CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
PESTA PERNIKAHAN


__ADS_3

Saat ini Abraham dan Kenaya sudah berada di hotel tempat pesta pernikahan keduanya bersama kedua orang tua mereka. keduanya sedang berada di depan kue pernikahan mereka untuk bersiap memotongnya. kue pernikahan mereka yang begitu besar dan menjulang tinggi itu adalah keinginan Kenaya, karena dirinya yang memang menyukai hal-hal berbau kemewahan.



Abraham dan Kenaya memegang pisau yang juga panjang untuk memotong kue itu, semua tamu yang ada di sana mulai menghitung, hingga hitungan yang ketiga Abraham dan Kenaya pun memotong kue itu.


Selesai memotong kue Abraham dan Kenaya pergi menemui tamu-tamu mereka yang semakin banyak, bahkan rekan-rekan bisnis Abraham dari paris dan bebagai negara pun ikut hadir di acara pesta pernikahan mereka.


"Selamat Tuan Abraham, atas pernikahan kalian" ucap rekan bisnis Abraham yang bernama Erick.


"Terima kasih Tuan Erick" ucap Abraham. sambil berjabat tangan.


Abraham dan Kenaya pun pergi menemui tamu-tamu yang lainnya, hingga suara seorang wanita memanggil nama Abraham.


"Abraham" ucap wanita itu. Abraham mengerutkan keningnya, mengingat dimana ia pernah bertemu dengan wanita itu. "Apa kau sudah melupakan ku? wah kau jahat sekali Abraham, sampai kau melupakan ku" ucap wanita itu lagi.


"Siapa kau, aku tidak mengingat mu" ucap Abraham dingin. sifat dingin nya mulai keluar saat dia berurusan dengan wanita lain selain istri dan Mommy nya, dan juga Mommy mertua nya.


"Kenapa kau selalu seperti ini dengan ku Abraham. kau selalu bersikap dingin pada ku" ucap wanita itu.

__ADS_1


"Aku memang seperti itu dengan semua wanita" ucap Abraham.


"Termasuk dengan istri mu" ucap wanita itu. membuat Kenaya menatap Abraham.


"Tidak. wanita lain dan istri ku berbeda" ucap Abraham tegas. "Jika tidak ada urusan lagi, aku dan istri ku ingin menemui tamu-tamu kami" ucap Abraham lagi.


"Apa kau benar-benar melupakan ku Abraham" ucap wanita itu. menghentikan langkah Abraham dan Kenaya yang ingin pergi. "Aku Celin, teman mu saat kuliah dulu" ucap wanita itu lagi.


"Tidak ada alasan ku untuk mengingat mu" ucap Abraham dengan tegas. membuat hati Celin begitu sakit. Abraham dan Kenaya kembali melangkah untuk menemui tamu-tamu mereka. sementara Celin hanya terdiam di tempat menatap Abraham dan Kenaya dengan nanar.


"Apakah aku harus menyerah Abraham, kau terlihat begitu mencintai istri mu" ucap Celin dalam hati.


...*****...


"Sayang, aku lelah sekali" ucap Kenaya pada Abraham.


"Ayo, aku akan mengantarkan mu ke kamar" ucap Abraham lembut. Kenaya mengangguk, segera Abraham pergi membawa istri nya itu ke kamar hotel ya sudah di siapkan untuk mereka.


"Istirahat lah" ucap Abraham. saat keduanya sudah tiba di kamar hotel mereka. "Bersihkan diri mu dulu. aku masih ingin menemui para tamu-tamu kita" ucap Abraham lagi.

__ADS_1


"Iya" ucap Kenaya. Abraham mengecup kening Kenaya, setelah itu dia pergi kembali untuk menemui para tamu-tamu mereka.


...*****...


"Ada apa kau membawa ku ke sini Zie" ucap Jerry pada Kenzie.


"Kau temani aku di sini dulu" ucap Kenzie.


"Merepotkan sekali" ucap Jerry kesal.


"Apa kau tidak kasihan pada ku, yang baru saja di tinggalkan oleh Laura" ucap Kenzie.


"Untuk apa aku kasihan pada mu, kau yang membuat Laura pergi meninggalkan mu. aku justru kasihan pada Laura" ucap Jerry santai.


"Aku sungguh menyesal Jer" ucap Kenzie sendu.


"Jika kau benar-benar mencintai Laura kejarlah dia sampai dapat. jangan sampai kau menyesal nanti nya saat dia bersama pria lain" ucap Jerry.


"Aku memang akan mengejarnya lagi nanti, dan membuat nya kembali lagi pada ku" ucap Kenzie. dia memang berniat akan mendapatkan kepercayaan Laura kembali dan memberikan dirinya kesempatan.

__ADS_1


"Good son" ucap Jerry. mengelus kepala Kenzie, membuat Kenzie kesal.


"Son, son. kau pikir aku ini putra mu" ucap Kenzie ketus. membuat Jerry terbahak.


__ADS_2