CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
TEMAN LAMA


__ADS_3

"Kau" ucap Celin kesal. sementara pria itu hanya tersenyum.


"Celin" ucap pria itu. membuat Celin mengerutkan keningnya bingung. dari mana pria itu tau nama nya. batin Celin.


"Siapa kau. darimana kau tau nama ku" ucap Celin.


"Apa kau sudah melupakan ku" ucap pria itu. tersenyum penuh arti.


"Tentu saja aku ingat dirimu. kau adalah pria yang membela kekasih mu yang menyebalkan itu" ucap Celin ketus. kakak Celin yang daritadi menunggu Celin pun menghampiri keduanya.


"Jerry?" ucap kakak Celin. Calista. "Kau Jerry kan. teman Celin saat kuliah dulu" ucap Calista lagi. pria itu hanya tersenyum dan mengulurkan tangan nya pada kakak Celin.


"Ternyata kakak masih ingat dengan ku. tidak seperti Celin, yang sudah melupakan ku" ucap Jerry.


"Tentu saja. aku masih mengingat mu. yaampun Jerry, dirimu benar-benar berubah sekarang. dulu tubuh mu tidak seperti ini" ucap Calista.


"Ck. pantas saja aku merasa pria ini sangat menyebalkan. ternyata kau Jerry si pria yang sangat menyebalkan itu" ucap Celin.


"Apa kau sekarang sudah mengingat ku" ucap Jerry.


"Hhmm" jawab Celin. berdeham.


"Kenapa kau hanya menjawab hhmm saja" ucap Jerry.


"Aku masih kesal padamu. karena kau membela kekasih mu itu. padahal jelas-jelas aku yang duluan mengambil tas itu" ucap Celin. "Tapi kenapa saat itu kau tidak mengenal ku" ucap Celin lagi.


"Saat itu aku benar-benar tidak tau bahwa itu adalah dirimu. kau terlihat berbeda sekarang" ucap Jerry.


"Lebih baik kita lanjutkan obrolan kita di kafe tempat langganan mu dan kedua sahabat mu itu. tidak enak jika kita mengobrol disini" ucap Calista.

__ADS_1


"Ah, baiklah. kalian duluan saja. aku masih ingin menunggu kekasih ku dulu" ucap Jerry. entah kenapa hal itu membuat Celin kesal. bukan karena ia cemburu, tapi karena ia malas melihat wajah kekasih Jerry yang menurutnya seperti tante-tante.


"Baiklah kalau begitu. aku dan Celin duluan" ucap Calista. Jerry hanya mengangguk. Celin dan kakak nya pun pergi meninggalkan Jerry yang sedang menunggu kekasih nya.


"Apa kau pernah melihat kekasih Jerry" ucap Calista.


"Pernah" ucap Celin.


"Benarkah? dimana? apakah dia cantik?" ucap Calista.


"Biasa saja, wajah nya seperti aunty-aunty" ucap Celin.


"Tapi kenapa Jerry mau ya" ucap Calista.


"Mana aku tau kak" ucap Celin. "Namanya juga cinta. cinta itu tidak memandang umur kak" ucap Celin lagi. Calista hanya menganggukkan kepalanya setuju.


...*****...


"Ini kekasih mu" ucap Calista.


"Iya. namanya Lyvia" ucap Jerry. "Lyvia, ini Calista dan ini adik nya Celin" ucap Jerry.


"Calista" ucap Calista mengulurkan tangan nya pada kekasih Jerry.


"Lyvia" ucap kekasih Jerry. tanpa membalas uluran tangan Calista.


"Benar-benar menyebalkan" ucap Calista kesal. ia menarik kembali tangan nya.


"Dasar aunty-aunty" ucap Celin sinis.

__ADS_1


"Apa kata mu barusan" ucap Lyvia.


"Aunty-aunty" ucap Celin santai. "Jerry, seharusnya kau itu mencari kekasih yang lebih muda dari mu bukan lebih tua dari mu" ucap Celin. membuat Lyvia kesal.


"Hei. jaga omongan mu, aku dan Jerry hanya beda tiga tahun saja" ucap Lyvia kesal.


"Tapi tetap saja kau lebih tua dari nya" ucap Celin.


"Cukup!!" ucap Calista dan Jerry bersama. menghentikan perdebatan keduanya.


"Celin ada apa dengan mu, kenapa kau berkata seperti itu" ucap Calista.


"Aku hanya tidak suka saja jika dia tidak sopan dengan mu kak" ucap Celin.


"Sudahlah, aku tidak apa-apa" ucap Calista. walaupun dia benar-benar kesal dengan sikap Lyvia tadi.


"Sayang, kau tetap mencintai ku kan. walaupun aku lebih tua darimu" ucap Lyvia manja.


"Iya" ucap Jerry. membuat Lyvia tersenyum.


"Ck. menyebalkan" ucap Celin.


"Apanya yang menyebalkan" ucap Lyvia.


"Kalian. tidak usah mempertontonkan keromantisan kalian itu di sini" ucap Celin ketus.


"Bilang saja jika kau iri. kau iri kan, karena kekasih ku ini tampan. kau juga ingin kan mempunyai kekasih yang tampan seperti kekasih ku ini" ucap Lyvia. "Walaupun aku ini sudah pernah menikah, tapi dia tetap mencintai ku" ucap Lyvia lagi keceplosan. sementara Jerry hanya memijit pelipis nya.


"Sudah pernah menikah" ucap Celin dan Calista bersama. "Itu berarti kau ini seorang janda" ucap mereka berdua lagi. dengan polosnya Lyvia menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak ku sangka. ternyata Jerry lebih menyukai janda daripada perawan" ucap Celin. Jerry masih memijit pelipis nya. dia benar-benar malu sekarang, karena semua mata tertuju pada mereka saat ini.


__ADS_2