
Malam harinya.....
Setelah Abraham dan Kenaya menjemput kedua anak mereka di rumah Edward dan Ema. mereka pun kembali ke mansion Abraham. keduanya langsung melangkahkan kaki mereka ke dalam kamar setelah tiba di mansion. Abraham dan Kenaya meletakkan anak-anak mereka yang sudah tertidur di box bayi. setelah itu, mereka masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri bersama.
setelah selesai dengan ritual mandi mereka, Abraham dan Kenaya pun masuk ke dalam walk in closed. setelah berpakaian mereka pun keluar dari walk ini closed. mereka melangkahkan kaki mereka ke arah ranjang dan naik ke sana.
"Apa kau tidak ingin merayakan ulang tahun pernikahan kita yang ke satu tahun" ucap Abraham. "Usia mereka sudah empat bulan. kita sudah bisa meninggalkan mereka, hanya sebentar saja. kita titipkan pada Mommy dan Daddy" ucap Abraham lagi. ia membelai rambut Kenaya dengan lembut. karena saat ini Kenaya sedang bersandar di dada bidangnya.
Saat ini usia pernikahan mereka sudah menginjak satu tahun. sebenarnya Abraham ingin membawa istri nya berlibur, untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka. namun, karena saat itu anak-anak mereka belum bisa di tinggalkan, Abraham mengurungkan niatnya. karena saat itu usia anak-anak mereka masih satu bulan setengah.
"Kau ingin merayakan nya seperti apa" ucap Kenaya.
"Sebenarnya aku ingin mengajak mu berlibur" ucap Abraham.
"Tidak bisa, mereka masih terlalu kecil untuk di tinggalkan" ucap Kenaya. "Kita buat acara saja disini, tidak perlu berlibur" ucap Kenaya lagi.
"Baiklah, jika seperti itu yang kau inginkan" ucap Abraham. "Aku akan menyiapkan nya nanti. sekarang ayo kita tidur, ini sudah malam" ucap Abraham lagi. Kenaya menganggukkan kepalanya. dan mereka pun segera tidur.
...*****...
Dua hari kemudian.....
Hari ini Abraham dan Kenaya sedang membuat acara di mansion mereka, untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke satu tahun. walaupun sudah telat beberapa bulan, tapi tidak masalah. saat ini keduanya sedang berbincang-bincang dengan para tamu sambil menggendong anak-anak mereka. para rekan bisnis dan juga teman-teman Abraham dan Kenaya pun hadir di acara itu. mereka sedang bermain-main bersama dengan anak-anak Abraham dan Kenaya yang berada di gendongan mereka.
"Halo cantik, siapa namanya" ucap Sherly. mencubit pipi Alice dengan gemas.
"Alice aunty" ucap Kenaya. meniru suara anak kecil.
"Tidak terasa ya Kenaya, usia pernikahan kalian sudah satu tahun" ucap Sherly. "Kalian juga sudah mendapatkan baby sekarang" ucap Sherly lagi.
"Iya tidak terasa, usia pernikahan kami sudah satu tahun" ucap Kenaya. "Kapan kau akan menikah" ucap Kenaya lagi.
"Bulan depan. kau harus datang, oke" ucap Sherly.
"Pasti" ucap Kenaya. "Jika anak-anak ku tidak rewel" ucap Kenaya lagi. membuat Sherly langsung cemberut.
"Pokoknya kau harus datang, aku kan juga sudah datang ke pernikahan mu" ucap Sherly.
__ADS_1
"Iya Sherly" ucap Kenaya.
"Berikan dia pada ku, aku ingin menggendong nya" ucap Sherly. mengulurkan kedua tangan nya untuk mengambil Alice dari gendongan Kenaya. namun, bayi itu malah menyembunyikan wajahnya di leher Kenaya, pertanda ia tidak mau di gendong oleh orang lain selain kedua orang tua nya. "Kenapa kau tidak mau, ayo sini ikut aunty" ucap Sherly lagi. namun, bayi itu tetap pada pendirian nya. ia tidak mau di gendong oleh orang lain. membuat Sherly semakin gemas.
