CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU

CINTA TERLARANG DENGAN DOSEN KU
MERESAHKAN (YEON & JACK)


__ADS_3

"Halo" ucap Jack. saat ia mengangkat pangilan dari sekretaris Abraham, Viona.


"Hei Jack, kenapa kau belum juga sampai ke kantor!!" ucap Viona di seberang sana kesal.


"Tuan Abraham hari ini cuti. jadi, dia juga menyuruh ku cuti hari ini" ucap Jack berbohong.


"Pintar sekali kau berbohong ya. tadi Tuan Abraham sudah menghubungi ku. katanya, kau dan aku yang mengurus pekerjaan hari ini!" ucap Viona kesal.


"Aku ada urusan pribadi Viona, kau saja yang mengurus pekerjaan hari ini" ucap Jack.


"Enak saja. kau pikir aku robot! bisa menyelesaikan pekerjaan sendiri tanpa bantuan seseorang" ucap Viona.


"Di perusahaan Moorey Corp, ada banyak karyawan, bukan hanya aku saja. kau bisa meminta bantuan mereka" ucap Jack.


"Aku tidak mau tau, pokoknya kau harus datang. Tuan Abraham memberikan tugas untuk kita berdua" ucap Viona.


"Aku ada urusan pribadi Viona" ucap Jack.


"Aku tidak mau tau, pokoknya kau harus datang. atau aku akan memberitahu Tuan Abraham" ucap Viona mengancam.


"Ck! yasudah. aku akan datang" ucap Jack.


"Bagus" ucap Viona. lalu ia mematikan panggilan nya dengan Jack. membuat Jack mendengus kesal.


"Mengganggu saja" ucap Jack kesal.


"Ada apa" ucap Yeon.


"Tolong antarkan aku ke perusahaan" ucap Jack. membuat Yeon mendengus kesal.


"Kau pikir aku ini supir mu. main suruh-suruh saja" ucap Yeon kesal.


"Jadi, kau ingin menjadi ratu ku?" ucap Jack. menggoda Yeon.


"Tidak" ucap Yeon ketus. Jack hanya terkekeh.


"Sudah, sekarang cepat antarkan aku ke perusahaan" ucap Jack. Yeon mendengus kesal. namun, ia tetap mengantarkan Jack ke perusahaan Moorey Corp.


...*****...

__ADS_1


Yeon menghentikan mobilnya saat sudah tiba di parkiran perusahaan Moorey Corp. ia menatap ke arah Jack dengan kesal.


"Turun. sudah sampai" ucap Yeon. masih ketus. Jack menghela nafasnya kasar. ia menatap Yeon.


"Kau akan kemana setelah ini" ucap Jack.


"Apa urusan nya dengan mu" ucap Yeon.


"Aku tanya, kau ingin kemana" ucap Jack.


"Aku ingin menemui Gerald. apa kau sudah puas? sekarang turun lah" ucap Yeon. Jack yang mendengar nama Gerald pun mengeraskan rahang nya. ia cemburu, benar-benar cemburu.


"Ikut aku" ucap Jack dingin.


"Ikut kau kemana" ucap Yeon bingung.


"Ikut masuk ke perusahaan" ucap Jack.


"Tidak mau. aku ingin menemui Gerald" ucap Yeon. memancing Jack. ia ingin melihat, sejauh mana Jack mencintai nya. jika Jack masih terus memaksa maka.....dengan senang hati Yeon ikut Jack masuk ke dalam perusahaan Moorey Corp.


"Ku bilang ikut" ucap Jack.


"Ku bilang ikut. atau kau ingin aku mencium mu" ucap Jack mengancam.


"Baiklah, kalau kau memaksa" ucap Yeon. pada akhirnya. padahal dalam hati nya, ia begitu senang. ia merasa menang karena berhasil membuat Jack yang dingin itu bertekuk lutut padanya.


Jack dan Yeon keluar dari mobil dan masuk ke dalam perusahaan. keduanya menaiki lift karyawan saja. karena lift khusus presdir hanya bisa di gunakan saat ada Abraham saja. karena hanya Abraham yang bisa mengakses lift tersebut menggunakan kartu nya.


Saat keduanya sudah sampai di lantai paling atas, yaitu lantai 35. Jack langsung menuju ke ruangan nya yang hanya beberapa jarak saja dari ruangan Abraham. Yeon pun ikut Jack masuk ke dalam ruangan nya. keduanya terkejut saat melihat ada Viona di dalam sana.


"Apa yang kau lakukan disini" ucap Jack.


"Aku hanya ingin mengantarkan ini. ini berkas-berkas yang harus di tandatangani oleh Tuan Abraham" ucap Viona. bangkit berdiri. ia melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu untuk keluar. namun, sebelum keluar Viona berhenti di depan Yeon. mendekatkan bibir nya ke telinga Yeon dan berbisik. "Hati-hati, Jack itu sangat menakutkan" ucap Viona. namun, Jack masih bisa mendengar nya. ia menatap Viona dengan tajam. sedangkan Viona, hanya terkekeh. ia segera keluar dari ruangan Jack.


