
Keesokan harinya. Jerry sudah tiba di Paris setelah beberapa jam duduk di dalam pesawat pribadi keluarga nya. ia datang ke Paris bukan untuk urusan pekerjaan. tapi, untuk menyelesaikan masalahnya dengan Lyvia. Jerry langsung menuju apartemen Lyvia. setelah sampai di apartemen Lyvia, Jerry langsung menuju unit apartemen Lyvia. ia menekan bel apartemen itu setelah ia tiba di sana. tak berapa lama pintu terbuka dan menampakkan seorang pria yang hanya menggunakan boxer dan bertelanjang dada saja.
"Tuan Jerry"
"Tuan Erick"
Ucap Jerry dan Erick secara bersamaan. Jerry ingin melanjutkan ucapan nya. tapi ia mengurungkan nya saat mendengar suara seorang wanita yang tak lain adalah Lyvia.
"Siapa yang datang" ucap Lyvia. berjalan ke arah pintu apartemen nya. "Oh, Jerry. ada apa kau datang kesini" ucap Lyvia lagi.
"Aku ingin berbicara padamu" ucap Jerry.
"Kau ingin membicarakan tentang kebohongan ku itu bukan. aku memang berbohong padamu saat itu, yang mengatakan bahwa anak yang ada di perut ku ini adalah anak mu" ucap Lyvia.
"Kenapa kau harus melakukan itu" ucap Jerry.
"Karena aku hanya ingin anakku mendapatkan kasih sayang seorang ayah" ucap Lyvia.
"Maksud mu" ucap Jerry bingung. Lyvia ingin berbicara. namun, Erick menyelanya membuat ia mengurungkan niatnya.
"Bicarakan di dalam saja. saya akan menjelaskan nya pada anda" ucap Erick. Jerry pun menganggukkan kepalanya. Mereka segera masuk kedalam apartemen Lyvia dan duduk di sofa.
"Tolong jelaskan" ucap Jerry. Erick menghela nafasnya.
"Lyvia mengira bahwa saya tidak akan bertanggung jawab karena telah menghamili nya. itu sebabnya, ia membohongi anda bahwa anak yang ia kandung sekarang adalah anak anda. dan saat dia melihat berita tentang pernikahan anda dengan Nona Celin. dia sempat berpikir untuk merusak pernikahan kalian. tapi ia mengurungkan niatnya karena merasa percuma saja ia merusak pernikahan anda dan membuat anda menikahi nya, jika kedua orang tua anda tidak menyetujui nya" ucap Erick. membuat Jerry mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.
"Tapi sekarang kau tidak perlu khawatir Jerry, aku tidak akan merusak hubungan mu dengan Celin" ucap Lyvia.
"Baguslah, karena kau segera sadar dengan kelicikan mu" ucap Jerry. membuat Lyvia dan Erick terkekeh.
__ADS_1
"Dulu, aku memang licik dan bukan wanita baik-baik. tapi, semenjak kehadiran nya aku sadar, jika yang aku lakukan itu adalah salah. aku ingin berubah, aku tidak ingin anakku melakukan hal yang sama seperti ku" ucap Lyvia. Jerry mengangguk-anggukan kepalanya setuju.
"Jadi, apa yang akan kalian lakukan sekarang" ucap Jerry.
"Saya akan menikahi Lyvia tiga hari lagi. setelah itu kami akan pergi dari negara ini dan memulai hidup kami yang baru" ucap Erick.
"Kalian akan pergi kemana" ucap Jerry.
"Kami akan pergi ke canada, negara kelahiran saya" ucap Erick. "Anda bisa hadir di pernikahan kami tiga hari lagi" ucap Erick.
"Baiklah. jika tidak ada halangan saya akan hadir di pernikahan kalian" ucap Jerry.
"Terima kasih Jerry. Terima kasih atas semua kenangan yang telah kau berikan selama dua tahun ini untukku. walaupun aku selalu berselingkuh di belakang mu tanpa sepengetahuan mu. Maafkan aku jika selama kita menjalin hubungan aku selalu bersalah padamu" ucap Lyvia tulus. mulai sekarang ia akan meninggalkan masa lalu nya dan memulai lembaran baru bersama dengan Erick dan juga calon anak mereka.
