
"Sayang, kau dimana" ucap Abraham. saat memasuki kamar. namun, tak melihat keberadaan istrinya. "Sayang" ucap Abraham lagi. memanggil istrinya.
"Ada apa. aku di sini" ucap Kenaya. Abraham yang mendengar suara istrinya yang berasal dari walk in closed pun menghampiri nya.
"Kau baru selesai mandi Sayang" ucap Abraham. mendekati istrinya dan memeluk istrinya dari belakang. yang hanya menggunakan cd dan bra saja.
"Iya. Apa kau tidak ingin mandi" ucap Kenaya. menyentuh pipi Abraham. karena Abraham meletakkan dagunya di bahu Kenaya.
"Nanti saja" ucap Abraham. mencium leher jenjang Kenaya dan memejamkan matanya menikmati aroma tubuh istrinya yang membuat ia candu. "Apa pinggang mu sudah sembuh Sayang. kita sudah dua hari tidak bercinta" ucap Abraham. tangannya mulai nakal. memasukkan nya ke dalam cd yang di kenakan oleh Kenaya.
"Ah" desah Kenaya. saat Abraham memasukkan jarinya kedalam intinya. "Kau mandi dulu sana. nanti selesai makan malam kita bercinta" ucap Kenaya. mengeluarkan tangan Abraham dari cd nya.
"Biarkan aku mengelus nya" ucap Abraham. yang tidak ingin Kenaya mengeluarkan tangan dari cd istrinya.
"Ah, Sayang. jangan" ucap Kenaya. kembali mengeluarkan tangan Abraham.
"Biarkan aku menghisap ini dulu" ucap Abraham. melepaskan bra Kenaya dan membawa Kenaya duduk di sofa yang ada walk in closed. Abraham mendudukkan Kenaya di atas pangkuan nya dan segera menghisap buah dada milik Kenaya.
"Ssshhh" desis Kenaya. saat Abraham menggigit kecil put*ng dada nya. Kenaya mendorong kepala suaminya. "Sudah. sekarang kau mandi sana" ucap Kenaya. segera turun dari pangkuan Abraham. dan mengenakan pakaiannya.
"Selesai makan malam kau harus menepati janji mu" ucap Abraham. bangkit berdiri dengan wajah kesalnya.
"Iya. sekarang kau mandi sana. Aku akan menyiapkan pakaian untuk mu" ucap Kenaya.
Abraham pun segera melepaskan pakaian kantor nya. meletakkan nya begitu saja di lantai. membuat Kenaya mendengus kesal. Abraham segera keluar dari walk in closed dan menuju kamar mandi yang ada di kamar mereka dengan keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
"Dia hanya tau bercinta dan menghamburkan" gerutu Kenaya. sambil memungut pakaian Abraham yang berada di lantai.
Begitulah Kenaya setiap hari. selalu di bikin kesal oleh Abraham. saat Abraham mengambil pakaian di dalam lemari pun Abraham langsung menarik pakaian nya. membuat pakaian yang lain terjatuh ke lantai. dan saat memasukkan pakaian nya kembali Abraham langsung memasukkan nya tanpa melipat nya kembali. membuat Kenaya terus mendengus kesal. namun, ia tetap merapikan pakaian yang Abraham hamburkan.
"Mana Sayang baju ku" ucap Abraham. masuk kedalam walk in closed dengan menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggang nya. sambil mengibaskan rambut basah nya dengan tangan.
"Itu di sofa" ucap Kenaya. sambil merapikan sepatu-sepatu nya yang ada di dalam lemari.
"Kenapa kau menyiapkan celana lepis pendek" ucap Abraham kesal. Kenaya membalikkan kepalanya menatap Abraham yang terlihat kesal.
"Kenapa" ucap Kenaya.
"Kau kan tau sendiri jika aku selalu memakai boxer setiap malam" ucap Abraham. Kenaya mendengus kesal.
"Memang kau ingin memakai boxer saat makan malam" ucap Kenaya. Abraham terdiam. menggaruk tengkuknya tak gatal.
"Tidak" ucap Abraham tersenyum. yang malah membuat Kenaya kesal.
"Yasudah pakai saja. sebentar lagi makan malam" ucap Kenaya.
"Iya. Sayang, kau tidak marah kan" ucap Abraham memastikan. kalau sampai Kenaya marah itu berarti ia tidak akan bercinta dengan Kenaya malam ini.
"Kalau tidak ingin aku marah, jangan membuat ku kesal" ucap Kenaya ketus. Abraham menelan salivanya. melihat wajah Kenaya yang tampak kesal.
"Jangan membangunkan singa betina" ucap Abraham dalam hati. hanya dalam hati ia berani mengatakan itu. ia tidak berani mengatakan nya dari mulut nya. bisa-bisa Kenaya mengamuk.
...*****...
