
Aldrix keluar dari lift dan menghampiri meja makan dengan tergesa-gesa. Abraham dan Kenaya yang sedang duduk di meja sarapan pun di buat terkejut. Kenaya mengelus dada nya dan merutuki putranya itu dalam hati.
"Kau ingin membuat Mommy dan Daddy mati karena jantungan? Kau ini selalu sekali membuat kami terkejut" ucap Kenaya.
"Maafkan aku Mom. aku buru-buru" ucap Aldrix.
"Kau ingin kemana Aldrix" ucap Abraham.
"Aku ada pertandingan sepak bola Dad" ucap Aldrix. Memakan sarapan nya dengan buru-buru.
"Pelan-pelan Aldrix" ucap Kenaya. Menggelengkan kepalanya.
"Aku sudah selesai. Aku pergi dulu Mom, Dad" ucap Aldrix. Tanpa menunggu jawaban dari kedua orang tuanya Aldrix pun segera keluar dari mansion itu.
Ddrrtt!
Ddrrtt!
Ddrrtt!
Aldrix yang sudah melajukan mobil mahal nya itu pun sedikit terkejut saat ponselnya yang di dalam tas berdering. Aldrix menghentikan mobilnya dan segera mengangkat panggilan yang ternyata adalah dari kekasih nya.
"Halo Sayang" ucap Aldrix. Saat ia sudah mengangkat panggilan dari Xilen.
"Kau dimana? Aku sudah terlambat!" ucap Xilen. Di seberang sana. Terdengar kesal.
"Maafkan aku Sayang. Sepertinya aku tidak bisa mengantarkan mu ke sekolah. Aku ada pertandingan sepak bola di kampus" ucap Aldrix. Merasa bersalah.
"Kenapa kau tidak memberitahu ku daritadi! Jadi aku tidak perlu menunggu mu! Gara-gara kau, aku jadi terlambat ke sekolah!" ucap Xilen kesal.
"Maafkan aku, aku akan menjemput mu jika kau sudah pulang sekolah nanti" ucap Aldrix.
"Tidak perlu!" ucap Xilen.
Tut!
Xilen langsung mematikan panggilan nya dengan Aldrix begitu saja. Terlihat dari wajah yang terlihat begitu kesal. Bagaimana tidak kesal, semalam Aldrix sudah berjanji akan menjemputnya dan mengantarkannya ke sekolah pagi ini. Tapi nyatanya? Pria itu malah membuat nya menunggu dan mengatakan bahwa tidak bisa mengantarkan nya ke sekolah. Benar-benar menyebalkan. Mungkin, jika saja ia tidak menghubungi Aldrix. Pria itu tidak akan ingat dengan janji nya semalam.
"Mom, Dad. Aku berangkat" ucap Xilen. Pada Erick dan Lyvia yang sedang berada di meja makan.
"Kai tidak sarapan?" ucap Lyvia.
"Sarapan dulu princess" ucap Erick.
"Tidak sempat. Aku sudah terlambat" ucap Xilen. Ia pun segera keluar dari kediaman Rolez dengan terburu-buru.
Xilen melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju ke sekolah nya. Sebenarnya, di usia nya yang masih 17 tahun itu, Erick tidak mengizinkan nya untuk menyetir sendiri. Dan jika pun ia ingin menyetir mobil, harus ada orang dewasa yang menemani nya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Dan hari ini, ia melanggar aturan yang di buat oleh sang Daddy. Tapi, mau bagaimana lagi? Ia sudah terlambat.
Saat mobil Xilen sudah tiba di dekat sekolah. Xilen menghentikan mobilnya dan segera turun dari mobil. Ia berlari menghampiri penjaga sekolah itu yang ingin menutup gerbang sekolah.
"Tunggu sebentar!" ucap Xilen. Membuat penjaga sekolah itu menghentikan gerakan nya.
"Nona Xilen, anda terlambat!" ucap penjaga sekolah itu.
"Saya hanya terlambat tidak lima menit" ucap Xilen.
"Tapi, tetap saja terlambat" ucap penjaga itu.
"Hanya lima menit. Ini uang untuk membeli rokok" ucap Xilen. Mengeluarkan selembar uang dari dompet nya.
__ADS_1
"Tidak bisa! Terlambat, tetap terlambat!" ucap penjaga itu tegas. Ia kembali menutup gerbang sekolah itu. Membuat tubuh Xilen lemas seketika.
Dengan kesal, Xilen kembali masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya pulang ke kediaman Rolez lagi.
...*****...
Di tempat lain.....
"Goooolll" ucap Aldrix. Mengepalkan kedua tangan nya ke atas. Saat bola yang ia tendang itu masuk ke gawang.
"Kau hebat Aldrix" ucap salah teman Aldrix, Steven.
"Kalian juga hebat. Bukan hanya aku saja" ucap Aldrix.
"Kita di suruh istirahat selama dua puluh menit. Setelah itu kita akan melanjutkan pertandingan selanjutnya" ucap salah regu Aldrix.
"Baiklah" ucap Aldrix. Mereka pun segera pergi dari lapangan bola itu.
Aldrix Moorey, ia baru saja masuk ke universitas terbesar yang ada di Paris dua bulan yang lalu. Di usia nya yang masih mudah itu, Aldrix sudah mengikuti beberapa pertandingan sepak bola di berbagai negara. Menjadi pemain sepak bola yang terkenal di dunia adalah keinginan Aldrix dari kecil.