"Tidak perlu di pikirkan, aku sudah memaafkan mu" ucap Jerry.
"Sekali lagi, Terima kasih Jerry. sekarang aku menganggap mu sebagai adikku" ucap Lyvia.
"Baiklah, semoga kau juga selalu bahagia" ucap Lyvia. Jerry hanya menganggukkan kepalanya. setelah itu ia pergi dari apartemen Lyvia.
"Apa kau sudah merasa tenang sekarang" ucap Erick. Lyvia menganggukkan kepalanya.
"Aku sudah merasa lebih tenang sekarang" ucap Lyvia. Erick menarik tangan Lyvia dan membawa wanita itu kedekapan nya.
...*****...
Tiga hari berlalu. Erick dan Lyvia saat ini sudah resmi menjadi pasangan suami istri beberapa jam yang lalu. keduanya sudah berada di sebuah hotel bintang lima yang ada di negara itu, untuk mengadakan pesta pernikahan mereka. Jerry dan Celin bahkan hadir di pernikahan mereka. setelah Jerry pulang dari apartemen Lyvia tiga hari yang lalu, ia langsung kembali ke Amerika saat itu juga. dan membawa Celin ikut dengan nya ke Paris setelah mendapatkan izin dari dokter kandungan Celin. bahwa Celin bisa berpergian.
"Selamat ya Lyvia. dan Terima kasih" ucap Celin. saat ia dan Jerry datang menghampiri Lyvia yang sedang menemani Erick menemui para rekan bisnis nya.
__ADS_1
"Maksud mu" ucap Lyvia bingung.
"Selamat atas pernikahan mu, dan Terima kasih, karena kau, aku dan Jerry bisa bersama" ucap Celin. membuat Lyvia bertambah bingung. Celin hanya tersenyum penuh arti. Lyvia terus berpikir, hingga ia menemukan jawaban nya. Apa mungkin Jerry juga di berikan obat perangsang oleh Christy saat itu. batin Lyvia.
"Kau sudah menemukan jawabannya bukan" ucap Celin. tersenyum sinis pada Lyvia. sementara Lyvia hanya tersenyum masam. "Tapi tidak apa-apa, aku sudah memaafkan mu. mungkin memang inilah jalan yang Tuhan berikan untuk kita agar bisa bertemu dengan jodoh kita" ucap Celin lagi.
"Maafkan aku, saat itu aku hanya iri saja padamu" ucap Lyvia.
"Sudah ku katakan, tidak apa-apa. Aku sudah memaafkan mu" ucap Celin.
"Terima kasih Celin" ucap Lyvia. Celin hanya tersenyum. "Semoga kau dan Jerry selalu bahagia" ucap Lyvia lagi tulus.
"Terima kasih, semoga kau dan Tuan Erick juga selalu bahagia" ucap Celin. mengulurkan tangannya pada Lyvia. "Kita berteman sekarang?" ucap Celin. Lyvia hanya tersenyum dan membalas uluran tangan Celin.
"Lebih dari teman, sekarang aku menganggap Jerry adik ku jadi kau sekarang juga adik ku" ucap Lyvia.
"Oh, baiklah" ucap Celin. keduanya tersenyum sambil berjabat tangan.
...*****...
Kediaman Moorey.
"Eonni" ucap Yezy. memanggil Yeon yang sedang asik dengan ponsel nya.
"Kenapa" ucap Yeon. tanpa melihat ke arah saudara kembarnya.
"Asisten kak Abraham ada di ruangan tamu" ucap Yezy. membuat Yeon bangun dan duduk di ranjang nya.
"Benarkah?" ucap Yeon antusias. Yezy menganggukkan kepalanya. Yeon pun segera turun dari ranjang dan merapikan rambut nya. "Apa aku sudah cantik sekarang" ucap Yeon lagi.
__ADS_1
"Kau selalu cantik" ucap Yezy. "Bukan kau saja, tapi aku juga. maksud ku kita selalu cantik" ucap Yezy lagi. membuat Yeon mendengus kesal.
"Ya, ya, ya. terserah mu saja, aku ingin menemui nya dulu" ucap Yeon. ia segera keluar dari kamar nya untuk menemui Jack di ruangan tamu. Yezy hanya menggelengkan kepalanya, melihat sikap kembaran nya yang sedikit..... aneh!