"Ini, kau gendong Aldrix saja" ucap Abraham. menghampiri mereka. ia langsung memberikan putranya itu pada Sherly. berbeda dengan Alice, Aldrix langsung mengulurkan tangan nya pada Sherly, agar Sherly menggendongnya. dengan cepat Sherly mengambil Aldrix dari gendongan Abraham. "Sepertinya putra kita calon pemain wanita ya Sayang" ucap Abraham lagi. Kenaya hanya tersenyum. semoga saja yang di katakan oleh Abraham itu tidak terjadi. kerena Aldrix memang lebih suka di gendong oleh perempuan daripada laki-laki. kecuali, Abraham dan Grandfa nya. jika dengan mereka yang menggendong, ia mau.
"Maksudnya apa" ucap Sherly bingung. dengan ucapan Abraham tadi.
"Aldrix itu lebih senang di gendong oleh perempuan daripada laki-laki" ucap Abraham.
"Semoga saja saat dia besar nanti, dia tidak suka main perempuan" ucap Sherly.
"Abraham, tamu nya sudah banyak. kalian mulai saja acara nya" ucap Ema. menghampiri mereka. "Sini, biar Alice Mommy yang gendong" ucap Ema lagi. Kenaya pun segera memberikan Alice pada Ema.
"Baiklah Mom. ayo Sayang" ucap Abraham. menarik tangan Kenaya dan membawa nya ke panggung. Abraham dan Kenaya menjadi pusat perhatian saat mereka sudah berada di sana. Abraham pun mulai berbicara.
"Selamat malam, saya ucapkan untuk kita semua. Terima kasih juga buat para tamu yang sudah meluangkan waktu nya untuk hadir ke acara kami pada malam hari ini. sebenarnya, ulang tahun pernikahan kami sudah beberapa bulan yang lalu, dan untuk merayakan nya, saya ingin membawa istri saya untuk berlibur. namun, karena saat itu anak-anak kami baru berusia satu bulan setengah, membuat saya mengurungkan niat saya karena mereka belum bisa di tinggalkan. dan dua hari yang lalu, istri saya mengatakan untuk membuat acara saja di mansion kami, dan saya pun menuruti nya. dan hari ini lah, kita merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke satu tahun" ucap Abraham. tersenyum ke arah Kenaya, begitu pun dengan Kenaya, ia membalas senyuman Abraham. semua tamu yang hadir bertepuk tangan saat melihat Abraham memeluk Kenaya.
"Terima kasih untuk semua nya Sayang, Terima kasih karena kau selalu setia bersama ku, Terima kasih karena kau telah berjuang untuk melahirkan anak-anak kita. kau wanita hebat Sayang" ucap Abraham berbisik di telinga Kenaya. ia mengeratkan pelukan nya pada Kenaya.
"I love you" ucap Abraham.
"I love you to" ucap Kenaya.
Dan inilah akhir dari kisah mereka. yang berawal dari hubungan terlarang antara dosen dan mahasiswa. kini mereka sudah hidup dengan bahagia bersama dengan kedua anak mereka.
...~THE END~...
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Terima kasih banyak atas semua dukungan kalian selama aku menulis cerita ini dari awal hingga akhir. Terima kasih banyak ku ucapkan sekali lagi.
Mohon maaf jika selama aku menulis, update nya selalu bolong-bolong, dan ada typo atau kekeliruan. mohon di maafkan, karena aku hanya penulis biasa hehehe.
Sekali lagi aku ucapkan, Terima kasih banyak atas semua dukungan yang kalian berikan untuk akuππ
Dan untuk ceritanya Yezy bakal aku bikin di judul yang lain ya guys, mohon di tunggu. karena aku setelah ini mau fokus pada cerita nya Kenzie dan Laura dulu.
Dan untuk cerita nya Kenzie dan Laura, akan aku up minggu depan hari senin. karena hari ini sampai hari minggu aku ingin menjernihkan otak ku dulu hehehe.
Dan di episode sebelum nya, yaitu episode 98 ada kekeliruan tentang usia pernikahan Abraham dan Kenaya. mohon di maafkan ya guys.
hanya itu yang dapat aku sampaikan, sekali lagi deh aku ucapkan Terima kasih untuk dukungan kalian selama iniπ
Sampai jumpa di cerita ku yang lainnya ππ**
__ADS_1