CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
MENJENGUK


__ADS_3

"Sayang, bersiap lah kita akan ke rumah sakit" ucap Abraham. menghampiri istrinya yang sedang memakaikan pakaian untuk kedua anak nya. ia baru saja menerima telepon dari Jerry, bahwa Celin sudah melahirkan.


"Untuk apa" ucap Kenaya.


"Celin sudah melahirkan tadi malam jam dua" ucap Abraham.


"Benarkah?" ucap Kenaya.


"Iya, sekarang cepat bersiap" ucap Abraham.


"Selesai, anak-anak Mommy sudah harum" ucap Kenaya tersenyum. ia baru saja selesai menggantikan pakaian anak-anak nya. "Ini, kau lihat mereka. aku akan bersiap-siap dulu" ucap Kenaya lagi. ia pun turun dari ranjang dan melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi. sedangkan Abraham, ia naik ke atas ranjang dan bermain bersama kedua anaknya. saat ini kedua anak Abraham dan Kenaya sudah berusia empat bulan. dan usia pernikahan mereka sudah menginjak satu tahun.


Setelah membersihkan diri, Kenaya keluar dari kamar mandi dan menuju ke walk in closed. ia segera memakai pakaian nya. setelah itu Kenaya memberikan beberapa riasan di wajahnya. ia keluar dari walk in closed setelah ia sudah selesai bersiap-siap, dan menghampiri Abraham dan kedua anak nya.


"Pergilah mandi, aku sudah bersiap-siap" ucap Kenaya. Abraham pun menurut, ia turun dari ranjang dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. sementara Kenaya yang menggantikan Abraham untuk menjaga anak-anak nya.


Tak berapa lama, Abraham pun keluar dari kamar mandi setelah ia selesai membersihkan diri nya, dengan handuk yang di lilitkan di pinggangnya dan bertelanjang dada. ia melangkahkan kakinya menuju ke walk in closed. ia memakai pakaian nya yang sudah di siapkan oleh Kenaya tadi. setelah itu Abraham keluar dari walk in closed dan menghampiri Kenaya yang masih berada di atas ranjang bersama kedua anak nya.


"Ayo Sayang" ucap Abraham. ia menggendong putranya, dan Kenaya menggendong putrinya. mereka pun segera keluar dari kamar dan menuju ke lantai satu.


Keduanya keluar dari mansion dan masuk kedalam mobil. Lucas, asisten baru Abraham segera melajukan mobil itu ke rumah Edward dan Ema. karena mereka ingin menitipkan kedua anak mereka disana selama mereka di rumah sakit. Saat sudah tiba di rumah Edward dan Ema, Abraham dan Kenaya segera keluar dari mobil sambil menggendong anak-anak mereka.

__ADS_1


"Wah, cucu-cucu Grandma sudah datang" ucap Ema. dengan mata berbinar saat melihat cucu-cucu nya sudah datang. memang tadi Abraham sempat memberitahu Ema bahwa ia akan mengantarkan anak-anak nya ke rumah, karena ia dan Kenaya ingin ke rumah sakit untuk menjenguk Celin yang baru saja melahirkan.


"Iya, Grandma" ucap Kenaya. tersenyum ke arah anak nya sambil berbicara seperti anak kecil. "Tolong jaga mereka ya Mom, aku dan Abraham ingin ke rumah sakit dulu untuk menjenguk Celin" ucap Kenaya lagi.


"Iya, sini-sini ikut Grandma sama Grandfa" ucap Ema. mengambil Alice dari gendongan Kenaya. sementara Edward yang dari tadi berada di sana juga mengambil Aldrix yang berada di gendongan Abraham. kebetulan yang berada di rumah Edward dan Ema hanya ada mereka berdua. karena Emi dan Jaemin sudah kembali ke Korea satu minggu yang lalu. begitu pun dengan Yeon dan Jack, mereka sudah kembali ke Inggris satu bulan yang lalu.


Setelah menitipkan kedua anak mereka pada Edward dan Ema. Abraham dan Kenaya pun segera pergi ke rumah sakit dengan di antarkan oleh Lucas.


...*****...


Saat mereka sudah tiba di rumah sakit tempat Celin melahirkan. keduanya langsung menuju ke ruangan Celin. Abraham mengetuk pintu ruangan itu. tak berapa lama pintu itu pun terbuka. menampakkan Jerry yang tersenyum hangat ke arah mereka.


"Kalian sudah datang ternyata. ayo masuk" ucap Jerry. Abraham dan Kenaya pun segera masuk ke ruangan Celin. di sana masih ada Jenita dan William juga kedua orang tua Celin yang baru tiba di sana beberapa jam yang lalu.


"Terima kasih Kenaya" ucap Celin.


"Selamat Jer, kau sudah menjadi seorang Daddy" ucap Abraham.


"Terima kasih Abraham" ucap Jerry.


"Anak kalian di titipkan kemana" ucap Jenita. pada Abraham dan Kenaya.

__ADS_1


"Mereka ada di rumah Daddy dan Mommy" ucap Abraham. Jenita hanya menganggukkan kepalanya.


"Lucu sekali" ucap Kenaya. saat melihat putri Jerry dan Celin yang berada di box bayi.


"Wajahnya seperti dirimu Jer" ucap Abraham. yang juga ikut istri nya menatap bayi mungil itu.


"Tentu saja, aku kan Daddy nya" ucap Jerry bangga.


"Hahaha, iya kau benar" ucap Abraham.


"Siapa namanya" ucap Kenaya.


"Richela Winola Barrack. panggil saja Richela atau Richel" ucap Jerry.


"Nama yang bagus, aku panggil dia Richel saja. baby Richel" ucap Kenaya. tersenyum, ia membelai pipi bayi mungil itu gemas.


"Nanti kapan-kapan, kalian ajak lah anak-anak kalian untuk bertemu dengan putri ku" ucap Jerry.


"Iya, kau tenang saja" ucap Abraham. mereka pun berbincang-bincang hingga jam sudah menunjukkan pukul tiga siang waktu setempat.


"Sepertinya kami harus segera pulang" ucap Kenaya. ia bangkit berdiri dari sofa itu begitu pun dengan Abraham.

__ADS_1


"Iya kami seperti nya harus segera pulang. anak-anak pasti mencari kami" ucap Abraham.


"Ah, baiklah. hati-hati kalau begitu" ucap Jerry. Abraham dan Kenaya pun mengangguk. mereka pun segera keluar dari ruangan Celin. untuk menjemput anak-anak mereka di rumah Edward dan Ema.


__ADS_2