu" ucap Yeon kesal.


"Kenapa kau malah menyalahkan ku" ucap Jack.


"Karena kau yang memulai nya" ucap Yeon.


"Kau juga menikmati nya baby. jadi tidak ada yang bisa disalahkan di sini" ucap Jack. Yeon mendengus kesal. lalu ia mengambil tas nya yang berada di meja dan bersiap untuk keluar dari ruangan Jack. "Kau ingin kemana" ucap Jack. menahan tangan Yeon.


"Keluar!" ucap Yeon ketus. ia menghempaskan tangan Jack dan keluar dari sana.


"Ck! setelah apa yang kami lakukan, dia masih saja seperti itu pada ku" ucap Jack. mendengus kesal. ia kembali ke meja kerja nya dan melanjutkan pekerjaan nya.


Sore hari nya. semua karyawan di perusahaan Moorey Corp sedang bersiap-siap untuk pulang. karena jam sudah menunjukkan pukul lima sore waktu setempat. saat ini Yeon sedang berada di dalam ruangan Jack, setelah tadi pagi menjelang siang ia keluar dari sana. entah kemana ia pergi, hanya Yeon dan Tuhan yang tau.


"Ayo, sekarang kita pergi" ucap Viona. saat ia masuk ke ruangan Jack.


"Ayo" ucap Yeon. bangkit berdiri dari duduk nya. Jack pun mau tidak mau juga bangkit dari duduk nya. dan mereka pun segera keluar dari ruangan Jack.


...*****...


Saat sudah tiba di pusat perbelanjaan. Viona langsung berburu mencari kebutuhan nya untuk di apartemen yang ia tinggali saat ini. dari kebutuhan dapur, kebutuhan untuk diri nya sendiri dan masih banyak lagi. sedangkan Yeon dan Jack? mereka lah yang membawa barang-barang yang Viona beli. keduanya sudah seperti bodyguard Viona saja. berjalan di belakang Viona dengan belanjaan Viona yang bisa di bilang lumayan banyak di tangan mereka. Jack hanya bisa mendengus kesal. jelas lah ia kesal! dia kan pria. mana biasa ia berbelanja banyak seperti ini. berbeda dengan Yeon, yang tampak tenang. berbelanja seperti ini? sudah biasa untuk seorang Yeon. karena ia dan Yezy juga kadang kakak ipar nya selalu berbelanja seperti ini. bahkan lebih banyak daripada Viona.


"Apa masih banyak lagi yang ingin kau beli" ucap Jack. pada Viona dengan kesal.


"Sedikit lagi" ucap Viona santai. membuat Jack mendengus kesal. "Kau lihat lah Nona Yeon, ia tenang-tanang saja. tidak seperti dirimu" ucap Viona lagi.

__ADS_1


"Jelas lah, dia kan sudah terbiasa. iya kan baby?" ucap Jack lembut pada Yeon. membuat Viona mendengus kesal.


"Ck! saat berbicara pada Nona Yeon saja kau lembut. sedangkan pada ku kau selalu kesal saat berbicara" ucap Viona.


"Kau dengan nya berbeda" ucap Jack.


"Berbeda apa nya. kami sama-sama seorang wanita yang harus di perlakukan dengan lembut" ucap Viona.


"Berbeda lah. Yeon spesial untuk ku, kau tidak" ucap Jack.


"Kurang ajar" ucap Viona kesal.


"Sudahlah, cepat lanjutkan belanjaan mu. aku lelah berdiri terus seperti ini" ucap Yeon.


"Kau lelah baby? duduk kalau begitu. ini semua gara-gara dirimu karena menyuruh nya membawa belanjaan mu yang sangat banyak" ucap Jack. menyalahkan Viona.


"Ck! ini semua kan salah kalian yang bercumbu di saat jam kerja" ucap Viona.


