
Keesokan harinya. Abraham dan Kenaya sedang bersiap-siap untuk ke kampus dan ke kantor. (Kenaya ke kampus Abraham ke kantor). saat sudah selesai bersiap keduanya turun ke bawah untuk sarapan bersama. sudah menjadi kebiasaan bagi keluarga Moorey untuk makan bersama. mau itu pagi, siang atau malam. saat sudah tiba di meja makan keduanya duduk di kursi mereka masing-masing. berbincang-bincang sambil menikmati sarapan mereka.
"Kapan suami mu dan Yezy datang ke sini" ucap Edward. pada adik ipar nya.
"Nanti siang mereka akan sampai" ucap Emi.
"Apa kalian di sini sampai Kenaya melahirkan" ucap Edward.
"Iya kak. kami akan berada di sini sampai Kenaya melahirkan. pasti setelah anak mereka lahir akan ada pesta bukan. aku malas bolak-balik" ucap Ema. yang lainnya hanya mengangguk.
"Kak aku ingin ikut kakak ke kantor hari ini" ucap Yeon. pada Abraham.
"Untuk apa" ucap Abraham.
"Aku ingin cuci mata" ucap Yeon.
"Jika kau ingin mencuci mata. pake air sana di dalam kamar mandi" ucap Abraham. membuat Yeon mendengus kesal.
"Iisshh. bukan seperti itu maksud ku" ucap Yeon kesal.
"Lalu?" ucap Abraham. mengerutkan keningnya.
"Aku bosan di rumah terus. setiap aku ingin membawa kakak ipar jalan-jalan juga kakak selalu melarang nya" ucap Yeon.
"Kau kan juga selalu jalan-jalan bersama Mommy ku dan aunty Emi" ucap Abraham.
"Iisshh. masa aku harus jalan-jalan dengan aunty-aunty" ucap Yeon.
"Lalu jika kau ikut aku ke kantor apa yang akan kau lakukan" ucap Abraham.
"Mungkin aku bisa melihat pria yang tampan di sana" ucap Yeon tersenyum. "Mungkin saja salah satu di antara mereka adalah jodoh ku" ucap Yeon lagi. sambil tersenyum lebar.
Pletak!
__ADS_1
"Eomma!" pekik Yeon. saat Emi menyentil keningnya. membuat yang ada di meja makan itu hanya geleng-geleng kepala.
...*****...
"Nanti saat pulang dari kampus, aku akan menyuruh Jack untuk menjemput mu" ucap Abraham. saat ini mereka sudah berada di dalam mobil. satu tangan Abraham menggenggam tangan istrinya sedangkan satu tangan nya lagi memegang setir mobil.
"Bukannya kau bilang Jack sedang berada di Inggris. karena orang tuanya ingin menjodohkan dia" ucap Kenaya.
"Dia baru sampai di Paris tadi malam" ucap Abraham. Kenaya hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
"Sayang, kata mu. Jack itu adalah keturunan bangsawan bukan" ucap Kenaya.
"Iya. dia adalah anak raja" ucap Abraham.
"Lalu kenapa dia malah bekerja sebagai asisten mu" ucap Kenaya.
"Untuk menghindari perjodohan dari kedua orang tuanya. Daddy nya ingin segera mengangkat Jack menjadi raja untuk menggantikannya. namun Jack tidak mau menggantikan Daddy nya sebelum ia menikah. itu sebabnya kedua orang tuanya menjodohkan Jack dengan wanita yang berasal dari keluarga bangsawan. akan tetapi Jack tidak mau menerima perjodohan itu. karena ia ingin menikahi wanita pilihan nya sendiri" ucap Abraham. membuat Kenaya hanya mengangguk mengerti.
"Kak, asisten mu itu anak raja?" ucap Yeon. yang dari tadi duduk di belakang. mendengar pembicaraan Abraham dan Kenaya.
"Daebak! jika aku menjadi istrinya. pasti aku akan menjadi ratu. iyakan kak" ucap Yeon. tersenyum lebar.
"Tidak usah bermimpi" ucap Abraham dan Kenaya. membuat Yeon mendengus kesal.
"Kau itu terlalu kecil untuk Jack" ucap Abraham.
"Maksud kakak" ucap Yeon.
"Umur mu itu masih terlalu kecil. terlalu jauh dari umur Jack" ucap Abraham. membuat Yeon mendengus kesal
"Iisshh. umur sembilan belas tahun itu bukan umur yang masih kecil kak. memang umur si Jack itu berapa" ucap Yeon.
"Dua puluh sembilan tahun" ucap Abraham.
__ADS_1
"Kami hanya beda sepuluh tahun saja. apa salahnya jika aku menikah dengan Jack" ucap Yeon.
"Memang kau pernah melihat Jack. kau pernah bertemu dengan nya" ucap Kenaya.
"Tidak" ucap Yeon tersenyum.
"Maka dari itu tidak perlu menghayal" ucap Abraham. membuat Yeon mendengus kesal.
...*****...
"Sayang, aku kuliah dulu ya" ucap Kenaya. pada Abraham saat mereka sudah tiba di kampus.
"Iya. ingat jangan dekat-dekat dengan pria" ucap Abraham posesif. membuat Kenaya tersenyum.
"Iya Sayang" ucap Kenaya. saat ia akan membuka Abraham menahan tangan nya. membuat Kenaya berbalik dan menatap Abraham bingung. "Ada apa" ucap Kenaya lagi.
"Seperti nya kau melupakan sesuatu Sayang" ucap Abraham. menunjuk bibirnya.
Kenaya tersenyum. mendekatkan wajahnya dengan wajah Abraham dan menempelkan bibir mereka. Abraham langsung ******* bibir istrinya lembut dan Kenaya pun membalas ******n Abraham. lama keduanya berciuman hingga suara dehemen Yeon menghentikan aktivitas mereka.
"Ingat. masih ada aku yang jomblo di sini" ucap Yeon kesal. Abraham mendengus kesal dan menatap Yeon dengan tajam. karena menganggu aktivitas nya dan Kenaya.
"Yasudah, aku turun dulu" ucap Kenaya. ia kembali mengecup bibir Abraham. setelah itu ia turun dari mobil Abraham. sementara Abraham langsung melajukan mobilnya menuju perusahaan Moorey Corp.
...*****...
Saat sudah tiba di perusahaan. Abraham dan Yeon turun dari mobil. para karyawan Abraham menundukkan kepala mereka hormat. dan sebagian dari mereka bertanya-tanya siapa wanita yang ada di belakang Abraham. sementara Yeon, ia hanya acuh tidak mempedulikan bisikan para karyawan Abraham.
Saat Abraham dan Yeon sudah tiba di depan ruangan Abraham. terlihat Jack sedang menyambut Abraham dengan menundukkan kepala nya hormat. Yeon terus memperhatikan Jack yang menundukkan kepalanya. saat Abraham sudah masuk kedalam ruangan. Jack kembali mengangkat kepalanya. kedua mata Jack bertemu dengan kedua mata Yeon. untuk sesaat Yeon menghentikan langkah nya. ia begitu terpesona dengan Jack. mata Jack yang tajam berwarna abu-abu itu membuat ia begitu tampan.
"Siapa pria ini. apa dia adalah pria yang di bicarakan oleh kakak ipar dan kakak ku" ucap Yeon dalam hati.
"Nona?" ucap Jack. membuyarkan lamunan Yeon.
__ADS_1
"Ah, iya. ada apa" ucap Yeon gugup.
"Anda tidak ingin masuk" ucap Jack. Yeon pun mengangguk dan masuk ke ruangan Abraham dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.