Yeon kembali menghampiri Jack yang belum juga pulang dari kediaman Moorey. saat ia sudah berada di dekat sofa. Yeon melihat kembaran nya Yezy yang sedang duduk di sofa depan Jack. Ya, kembaran nya dan ayahnya baru saja tiba di Paris kemarin siang. Yeon mendatangi keduanya dan menatap Yezy dengan tajam. ia berbicara dengan Yezy dengan bahasa Korea agar Jack tidak tau apa yang ia katakan.
"Yeogiseo mwohae" ucap Yeon.
(Apa yang kau lakukan disini)
"Naneun anj-aissda" ucap Yezy.
(Aku sedang duduk)
"Ne bang-eulo deul-eowa" ucap Yeon.
(Masuk ke dalam kamar mu)
"Wae" ucap Yezy bingung. kenapa kakaknya itu tiba-tiba menyuruh ia masuk kedalam kamar batinnya.
(Kenapa)
"Naega malhaessji, ne bang-eulo deul-eoga" ucap Yeon.
(Ku bilang masuk ke dalam kamar mu)
Yeon menarik paksa tangan Yezy. membuat Yezy mendengus kesal. Ia pun segera pergi dari sana meninggalkan Yeon dan Jack.
Jack yang daritadi memperhatikan perdebatan Yeon dan Yezy pun di buat bingung. bukan hanya bingung karena tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh Yeon dan Yezy. tapi juga bingung karena melihat wajah Yeon dan Yezy yang mirip. Yeon melihat ke arah Jack yang masih menatapnya dengan tatapan bingung. sekarang Jack tidak tau yang mana Yeon.
"Hai, tampan. kenapa kau menatap ku seperti itu. apa kau sudah menyukai ku" ucap Yeon. membuyarkan lamunan Jack. Jack berdehem untuk menetralkan kembali tubuhnya.
__ADS_1
"Ternyata dia Yeon" ucap Jack dalam hati. Jack kembali bersikap dingin dengan tatapan tajam nya.
"Tampan, apa kau sudah makan malam" ucap Yeon. menggoda Jack dengan memanggil nya tampan.
"Sudah" ucap Jack singkat.
"Kau sangat tampan jika sedang menatap ponsel mu seperti itu" ucap Yeon. namun, Jack tidak menggubris ucapan Yeon. "Tampan, kau sedang apa disini" ucap Yeon lagi.
"Saya ada urusan pekerjaan dengan Tuan Abraham" ucap Jack.
"Seperti itu?" ucap Yeon. melangkahkan kakinya untuk mendekati Jack. dan langsung duduk di pangkuan Jack.
"Apa yang Nona lakukan" ucap Jack. menatap Yeon dengan tajam. namun, bukannya takut. Yeon malah mendekati bibir nya ke telinga Jack dan berbisik.
"Apa kau ingin menghabiskan malam bersama ku di dalam kamar? Yang lebih tepat nya lagi, di atas ranjang?" ucap Yeon. menggoda Jack. Jack memejamkan matanya. jangan sampai ia terjerumus dengan godaan Yeon.
"Nona, bertindak lah dengan sopan. Anda adalah adik dari bos saya. jangan melewati batas" ucap Jack. menurunkan Yeon dari pangkuan nya.
"Apa yang kalian lakukan" ucap Abraham. yang baru saja keluar dari lift bersama dengan Kenaya. Jack dan Yeon pun terkejut mendengar suara Abraham.
"Tidak ada Tuan" ucap Jack. menundukkan kepalanya.
"Tidak ada apanya. jelas-jelas tadi aku melihat mu menurunkan Yeon dari pangkuan mu. Apa yang sudah kau lakukan dengan adikku" ucap Abraham. Yeon menelan salivanya susah payah. ini semua karena dirinya.
"Saya tidak melakukan apapun Tuan" ucap Jack.
"Iya kak. dia tidak melakukan apapun padaku" ucap Yeon.
"Benarkah?" ucap Abraham. Yeon dan Jack menganggukkan kepala mereka. "Yasudah kalau begitu. Jack ayo kita ke ruangan kerja ku" ucap Abraham. Jack menganggukkan kepalanya. dan segera menyusul Abraham yang sudah lebih dulu melangkahkan kakinya.
"Apa yang kau lakukan dengan Jack tadi" ucap Kenaya.
"Aku tidak melakukan apapun padanya" ucap Yeon.
"Benarkah? Lalu kenapa tadi aku dan Abraham seperti melihat Jack menurunkan mu dari pangkuan nya" ucap Kenaya.
"I-itu" ucap Yeon terbata.
"Itu apa" ucap Kenaya.
"Aku.....tapi kakak janji jangan memberitahu kak Abraham" ucap Yeon.
"Kenapa" ucap Kenaya.
"Baiklah. katakan padaku, apa yang kalian lakukan" ucap Kenaya.
"Aku tadi hanya menggoda nya saja" ucap Yeon.
"Untuk apa kau menggoda nya" ucap Kenaya.
"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin menggoda nya saja. Ayo kak, kita menonton drama korea" ucap Yeon. Kenaya hanya menggelengkan kepalanya saja. mereka pun segera duduk di sofa dan menonton drama korea.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
JACK
__ADS_1