"Kau dan Tuan Abraham berbeda Jack. dia bos, sedangkan kau hanya anak buah. lagipula, Tuan Abraham sudah menikah. sedangkan kau dan adiknya belum menikah. bahkan kalian belum mempunyai hubungan yang jelas" ucap Viona. membuat Jack terdiam. benar kata Viona. hubungan nya dengan Yeon belum jelas.


"Sudahlah, lanjutkan saja belanjaan mu" ucap Jack pada akhirnya. Viona pun kembali melanjutkan belanjaan nya.


...*****...


Saat jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam waktu setempat. ketiganya keluar dari pusat perbelanjaan setelah Viona selesai berbelanja dan setelah mereka selesai makan malam di dalam sana. ketiganya melangkahkan kaki mereka menuju mobil Viona yang terparkir disana untuk meletakkan belanjaan nya.


"Terima kasih. lain kali, kalian bercumbu lagi di saat jam kerja. biar aku bisa meminta bantuan kalian" ucap Viona. membuat Jack mendengus kesal. "Bercanda Jack. yasudah aku pulang dulu" ucap Viona. masuk ke dalam mobilnya.


"Aku duluan" ucap Viona. saat ia sudah berada di dalam mobilnya. Viona melambaikan tangan nya pada Jack dan Yeon dan ia pun segera melajukan mobilnya. keluar dari parkiran di pusat perbelanjaan itu.


"Berikan kunci mobil mu. biar aku saja yang menyetir" ucap Jack. Yeon pun menurut. ia mengambil kunci mobilnya yang berada di tas nya dan memberikan nya pada Jack.


Keduanya melangkahkan kaki mereka ke arah mobil Yeon yang terparkir. saat sudah berada di dalam mobil, segera Jack melajukan mobil Yeon keluar dari parkiran pusat perbelanjaan itu.

__ADS_1


"Kita akan kemana Jack" ucap Yeon.


"Ke apartemen ku" ucap Jack.


"Untuk apa" ucap Yeon.


"Mengantarkan ku pulang" ucap Jack santai. "Tapi, jika kau ingin melanjutkan yang tertunda di kantor tadi juga boleh" ucap Jack. mengedipkan satu mata nya ke arah Yeon. membuat Yeon tersipu malu. ia memalingkan wajahnya ke arah jendela.


"Yeon" ucap Jack.


"Hhmm" jawab Yeon berdehem. Jack mengambil satu tangan Yeon dan menggenggam nya. lalu ia mengecup punggung tangan Yeon dengan lembut.


"Apa kau bisa merasakan nya" ucap Jack. membawa tangan Yeon ke dada nya. degung jantung Jack yang berdetak dengan kencang bisa Yeon rasakan. Jack menepikan mobil milik Yeon dan menghentikan nya di pinggir jalan yang tampak sepi. "Aku mencintai mu. maaf, jika saat itu aku selalu menolak mu" ucap Jack tulus.


"Jika kau mencintai ku, lalu bagaimana dengan kekasih mu" ucap Yeon. memancing Jack.


"Saat itu aku hanya berbohong. aku tidak memiliki kekasih. kau adalah cinta pertama ku" ucap Jack. membuat Yeon menatap ke arah nya dengan tatapan tak percaya.


"Bohong" ucap Yeon. yang tidak ingin percaya begitu saja.


"Aku tidak berbohong baby. kau memang cinta pertama ku. aku tidak tau, kenapa rasa ini muncul begitu cepat" ucap Jack.


"Tapi, aku sudah menjadi milik orang lain" ucap Yeon. mode akting on. "Kau sudah terlambat Jack" ucap Yeon lagi.


"Tidak bisa! kau hanya milikku. kau putuskan saja si Gerald itu" ucap Jack kesal.


"Tapi aku mencintai nya" ucap Yeon.


"Bohong! kau tidak mencintai nya. aku tau, kau pasti masih mencintai ku" ucap Jack.


"Tidak" ucap Yeon. memalingkan wajahnya ke arah jendela.


"Benarkah? akan ku buktikan jika kau masih mencintai ku" ucap Jack. dengan senyuman licik nya.

__ADS_1


__ADS_2