Saat Aldrix dan tim nya berada di kantin untuk beristirahat, Aldrix mengambil ponsel nya dan mengirimkan pesan pada Xilen. Ia dan Xilen baru satu minggu menjalin hubungan, tapi ia sudah membuat kekasih nya itu kecewa karena melanggar janjinya.
Me :
Maaf Sayang. Isi pesan Aldrix untuk Xilen.
^^^Sayang❣️ :^^^
^^^Sudahlah, lupakan. Balas Xilen acuh.^^^
Me :
Kau marah?
^^^Sayang❣️ :^^^
Me :
Apa kau terlambat?
^^^Sayang❣️ :^^^
^^^Hhmm.^^^
^^^Sudahlah, aku ingin tidur.^^^
Me :
Kau ada dimana?
^^^Sayang❣️ :^^^
^^^Baru sampai di mansion.^^^
Me :
Kau tidak masuk sekolah?
^^^Sayang❣️ :^^^
__ADS_1
^^^Gerbang nya sudah di tutup.^^^
^^^Sudahlah, lupakan. Tidak perlu merasa bersalah seperti itu.^^^
Me :
Maaf😞
^^^Sayang❣️ :^^^
^^^Lupakan.^^^
Aldrix menatap pesan terakhir yang di kirimkan oleh Xilen. Ia tau, pasti wanita itu kesal pada dirinya. Hanya saja, wanita itu tidak ingin memperbesar masalah mereka.
"Ayo lanjutkan pertandingan kita" ucap Steven. Menepuk bahu temannya itu. Aldrix pun tersadar dari lamunan nya. Dan mereka pun kembali ke lapangan
...*****...
Richela mendengus kesal saat melihat Nathan yang datang ke lokasi syuting nya dengan tiba-tiba. Pria itu mengatakan pada smua orang yang ada disana, bahwa Richela adalah wanita masa depan nya.
"Aku membawakan dua kotak pizza untuk mu. Kau pasti lapar kan Sayang?" ucap Nthan. Duduk di samping Richela yang hanya memasang wajah kesal nya.
"Untuk apa kau kesini?" ucap Richela ketus.
"Tentu saja untuk menemui kekasih ku yang cantik ini" ucap Nathan santai.
"Ck" Richela berdecak. Dan bangkit berdiri. "Tolong jangan ganggu aku lagi Aku sudah memiliki kekasih" ucap Richela kesal. Ia merasa hidup nya terganggu dengan kehadiran Nathan. Yang selalu mengikuti dirinya kemana pun ia pergi. Mungkin dulu, seperti ini lah yang di rasakan Nathan saat ia selalu mengekori pria itu.
"Kau ingin kemana Sayang" ucap Nathan. Menahan tangan Richela yang ingin pergi dari sana.
"Lepas!" ucap Richela. Menghempaskan tangan Nathan.
"Richela, tunggu" ucap Nathan. Mengejar Richela.
"Apalagi! Apa yang kau inginkan! Aku sudah menjauhi mu seperti yang kau inginkan dulu" ucap Richela. Membuat Nathan terdiam.
Benar, dulu ia yang menyuruh Richela untuk menjauhi nya karena ia begitu risih dengan Richela yang terus mengejar-ngejar nya dan memberikan nya permen lolipop. Apalagi, saat itu ia pernah menghina Richela. Mengatakan pada wanita itu bahwa tubuh nya begitu gemuk. Tidak sesuai dengan wanita idaman nya. Dan sekarang? Ia malah menjilat ludahnya sendiri.
"Itu hanya masa lalu Richela. Jangan di ingat lagi" ucap Nathan.
"Bagaimana mungkin aku tidak ingat dengan penghinaan mu? Kau membuat ku kecewa!" ucap Richela. Lalu meninggalkan Nathan begitu saja.
*
*
*
*
*
Ada yang koment "Anaknya Abraham dan Kenaya ada berapa thor?" "Nathan tu siapa thor?" dan masih ada lagi komentar yang serupa, tapi aku lupa😂🤣
Jadi si Nathan itu adalah pemeran baru guys, anak dari rekan bisnis nya si Jerry. Nanti kalo aku bikin cerita mereka, aku ceritakan disitu. Dan untuk anak nya Abraham dan Kenaya itu cuma ada tiga doang. Alice, Aldrix, dan Allea.
Untuk cerita Aldrix & Xilen sama Richela & Nathan, aku bakal publikasikan cerita mereka di NT. Tapi, dengan judul yang berbeda. Di sini cuma cuplikan untuk cerita mereka doang. Hanya sekedar untuk memberitahu kalian saja. Untuk cerita Alice juga nanti aku ceritakan, cuma aku publikasikan nya di WP.
Untuk cerita mereka seperti nya aku bisa publikasikan di tahun depan. Karena setelah MONICA & MAX sama TIFFANY sudah tamat, ada satu cerita lagi yang ingin aku publikasikan. Jadi, jika sempat maka cerita anak-anak mereka aku publikasikan tahun ini. Tapi, jika tidak sempat maka aku alihkan di tahun depan, sorry 🙏
__ADS_1
Di bulan Desember aku akan hiatus, karena itu adalah bulan Natal. Jadi, aku ingin menghabiskan waktu Natal bersama dengan keluarga sekaligus menjernihkan otak. Jadi di tahun ini, cuma tinggal dua bulan lagi aku nulis. Maaf jika membuat kalian menunggu🙏
Do'akan aja semoga di hari-hari berikutnya aku khilaf up episode yg banyak untuk kedua cerita ku yg masih on going saat ini🤣😪😂