"Apa yang harus aku lakukan di sini" ucap Yeon.


"Duduk" ucap Jack santai. ia melangkahkan kakinya ke meja kerja nya. sementara Yeon, hanya mendengus kesal. ia melangkahkan kakinya menuju sofa yang ada di ruangan Jack, lalu membaringkan tubuh nya di sana. "Baby, kemarilah" ucap Jack.


"Tidak usah memanggilku dengan sebutan baby" ucap Yeon kesal.

__ADS_1


"Kenapa" ucap Jack. ia bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya mendekati Yeon.


"Aku tidak suka mendengar nya" ucap Yeon berbohong. padahal mah, dia suka.


Yeon bangkit dari rebahan nya. saat menyadari Jack mendekati nya. saat ia sudah berdiri, Jack kembali mendorong tubuh Yeon ke sofa hingga membuat Yeon kembali terbaring. Jack menindih tubuh Yeon dan mengelus pipi Yeon lembut.


"Kenapa kau tidak menyukai nya. hm?" ucap Jack. menatap mata Yeon intens.


"Karena aku tidak menyukai nya" ucap Yeon asal. ia memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Kenapa kau tidak menyukai nya baby" ucap Jack. ia menyentuh wajah Yeon, membuat Yeon kembali menatap nya.


"J-jack, jangan seperti ini" ucap Yeon gugup. apalagi saat ia menyadari tangan Jack yang mulai nakal, mengelus paha nya. membuat ia merasa geli.


"Kenapa baby? apa kau menolak ku?" ucap Jack berbisik.


"J-jack, jangan lakukan ini. aku tidak mau" ucap Yeon. berusaha menahan tangan Jack yang masih mengelus pahanya dengan lembut.


Yeon memejamkan matanya menikmati aksi yang Jack lakukan padanya. mulut nya memang berkata tidak, tapi tubuh nya menginginkan lebih. Jack perlahan mendekatkan bibir keduanya. hingga bibir mereka bersatu. Jack mulai ******* bibir Yeon dengan lembut. Ah sial, Yeon terbuai lagi. ia membalas ciuman Jack dengan lembut pula.


"Ah" satu desahan lolos dari bibir Yeon, saat Jack meremas kedua buah dada nya. sambil bibir keduanya masih menyatu. dan saling *******.


Jack tersenyum menang di balik ciuman mereka, saat ia mendengar suara desahan Yeon yang ia ciptakan. lama keduanya berciuman hingga ciuman mereka menjadi panas. ciuman Jack turun ke leher jenjang Yeon. ia memberikan tanda kepemilikan nya di sana.


"Ini milik ku" ucap Jack. setelah memberikan stempel kepemilikan nya di leher jenjang Yeon. "Dan ini juga milik ku" ucap Jack lagi. menurunkan sedikit baju yang di kenakan oleh Yeon hingga belahan dada Yeon terlihat. ia mencium nya dan meninggalkan stempel kepemilikan nya di sana.


"Eheem" suara deheman seseorang orang menghentikan aktivitas Jack yang ingin kembali mencium bibir Yeon.


Yeon mendorong tubuh Jack yang berada di atas nya saat menyadari ada orang yang memasuki ruangan Jack.


"Luar biasa" ucap Viona betepuk tangan. "Tuan Abraham menyuruh kau ke sini untuk bekerja! bukan bercumbu dengan adiknya!" ucap Viona lagi. menatap Jack dengan tajam.


"Kalian lihat itu?" ucap Viona. menunjuk cctv yang ada di pojok ruangan Jack. seketika Jack dan Yeon menelan saliva mereka susah payah. sial! kenapa Jack bisa lupa jika ada cctv di dalam ruangan nya. "Akan ku beritahu pada Tuan Abraham, jika kau melecehkan adiknya. ah bukan melecehkan, karena Nona Yeon juga terlihat menikmatinya. jadi, kalian pasti sama-sama menginginkan" ucap Viona. dengan senyuman licik nya.


"J-jangan beritahu kakak ku" ucap Yeon gugup. jika hal ini sampai di ketahui oleh Abraham. bisa-bisa ia di ceramahi tujuh hari tujuh malam.


"Tidak akan ku beritahu, jika kalian menuruti kemauan ku" ucap Viona.


"Apa itu" ucap Jack dan Yeon. tidak ada pilihan lain selain mengikuti kemauan Viona. daripada mereka di ceramahi tujuh hari tujuh malam.

__ADS_1


"Apa ya" ucap Viona. mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuk nya, terlihat sedang memikirkan sesuatu. Viona melihat ke arah Jack dan Yeon dengan senyuman licik nya.


__ADS_2