CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
RENCANA BULAN MADU


__ADS_3

Malam hari nya Abraham dan Kenaya begabung bersama kedua orang tua Abraham untuk makan malam.


"Apa kalian tidak berpikir untuk pergi berbulan madu" ucap Ema. pada putranya dan juga menantunya.


"Aku sudah merencanakan nya. kami akan pergi lusa" ucap Abraham.


"Baguslah kalau begitu" ucap Ema. tersenyum penuh makna. "Jangan lupa membawa oleh-oleh untuk Mommy" ucap Ema lagi.


"Oleh-oleh apa Mom" ucap Abraham.


"Itu, yang ah ah ah. jadi nya apa?" ucap Ema. membuat yang ada di meja makan itu mengerutkan keningnya bingung.


"Maksud Mommy apa" tanya Edward pada istri nya. membuat Ema mendengus kesal.


"Masa kalian tidak mengerti maksud Mommy sih. itu loh yang ah ah ah itu jadinya apa" ucap Ema. semakin membuat mereka semua bingung.


"Maksud Mommy apa. ah ah ah apa" ucap Abraham.


"Iisshh, kalian sering melakukan nya. tapi tidak mengerti maksud Mommy" ucap Ema kesal.


"Kalau ngomong itu yang jelas Mom. biar kami bisa mengerti maksud Mommy" ucap Edward.


"Iiissshhh, itu loh Dad. maksud Mommy itu cucu. kan suara saat membuat anak itu ah ah ah" ucap Ema. membuat Kenaya yang sedang meminum air putih tersedak.


Uhuuk uhuuk


Abraham segera menuangkan air putih ke gelas Kenaya dan memberikan nya pada istrinya, ia mengelus-ngelus bahu Kenaya. Abraham menatap Mommy nya kesal.

__ADS_1


"Kenapa kau menatap Mommy seperti itu" ucap Ema.


"Mommy kalau ngomong yang benar" ucap Abraham.


"Memang omongan Mommy di mana nya yang salah. tidak ada omongan Mommy yang salah" ucap Ema.


"Omongan Mommy bisa tidak di filter sedikit" ucap Edward kesal.


"Memang mulut Mommy ini kamera. pakai di filter" ucap Ema kesal.


"Sudahlah. tidak ada gunanya berbicara pada Mommy" ucap Edward. "Lebih baik kita lanjutkan saja makan malam kita" ucap Edward lagi. membuat Ema mendengus kesal, mereka pun melanjutkan makan malam mereka yang sempat tertunda karena obrolan yang tak berfaedah tadi.


...*****...


"Sayang, benarkah kita akan bulan madu lusa" ucap Kenaya antusias. saat ini keduanya sudah berada di kamar, Kenaya sedang menemani Abraham yang sedang sibuk bekerja.


"Hhhmmm" jawab Abraham berdeham. matanya masih fokus pada laptop yang ada di pangkuan nya.


"Terserah mu saja. kau ingin membawa kita berbulan madu kemana, aku akan mengikuti nya" ucap Abraham.


"Kalau begitu, aku ingin membawa kita berbulan madu di Korea dan di Jepang" ucap Kenaya antusias. "Bagaimana. apa kau setuju" ucap Kenaya.


"Apapun yang membuat mu bahagia, aku akan melakukan nya" ucap Abraham tersenyum pada Kenaya.


"Terima Kasih Sayang" ucap Kenaya. mencium pipi Abraham.


"Ciuman mu membangunkan milik ku" ucap Abraham. meletakkan laptop nya di atas meja dan ia segera menggendong Kenaya, membawa nya ke ranjang. Kenaya hanya tersenyum, ia sudah tau maksud suaminya. dan mereka pun melakukan apa yang mereka lakukan pagi tadi.

__ADS_1


...*****...


Di tempat lain Celin sedang berlibur bersama teman-teman nya di Inggris. saat ini mereka sedang berada di mall terbesar yang ada di negara itu. Celin sedang melihat-lihat barang-barang edition yang tepajang di sana. saat ia ingin mengambil salah satu tas edition itu seorang wanita juga ingin mengambil tas itu.


"Berikan saja tas ini pada ku. kau mengalah lah" ucap wanita itu.


"Aku yang duluan menyentuh tas ini. jadi kau yang harus mengalah" ucap Celin.


"Aku yang duluan menyentuh nya" ucap wanita itu.


"Aku" ucap Celin.


"Aku" ucap wanita itu lagi.


Keduanya terus berdebat memperebutkan tas itu, hingga suara seorang pria membuat keduanya berhenti berdebat.


"Ada apa ini" ucap pria itu.


"Sayang, dia tidak ingin mengalah padaku. padahal aku sangat menginginkan tas ini" ucap wanita itu dengan manja. pria itu melihat ke arah Celin dan mengerutkan keningnya, sepertinya ia pernah melihat Celin, tapi dimana.


"Bisakah kau memberikan tas itu pada kekasih ku" ucap pria itu. "Dia sangat menginginkan tas itu" ucap pria itu lagi.


"Lalu bagaimana dengan ku. aku juga menginginkan tas ini" ucap Celin.


"Sayang, kau dengar kan. dia tidak ingin memberikan tas itu pada ku" ucap wanita itu.


"Aku akan memberikan mu uang untuk mencari tas yang seperti itu di tempat lain. tapi ku mohon tolong berikan tas itu pada kekasih ku" ucap pria itu. membuat Celin marah.

__ADS_1


"Kau pikir aku wanita murahan seperti kekasih mu itu" ucap Celin marah. Celin melempar tas itu di depan wajah pria itu. "Ambil lah. berikan tas itu pada kekasih mu yang manja itu. aku sudah tidak membutuhkan nya" ucap Celin. ia pergi meninggalkan sepasang kekasih itu. wanita yang sempat berdebat dengan Celin itu tersenyum penuh kemenangan. sementara pria itu masih terdiam mematung.


"Sayang, kau bayar lah tas ini" ucap wanita itu. membuyarkan lamunan kekasih nya. pria itu mengangguk, segera ia membayar tas kekasih nya itu. setelah selesai membayar keduanya keluar dari tokoh yang ada di dalam mall itu.


__ADS_2