
"Dokter, ruangan persalinan nya sudah di siapkan" ucap suster itu. ia datang menghampiri dokter Anna dan Celin serta Jerry.
"Sebentar, saya periksa lagi" ucap dokter itu. memeriksa pembukaan Celin kembali. "Pembukaan nya sudah sempurna" ucap dokter Anna. mereka pun segera membawa Celin ke ruangan persalinan. saat sudah tiba di ruangan persalinan mereka pun langsung masuk ke dalam sana.
Jerry dengan siaga menemani istrinya untuk melahirkan. ia menggenggam tangan Celin dan mencium kening istrinya. Jerry mendekatkan bibir nya ke telinga Celin dan berbisik.
"Semangat Sayang. kau pasti bisa" ucap Jerry. kembali mencium kening dan tangan Celin.
"Kita mulai sekarang. Nona Celin, silahkan tarik nafas, lalu hembuskan" ucap dokter Anna. Celin pun menuruti intruksi dari dokter Anna. "Sekali lagi, setelah itu mengejan" ucap dokter Anna lagi. Celin pun kembali menarik nafas nya dan menghembuskan nya. setelah itu ia pun mulai mengejan.
Eeggghhh.
"Terus Nona, lebih kuat lagi" ucap dokter Anna.
"Ayo Sayang. semangat" ucap Jerry. tak henti-hentinya ia mengecup kening Celin. untuk memberikan semangat pada istrinya.
Eeggghhh huh huh.
Celin kembali mengejan dengan kuat. walaupun melahirkan begitu menyakitkan, tapi ia harus tetap berjuang untuk mengeluarkan buah hati nya dan Jerry.
"Lagi Nona, lebih kuat lagi. kepala anaknya sudah mulai kelihatan" ucap dokter Anna. Celin pun kembali mengejan semakin kuat hingga.....
Oek.
Oek.
Oek.
Tangisan bayi pun terdengar di ruangan persalinan itu. Jerry dan Celin menatap anak mereka yang baru saja keluar dengan mata yang berkaca-kaca. seketika rasa sakit dan lelah hilang begitu saja saat Celin melihat anaknya lahir dengan selamat.
"Selamat Tuan dan Nona, putri kalian lahir dengan selamat" ucap dokter Anna. "Suster, tolong di bersihkan dulu. setelah itu bawa bayinya pada Nona Celin" ucap dokter Anna lagi. memberikan bayi itu pada suster yang ada disana. suster itu pun segera membawa anak Jerry dan Celin untuk di bersihkan. Jerry mendekatkan bibir nya ke telinga Celin dan berbisik.
"Terima kasih Sayang telah berjuang untuk melahirkan anak kita. I love you" ucap Jerry. kembali mencium kening istrinya lembut. Celin hanya tersenyum mendengar ucapan Jerry.
Tak berapa lama, suster yang membersihkan putri Jerry dan Celin pun datang. ia meletakkan bayi mungil itu di dada Celin. senyum bahagia di wajah Jerry dan Celin terus mengambang. Jerry mendekatkan wajahnya pada anak nya dan mencium nya.
"Dia mirip dengan ku" ucap Jerry. saat melihat putrinya yang mirip dengan dirinya. satu pun tak ada yang mirip dengan Celin. Celin hanya tersenyum, ia mencium puncak kepala anak nya dengan lembut.
"Sebaiknya sekarang kita pindahkan Nona Celin ke ruang inap. suster ambil bayinya dan bawa ke ruangan bayi" ucap dokter Anna. menghampiri Jerry dan Celin.
"Baik dokter" ucap suster itu. ia segera mengambil bayi itu dan membawa nya ke ruangan bayi. sementara yang lainnya membawa Celin ke ruangan VVIP.
...*****...
__ADS_1
Saat ini Celin sudah berada di ruangan VVIP bersama dengan keluarga nya. tadi, Jerry sempat menghubungi keluarga mereka melalui ponsel dokter Anna. kedua orang tua Celin masih dalam perjalanan menuju ke Paris. sementara Calista dan Ricardo sudah berada di rumah sakit beberapa jam yang lalu. karena mereka memang tinggal di Paris, kedua anak mereka tinggal di rumah bersama dengan pengasuh mereka. anak kedua Calista dan Ricardo pun sudah lahir dua bulan sebelum anak-anak Kenaya dan Abraham lahir.
"Dimana anak kalian, Mommy ingin melihat nya" ucap Jenita. karena ia belum juga melihat cucu nya.
"Dia ada di ruang bayi Mom" ucap Jerry. "Nanti, dia akan segera di antarkan kesini" ucap Jerry lagi.
"Selamat Celin, kau sudah menjadi seorang Mommy" ucap Calista. menghampiri adiknya yang sedang berbaring di ranjang pasien.
"Terima kasih Kak" ucap Celin. tersenyum ke arah Calista.
Tak berapa lama, pintu ruangan Celin di ketuk dari luar. Jerry pun segera membuka pintu ruangan itu. suster bersama anak nya yang berada di box bayi itu sudah datang. Jerry pun mempersilahkan suster itu untuk masuk. setelah mengantarkan putri Jerry dan Celin ke ruangan itu. suster itu pun keluar dari sana.
"Cantik nya cucu Grandma" ucap Jenita. saat melihat cucu nya.
"Jerry versi perempuan" ucap Calista. tersenyum saat melihat keponakan nya yang mirip dengan Jerry.
"Kau sudah memberikan nya nama" ucap William. yang juga sudah melihat cucu nya yang masih tertidur di box bayi itu.
"Sudah Dad. namanya, Richela Winola Barrack. yang artinya, seorang pemimpin yang menawan di keluarga Barrack" ucap Jerry. tersenyum ke arah putrinya yang masih tertidur.
"Nama yang bagus" ucap William. semua nya menganggukkan kepalanya setuju. nama untuk anak mereka itu memang sudah Jerry dan Celin siapkan dari jauh-jauh hari.
"Kalian rencananya ingin memiliki anak berapa" ucap Ricardo. membuat semua orang yang berada di ruangan itu menatap ke arah nya.
"Aku hanya bertanya saja Sayang, siapa tau mereka ingin seperti kita yang ingin mempunyai tiga anak" ucap Ricardo.
"Kita? kau saja. aku baru melahirkan beberapa bulan yang lalu dan kau sudah meminta lagi. kau pikir melahirkan itu enak" ucap Calista kesal.
"Memang melahirkan itu tidak enak Sayang, tapi kan pembuatan nya sangat enak" ucap Ricardo. membuat Calista mendengus kesal. ia benar-benar malu sekarang, karena semua yang ada di ruangan itu terbahak mendengar ucapan Ricardo tadi.
"Jangan membuat ku malu. atau aku tidak akan memberikan mu jatah" bisik Calista. membuat Ricardo langsung terdiam. "Sepertinya kami harus pulang dulu, anak-anak sudah menunggu kami di rumah" ucap Calista lagi. berpamitan. karena jam sudah menunjukkan pukul 11 siang waktu setempat.
"Iya, Kak. hati-hati" ucap Celin. setelah berpamitan pada mereka yang ada di ruangan itu, Calista dan Ricardo pun segera keluar dari ruangan Celin dan pulang ke rumah.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Guys, sepertinya tadi ada gangguan makannya tulisan nya tadi seperti itu😭😭jangan salahkan aku, karena bukan aku yang bikin tulisan nya kyk begitu😭😭ini isi episode yang sebenarnya😭😭