
Abraham keluar dari kamar pribadinya yang ada di ruangan nya setelah ia dan Kenaya menyelesaikan kegiatan panas mereka. ia kembali ke kursi kebesaran nya dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi. sementara Kenaya ia sudah terlelap karena kelelahan akibat kegiatan panas mereka tadi.
Sore hari tiba. jam sudah menunjukkan pukul empat sore waktu setempat. Abraham baru saja menyelesaikan pekerjaan nya. ia kembali masuk kedalam kamar pribadinya. dan melihat istri nya masih terlelap. Abraham naik ke atas ranjang untuk membangunkan istri.
"Sayang, bangun" ucap Abraham. berbisik di telinga istri nya. Kenaya hanya bergumam, tanpa membuka mata nya.
"Sayang, bangun. ini sudah sore, apa kau tidak ingin pulang" ucap Abraham lagi. Kenaya menggeliat, membuka mata nya perlahan.
"Jam berapa Sayang" ucap Kenaya.
"Jam empat sore" ucap Abraham.
"Kita tidur di sini saja. aku sedang malas untuk bangun" ucap Kenaya.
"Tapi Sayang, kita harus pulang. nanti Mommy mengkhawatirkan mu" ucap Abraham.
"Tapi aku sedang malas" ucap Kenaya manja.
"Ayo sini. biarkan aku membantu mu mandi" ucap Abraham. Kenaya merentangkan kedua tangan nya ke arah Abraham. Abraham yang mengerti pun langsung menggendong tubuh istri nya dan membawa nya masuk kedalam kamar mandi yang ada di kamar itu. Abraham segera membantu istri nya membersihkan diri.
...*****...
"Celin, berapa tahun kau tinggal di sini" ucap Ricardo. suami Calista.
"Sampai masa kontrak ku di sini selesai" ucap Celin.
"Iya, berapa tahun" ucap Ricardo.
"Empat tahun" ucap Celin.
"Owh. nanti malam ada pesta dari agensi mu bukan. di hotel xx" ucap Ricardo.
"Iya" ucap Celin.
"Kau harus berhati-hati dalam dunia permodelan mu. karena dunia permodelan itu sedikit sama seperti dunia bisnis. jika mereka sedang iri mereka pasti akan menjatuhkan mu. seperti diriku, kau tau kan awal kisah ku dan kakak mu" ucap Ricardo.
"Iya aku tau. kalian di jebak, itu sebabnya kalian bisa menikah" ucap Celin. membuat Ricardo tersenyum.
__ADS_1
"Tapi, apa kau tau. bahwa aku sangat bersyukur bisa menikah dengan kakak mu dan aku sangat berterima kasih dengan orang yang sudah menjebak kami" ucap Ricardo tersenyum. mengingat awal mula ia bertemu dengan Calista. lalu ada seseorang yang menjebak mereka hingga membuat mereka harus menikah. namun siapa sangka, dengan berjalan nya waktu mereka bisa jatuh cinta. bahkan saat ini Calista sedang mengandung anak keduanya.
"Iya aku tau. tidak perlu di jelaskan" ucap Celin.
...*****...
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam waktu setempat. Celin sudah bersiap-siap untuk menghadiri pesta yang telah di siapkan oleh agensinya di hotel xx.
"Kak, aku pergi dulu" ucap Celin. saat ia baru saja keluar dari lift yang ada di rumah kakak ipar nya itu.
"Aunty mau kemana" ucap Michael. keponakan Celin.
"Aunty ingin pergi menghadiri pesta" ucap Celin. "Kak, aku pergi dulu" ucap Celin lagi.
"Ingat yang ku katakan padamu tadi sore, untuk berhati-hati" ucap Ricardo. pada adik ipar nya itu.
"Iya kak" ucap Celin. ia segera keluar dari rumah besar itu.
"Sayang, aku ingin....."
"Aku sudah tau. kau ingin menjenguk anak mu kan. ayo kita ke kamar sekarang" ucap Calista. memotong ucapan Ricardo. Ricardo tersenyum, ah istri nya ini tau saja keinginan nya.
"Oke Dad" ucap Michael. Ricardo segera membawa istri nya ke kamar untuk menjenguk anak yang masih di dalam perut.
...*****...
Celin sudah tiba di tempat acara. temannya Felly sudah menunggu nya di sana.
"Akhirnya kau datang juga. ku kira kau tidak akan datang" ucap Felly.
"Mana mungkin aku tidak datang" ucap Celin.
"Ayo kita ikut yang lainnya" ucap Felly. mengajak Celin untuk menyapa para tamu yang hadir.
Di tempat lain tapi masih di area pesta itu. sepasang kekasih juga sedang berbicara dengan para tamu yang ada di sana.
"Apa ini kekasih anda Tuan Jerry" ucap tamu itu.
__ADS_1
"Iya, dia kekasih saya. namanya Lyvia" ucap Jerry. melihat ke arah kekasih nya. "Lyvia, ini Tuan Roy. rekan bisnis ku" ucap Jerry. Lyvia mengulurkan tangan nya pada pria yang bernama Roy itu.
"Lyvia" ucap Lyvia.
"Roy" ucap Roy. membalas uluran tangan Lyvia.
"Apa anda ke sini dengan kekasih anda" ucap Jerry.
"Ya. saya ke sini dengan kekasih saya" ucap Roy. Jerry hanya mengangguk.
"Sayang, aku ingin kesana dulu ya" ucap Lyvia.
"Pergilah" ucap Jerry. Lyvia pun segera pergi.
Lyvia menghampiri salah satu teman Celin, Christy. yang sedang berbincang-bincang dengan teman di dunia permodelan nya.
"Hei. kau" ucap Lyvia. Christy menoleh.
"Kau memanggilku" ucap Christy.
"Ya, aku memanggilmu" ucap Lyvia.
"Ada apa" ucap Christy.
"Aku ingin meminta bantuan mu" ucap Lyvia.
"Apa itu" ucap Christy.
"Kau berikan obat ini di minuman Celin" ucap Lyvia.
"Untuk apa" ucap Christy bingung.
"Sudah kau berikan saja aku akan membayar mu" ucap Lyvia. Christy pun mengambil obat itu. ia yakin pasti itu adalah obat perangsang, Lyvia pasti ingin menjatuhkan karir Celin.
"Baiklah" ucap Christy tersenyum licik. Lyvia pun pergi meninggalkan Christy. dan kembali ke tempat Jerry yang masih berbincang-bincang dengan Roy.
Saat ini nama Celin sedang naik daun nya. itu sebabnya Lyvia ingin menghancurkan karir Celin karena ia begitu iri. apa lagi beberapa hari yang lalu ia pernah melihat Celin dan Jerry bertemu.
__ADS_1
"Kau akan menyesal nanti Lyvia" ucap Christy. tersenyum licik.